Review

Review: The Super Mario Bros. Movie, Bawa Penonton Nostalgia

104
×

Review: The Super Mario Bros. Movie, Bawa Penonton Nostalgia

Share this article

LASAK.iD – Penggemar pasti sudah menantikan sekali versi film dari game populer Mario Bros. Nintendo sebagai perusahaan permainan video yang menerbitkan game tersebut memproduksi filmnya bersama dengan Universal Pictures dan Illumination.

Kolaborasi yang menghasilkan film pembangkit kembali memori penggemarnya. Tak ingin menghilangkan keotentikan game-nya, film dengan judul The Super Mario Bros. Movie tidak diaplikasikan dalam versi live-action tetapi lanjutan dari versi animasi 2D dan 3D game-nya ke animasi film yang lebih apik.

Sebagai film bercerita Matthew Fogel sebagai penulis mengembangkan sinopsis versi game yang kemudian disesuaikan untuk kebutuhan cerita filmnya. Tentu dengan dramatisasi untuk membuat filmnya menarik dengan tetap mempertahankan rasa video game di penonton.

Game dan film saling bersenyawa

The Super Mario Bros. Movie digarap langsung dua sutradara, yaitu Aaron Horvath dan Michael Jelenic. Shigeru Miyamoto kreator dari permainan Mario Bros memberikan kepercayaan sekaligus tantangan kepada keduanya.

Untuk menciptakan The Super Mario Bros. Movie sebuah tontonan yang cinematic dan di saat bersamaan penonton masih bisa merasakan getaran seperti bermain game-nya.

Ini bisa menjadi kesulitan ketika sutradara tidak mengenal baik apa yang mau mereka buat. Beruntungnya, Horvath dan Jelenic semasa anak-anak tumbuh dalam pengalaman bermain game konsol tersebut. Keduanya sangat mencintai sekali franchise dari permainan Super Mario.

Itulah keotentikan karakter (toad, koopa, bowser, donkey kong, putri persik), kostum (overall jeans yang dikenakan Mario dan Luigi), warna (color full), set (pipa yang terlihat pada adegan di kerajaan jamur) hingga motion pada film dengan game sangat terlihat.

Tak boleh ketinggalan scoring yang dihadirkan pun sepenuhnya sama dengan permainannya. Ini menjadi satu kesatuan yang tidak bisa terlepas.

Cerita yang masih identik dengan kebanyakan film animasi

Secara dunia game, pemain hanya dituntut untuk membawa karakter yang dimainkan lolos dari level tertentu ke next level yang lebih sulit. Begitu pun pada permainan Super Mario yang memiliki cukup banyak level untuk dimainkan untuk menyelamatkan Putri Persik.

Super Mario yang memiliki penggemar garis keras tentu hal yang sangat otentik akan permainannya tidak bisa terlewat meski diproduksi dalam versi lainnya terutama film bercerita. Untuk kebutuhan tentu tema utama yang ingin disampaikan pun harus jelas.

Film ini mengambil tema keluarga, harapan dan keinginan dengan membangun emosi yang nyata. Tema yang juga sebenarnya cukup umum dipakai film dengan genre animasi. Untuk film The Super Mario Bros. Movie penonton sepertinya sedikit mengenyampingkan hal tersebut.

Kebanyakan yang mungkin penggemar game-nya lebih menikmati petualangan dan momen adegan yang dibawa dari game ke filmnya.

Akan menjadi universe dari Super Mario?

Melihat universe dari game-nya tentu ada pola dan vibes yang sama namun juga ada yang dikembangkan bahkan ditambahkan dalam permainannya, misalnya pada karakter protagonis dan antagonis.

Ketika universe game yang memiliki banyak unsur tentu tidak semuanya langsung dihadirkan dalam film. Penulis pun memilih untuk menonjolkan karakter atau unsur lainnya yang bisa menarik perhatian dan yang paling ingin dilihat penonton.

Pada The Super Mario Bros. Movie secara umum masih mengambil bagian yang memang ikonik namun ada juga yang harus tersisihkan terutama pada karakternya. Hal ini yang sebenarnya menimbulkan pertanyaan, apakah akan ada The Super Mario Bros. Movie berikutnya?

Bercermin dari beberapa permainan yang kemudian di adaptasi ke film layar lebar. Sebagian besar secara berkala menghadirkan kelanjutan filmnya yang kemudian memiliki universe dalam versi film. Tentu Super Mario sangat berpotensi untuk kemungkinan tersebut.

Ini diperkuat dengan pernyataan dari Shuntaro Furukawa, presiden perusahaan Nintendo yang ingin lebih banyak memproduksi banyak film di masa depan setelah film Mario. Lebih dari itu, potensi untuk memiliki spin-off pun besar.

Mengingat Donkey Kong yang sebenarnya permainan yang muncul pertama kali sebelum adanya Super Mario.

Production company: Nintendo, Universal Pictures, Illumination
Distributor: Universal Pictures
Cast: Chris Pratt (Mario), Anya Taylor-Joy (Princess Peach), Charlie Day (Luigi), Jack Black (Bowser), Keegan-Michael Key (Toad), Seth Rogen (Donkey Kong), Fred Armisen (Cranky Kong), etc
Director: Aaron Horvath, Michael Jelenic
Screenwriter: Matthew Fogel
Producers: Chris Meledandri, Shigeru Miyamoto
Duration: 1 hours 32 minutes