ReviewAsian ShowbizCinemaFilm

Review: The Shadow’s Edge, The Mext Level Film Tentang Penjahat dan Polisi

1327
×

Review: The Shadow’s Edge, The Mext Level Film Tentang Penjahat dan Polisi

Share this article

The Shadow's Edge merupakan produksi remake dari film berjudul Eye in the Sky yang dirilis pada 2007.

LASAK.iD – Aktor Jackie Chan kembali beraksi dalam film action-thriller terbaru berjudul The Shadow’s Edge. Aktor kelahiran Hong Kong 71 tahun lalu kembali menjadi pusat cerita yang lagi-lagi untuk perannya sebagai anggota satuan kepolisian. The Shadow’s Edge sendiri merupakan produksi remake dari film berjudul Eye in the Sky yang dirilis pada 2007 silam.

Filmnya kini memang hadir dengan judul berbeda, namun Larry Yang sebagai sutradara dan penulis tetap mempertahankan esensi dari film aslinya dari 18 tahun lalu. Perubahan tetap dilakukan, terlihat dalam peningkatan kualitas gambar dan adegan yang memang mengikuti perkembangan zaman.

Tergambarkan di filmnya dalam penggunaan teknologi AI. Perubahan yang tak hanya penyesuaian secara perkembangan teknologi tetapi pada selera penikmat film saat ini. Jika menilik dari sisi lain produksinya, The Shadow’s Edge kembali menegaskan negara seperti Tiongkok atau Hong Kong, Taiwan hingga Makau selalu membawa gaya produksi yang sangat khas.

Seperti penikmat film saat menonton film produksi India (Bollywood), Thailand, Jepang, Perancis dan tentunya Hollywood. Hanya sekedar melihat salah satunya, entah karakter, cerita atau sinematografi sudah mengenalnya dengan baik. Kesan yang serupa untuk film-film produksi negara Tiongkok, Hong Kong, Taiwan atau Makau.

Penilaian sebagai produksi yang template mungkin ada benarnya, namun negara dengan industri filmnya yang masif seperti Tiongkok, India dan negara lainnya justru menjadi poin plus karena menjadi identitas untuk kemudian mudah dikenali penikmat film dunia. Identitas khas yang selalu terselip sekali pun hadir dengan tema atau konsep baru.

Pada film The Shadow’s Edge sendiri terlihat di hampir setiap bagian filmnya, terutama sajian adegan fight. Produksi Tiongkok sangat dikenal dengan penyajian adegan fight yang sangat intens. Baik itu dengan gaya modern seperti The Shadow’s Edge atau gaya tradisional yang masih memegang tradisi kung-fu.

Pada transisi adegan pun sangat mencerminkan gaya film produksi Tiongkok. Di film The Shadow’s Edge sudah terlihat sejak awal filmnya. Jika banyak negara seperti hollywood, perpindahan atau transisi selalu tampil dengan statis juga presisi. Untuk produksi Tiongkok yang kali ini pada film The Shadow’s Edge membawa kesan tidak teratur bahkan secara kecepatan seolah 1.5 kali lebih cepat.

Eits, tunggu dulu, kesan dengan hasilnya justru bertolak belakang. Hasilnya menjadi sajian epik, sutradara Larry Yang menunjukkan kualitas secara sinematografi dengan menciptakan ilusi secara sudut kamera. Penggunaan frame rate, kecepatan pengambilan gambar, dan teknik editing seperti jump cut atau slow motion berpadu baik.

Meski penikmat film harus lebih berkonsentrasi untuk menangkap niat dari penulis dan sutradara pada adegan tersebut. Ini tak terlepas karena pacing atau ritme visual yang dilakukan cukup cepat. Apalagi banyak detail kecil yang terselip dalam adegan yang beberapa menjadi jawaban dari cerita filmnya.

Ditambah adegan di awal film tidak terpusat pada satu karakter, tetapi enam karakter sekaligus. Karakter yang menjadi antagonis filmnya yang merupakan kelompok mafia yang dipimpin Fu Long-sheng atau Shadow. Bahkan setiap karakternya melakukan lebih dari dua penyamaran sehingga penonton dituntut melihat dengan seksama untuk menangkap para karakternya bertransformasi.

Adegan awal film yang tersaji epik, menjadi satu di antara daya tarik selain adegan fight yang disajikan sepanjang film. Selain secara teknis, kehadiran aktor Jackie Chan mungkin menjadi daftar teratas. Beberapa faktor menjadikan sang aktor satu di antara cerminan kekhasan produksi Tiongkok.

Sejak dipercaya menjadi karakter utama, Jackie Chan bersama beberapa nama besar lain yang seperti Jet Li, Andy Lao, Sammo Hung, Chow Yun-Fat, Donnie Yen, Stephen Chow menjadi ikon dari produksi Tiongkok. Untuk Jackie Chan sendiri, ada beberapa filmnya yang cukup ikonik, terutama yang berhubungan dengan perannya sebagai anggota kepolisian. Film The Shadow’s Edge akan menjadi salah satunya.

Di sisi lain, The Shadow’s Edge sebagai produksi remake yang menghadirkan aktor Jackie Chan dengan tema dan konsep film tentang mafia dan kesatuan kepolisian justru mengingatkan penikmat film sang aktor atau film asal Tiongkok pada judul New Police Story, salah satu produksi dari franchise The Police Story.

Vibes film yang dirilis pada 2004 silam seolah terbawa kembali dalam film The Shadow’s Edge. Selain menampilkan Jackie Chan sebagai sosok polisi, kehadiran karakter antagonis sebagai kelompok penjahat justru diperankan deretan aktor muda. Tak hanya berkemampuan bela diri tetapi juga mampu menguasai teknologi.

Secara kualitas memang ada perbedaan yang tersirat, mengingat perbedaan masa dari kedua film diproduksi. Untuk The Shadow’s Edge seakan menjadi next level dari film New Police Story. Kesamaan lainnya dari kedua film tersebut dengan memaksimalkan talenta muda Tiongkok.

Selain level yang naik, The Shadow’s Edge menjadi film one of best yang melibatkan aktor Jackie Chan. Secara tema dan konsep pun one of best film yang membawa benang merah tentang satuan kepolisian dan penjahat super bukan dengan otot tetapi otak. Film produksi yang masuk dalam rekomendasi untuk ditonton saat tayang di bioskop atau setelahnya di platform video.

Dulu ada nama seperti Nicholas Tse, Daniel Wu, Terence Yin, Charlene Choi dan beberapa nama lainnya. Untuk kali ini, Larry Yang menggandeng aktor muda Tiongkok yang sedang digandrungi, sebut saja Zhang Zifeng atau dikenal juga sebagai Wendy Zhang, Ci Sha, Zhou Zheng Jie, Lin Qiu Nan hingga keterlibatan idol global Wen Jun-hui atau yang dikenal sebagai Jun Seventeen (member boy group korea selatan).

Selain itu, yang masih menjadi kekhasan dari karakter penjahat, penulis maupun sutradara tidak ketinggalan menampilkan satu atau bahkan para antagonis dengan rambut panjang atau gondrong. Penikmat film mungkin berspekulasi ini sebagai kebetulan atau sudah terkonsep sejak awal untuk kesan lebih kriminal.

Production company: Alibaba Pictures Group, Beijing Hairun Pictures Company, Dong Fang Chen Xiang Investment, Hairun Pictures Co., Pearl River Film Group, Shanghai Tao Piao Piao Movie & TV Culture, iQIYI Motion Pictures
Distributor: Golden Network Asia
Cast: Jackie Chan (Wong Tak-chung), Zhang Zifeng (He Qiu-guo), Tony Leung Ka-fai (Fu Long-sheng), Ci Sha (Xi Wang/ Xi Meng/ Simon), Jun Seventeen (Hu Feng), Zhou Zheng-jie (Liu Jin-xiao), Wang Ziyi (Wu Yao-lei), Lang Yue-ting (Wang Xue-mei), Lin Qiu Nan (Xiao Xin), Zac Wang (Wei), Li Zhe Kun (Zai Zai), etc
Director: Larry Yang
Screenplay: Larry Yang
Producers: Victoria Hon
Duration: 2 hours, 21 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

7 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Blanca4016
Blanca4016
3 months ago
Katelyn166
Katelyn166
3 months ago
Ayden2157
Ayden2157
3 months ago
Francesco373
Francesco373
3 months ago
Alexa3324
Alexa3324
3 months ago
Isabelle3327
Isabelle3327
3 months ago
Carey1349
Carey1349
3 months ago
7
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x