LASAK.iD – Elma Theana telah berkecimpung di dunia hiburan terutama seni peran sejak 1990-an, mulai dari sinetron hingga film layar lebar. Menjalani peran di depan layar lebih dari dari tiga dekade, kini aktris Elma Theana mulai melangkah lebih berani untuk menjadi orang di balik layar sebagai produser.
Ia bersama sahabatnya di tahun 2025 secara resmi mendirikan rumah produksi yang diberinama Theana Pictures. Setelah hampir satu tahun, Theana Pictures segera merilis film panjang pertamanya. Tak seperti kebanyakan rumah produksi yang lebih memilih market yang lebih besar untuk genre horor, Elma Theana melalui Theana Pictures yang bekerja sama dengan Limelight Pictures merilis film dengan genre drama.
Tak juga pada sajian drama percintaan yang mengharu biru melainkan drama keluarga yang lebih dekat pada anak-anak. Filmnya sendiri diberi judul Anak-Anak Bambu, yang mengadaptasi langsung pada Rumah Bambu yang merujuk pada kehidupan dan filosofi tumbuhan bambu sebagai tema dan konsep cerita.
Rumah Bambu yang bernaung di bawah Yayasan Bambu Indonesia merupakan sebuah yayasan yang didirikan seniman, budayawan, dan pemerhati lingkungan bernama Jatnika Nanggamiharja atau dikenal sebagai Abah Jatnika. Secara spesifik memang tidak menjadi sebuah panti tetapi lebih sebagai jembatan untuk pendidikan anak-anak.
Namun, ide dasar cerita dari Anak-Anak Bambu terinspirasi lansung dengan kegiatan Sister Soleha, sebuah komunitas yang Elma Theana dirikan bersama sahabat-sahabatnya. Di mana, selama lebih dari 15 tahun kegiatan yang dilakukan Sister Soleha memberikan bantuan kepada anak yatim.
“Inikan asalnya dibentuk dari komunitas saya Sister Soleha 15 tahun ngurusin anak yatim, termasuk yayasan milik Abah Jatnika“, ungkap Elma Theana.
Lebih dari itu, Theana Pictures didirikan sebagai Dapur untuk para anak yatim. Saat ini, cangkupannya pada yayasan yang di bina langsung komunitas Sister Soleha yang berjumlah sekitar delapan yayasan.Termasuk Yayasan Bambu Indonesia yang dikelola oleh Abah Jatnika.
“Saya berpikir gini, gimana anak-anak yatim ini ngga selalu meminta, yaudah akhirnya saya bikin ph aja. Biar bisa menjadi dapurnya anak yatim. Bukan anak yatim di seluruh Indonesia tapi anak yatim yang saya bina delapan tempat ini termasuk di temptnya Abah. Jadi, saya ngga kepengen mereka ini keluar minta-minta. Jadi, In Syaa Allah saya buat Theana Pictures ini untuk jadi dapurnya mereka jika butuh apa setiap bulannya gitu“, tambahnya.
Cerita dalam film Anak-Anak Bambu tidak hanya mengadaptasi filosofi dari Rumah Bambu milik Abah Jatnika tetapi menyisipkan sebuah kisah yang ada di sekitar Elma Theana. Ia mengadaptasi langsung kisah yang dialami keluarga kecil dari sang asik Sonny Septian. Bahkan Elma Theana menunjuk Sonny dan Fairuz untuk memerankan cerita mereka sendiri.
Ini juga menjadi bentuk dukungan langsung Sonny Septian dan Fairuz Arafiq kepada sang kakak yang baru memulai menjajaki karir barunya sebagai produser melalui rumah produksi miliknya Theana Pictures.






