ReviewCinemaFilm

Review: They Will Kill You, Hadir Sebagai Film Berdarah Yang Berbalut Komedi Gelap

122
×

Review: They Will Kill You, Hadir Sebagai Film Berdarah Yang Berbalut Komedi Gelap

Share this article

They Will Kill You yang hadir sebagai film action comedy horror yang hadirkan komedi gelap yang menyindir tentang isu sosial yang marak saat ini.

LASAK.iDTrailer yang merupakan potongan adegan yang dikemas secara sinematik juga dramatik menjadi strategi dari pembuat film untuk menarik perhatian juga rasa penasaran penikmat film. Melalui trailer, penikmat film diajak untuk memiliki imajinasi dalam menerka-nerka akan tema, alur, dan konflik cerita yang masih berada di titik ambigu.

Trailer muncul sebagai teka-teki untuk memberikan kejutan untuk penikmat film. Entah pada akhirnya akan menjadi kejutan besar yang memuaskan ekspektasi atau justu plot twist-nya menjadi anti klimaks untuk penikmat film. Sejatinya, kehadiran trailer bisa menjadi stimulus bagi penikmat film untuk datang ke bioskop menonton utuh cerita filmnya.

Seperti yang terlihat dalam trailer yang dirilis Warner Bros pada awal tahun untuk film terbaru lainnya di 2026 berjudul They Will Kill You. Sajiannya cukup gamblang akan adegan pertarungan dan berdarah yang intens dari karakter utamanya bernama Asia Reaves yang diperankan Zazie Beetz.

Gambaran yang tertangkap langsung penikmat film bahwa They Will Kill You akan menyajikan sebuah film berdarah yang intens seperti kebanyakan film dengan genre seperti action, thriller atau slasher. Betul saja, sepanjang film bahkan sejak menit awal adegan berdarah dan membuat ketegangan sudah tersajikan.

Baca juga: Review: The Bride!, Film Gothic Romance Yang Menggabungkan Realitas dan Fiksi Novel

Di mulai dari adegan berdarah yang ringan karena pukulan atau tusukan benda lebih kecil seperti obeng hingga yang sadis dan brutal dengan pisau besar (jagal) hingga flintlock, senjata api yang cukup sering digunakan dalam film aksi berdarah. Yang membuat filmnya terasa intens karena pemilihan latar terutama pada tempat atau lokasi.

Adegan They Will Kill You sepenuhnya dilakukan di dalam gedung dan ruangan. Di antaranya bahkan dilakukan di sebuah lorong sempit yang panjang dengan banyak percabangan yang merupakan jalan rahasia bawah tanah dari gedung tersebut. Meski secara harfiah ruangan yang digunakan dalam adegan memiliki ukuran besar.

Namun, terjebak dalam satu gedung meski memiliki banyak ruangan kadang sebagian penikmat film secara nalar menangkapnya tetap sebagai satu ruangan utuh. Ruangan seperti kamar maupun lorong bawah tanah digunakan untuk mempersempitnya terutama gerak dan adegan.

Sehingga intensitas dan sensasi menegangkan semakin terasa di penikmat film dari They Will Kill You. Sutradara dan DOP dari filmnya menambahkan dengan sinematografi yang merujuk pada sudut kamera dengan teknik, seperti Dolly In – Pause/Hold – Dolly Out (Push-in/Pull-out).

Di mana, kamera tidak sepenuhnya bergerak secara statis tetapi berhenti per sekian detik di objek yang merupakan adegan berdarah yang sadis. Sebut saja, adegan ketika karakter Asia Reaves menembak atau menebas bagian tertentu dari tubuh para antagonis filmnya. Tentunya, disempurnakan dengan properti semburan darah merah maupun bekas lukanya.

Se-intens apapun film tentu ada bagian dari cerita yang memberikan kelonggaran pada otot agar tidak menegang. Adegan yang lebih kalem untuk melihat dialog satu sama lain yang lebih ringan tetap tersajikan meski cukup minim. Ini dikarenakan pada ujung percakapan dari para karakter akan berakhir dengan kata atau kalimat sarkas untuk kembali pada adegan yang menegangkan, sadis, dan berdarah.

Untuk sebuah film yang mengusung kesadisan dalam cerita dan adegan, selalu memiliki pola dan pakem tak tertulis. Tak hanya yang dipahami pembuat film saja tetapi penikmat filmnya pun memiliki hal yang sama. Untuk itulah pembuat film dituntut memiliki poin dari cerita untuk menjadi sebuah daya tarik yang kuat.

Film They Will Kill You sendiri masih membawa pakem yang sama, namun penulis sedikit membelokkannya pada alur, konsep, latar, hingga karakter cerita sebagai daya tarik. Satu di antaranya menempatkan latar pada satu gedung. Hanya beberapa adegan yang dilakukan di luar ruangan yang merupakan bagian dari pengenalan karakter dan cerita.

Hal lain pada karakter utama yang adalah perempuan. Tak menjadi yang pertama tetapi karakteristik dari Asia Reaves cukup kuat sebagai daya tarik filmnya. Trailer memang sudah diperlihatkan bahwa karakter Asia Reaves memiliki kemampuan bela diri, namun setelah menonton filmnya karakter yang dibangun cukup berkembang.

Tak boleh ketinggalan sisipan komedi pada cerita sebagai bagian dari daya tarik filmnya. They Will Kill You tak sekedar menghadirkan komedi ringan yang sekedar hadirkan senyum-senyum tipis. Sutradara Kirill Sokolov yang juga menulis cerita bersama Alex Litvak lebih memilih sajian komedi hitam (dark jokes).

Langkah yang cukup berhasil, tak sekedar sebuah senyuman tetapi menciptakan ekspresi beragam di penikmat film. Kirill Sokolov dan Alex Litvak tak hanya menghadirkannya melalui dialog, tetapi juga gesture dan mimik mereka pun menjadi bagian dari komedi gelap tersebut.

Misalnya, senyum seringai Asia Reaves yang diperlihatkannya di awal film saat menghadapi para orang kaya yang tinggal di gedung The Virgil. Hal yang sama pun banyak terlihat pada adegan fight, penikmat film tak hanya merasakan kengerian tetapi tawa di saat yang bersamaan.

Komedi gelap yang sebenarnya sebuah sindiran keras pada sebuah objek atau isu yang terjadi di masyarakat dunia turut ditampilkan dalam film They Will Kill You. Bahkan menjadi benang merah dari cerita filmnya, yang paling menonjol pada diskriminasi gender dan warna kulit, orang kaya (kelompok elit), hingga sekte satanic. Sajiannya pun dipadukan antara sisi serius dan komedi.

Baca juga: Review: Wuthering Heights, Adaptasi Bebas Yang Berikan Wajah Baru Dari Romantisme Gaya Klasik

Setelah latar, alur, hingga komedi gelap, sajian plot twist menjadi penunjang daya tarik cerita. Ini berkaitan para antagonis yang ternyata tak sekedar orang kaya gabut untuk bermain-main dengan karakter protagonis. Meski secara gamblang alur cerita sudah terjelaskan dari sinopsis dan trailer yang beredar, namun adegan yang menjelaskan akan orang kaya dan elit, kuil setan, keabadian, dan persembahan yang dibuat sebagai plot twist masih menjadi kekuatan tersendiri dari filmnya sebagai daya tarik.

Berdasarkan penjelasan-penjelasan sebelumnya, They Will Kill You mungkin salah satu film action comedy horror yang cukup menarik perhatian di tahun 2026 ini. Kirill Sokolov yang diketahui pernah menyutradarai IP dari judul It, memberikan gambaran ke penikmat film bahwa dirinya memiliki pakem pada setiap karyanya.

Kirill Sokolov memadukan setiap sisi dalam film yang saling berkesinambungan untuk menciptakan daya tarik yang kuat. Hal ini untuk menyamarkan pakem tak tertulis dari film dengan tema dan konsep seperti They Will Kill You. Sehingga filmnya hadir sebagai sajian yang fresh. Meski secara konsep pun bukan sesuatu yang baru karena banyak diusung pembuat film lain dari jauh sebelum ini.

Selain itu, ada beberapa adegan yang menimbulkan beberapa pertanyaan di penikmat film. Di antaranya, saat karakter Asia Reaves melakoni beberapa adegan saat hujan deras. Logisnya, seluruh tubuh seseorang akan terlihat basah kuyup. Namun, tubuh karakter Asia Reaves tidak memperlihatkan hal tersebut.

Jika melihatnya dari sudut kamera, wardrobe, dan proses editing mungkin bisa menjadi masuk akal. Jika adegan tersebut dilakukan secara real time justru menjadi adegan yang tidak continuity atau jumping. Sebagian penikmat film mungkin ada yang mengabaikan hal tersebut karena fokus dengan alur cerita, tetapi sebagiannya lagi akan berpikir sebaliknya.

Selain hujan, adegan “bocor” juga terlihat di beberapa adegan lain dari filmnya. Tak menjadi sebuah hal yang fatal untuk filmnya karena sajian yang intens dari filmnya cukup menutupi hal tersebut. Setiap sisi yang saling melengkapi untuk mengurangi risiko blunder dari filmnya itu sendiri.

Production company: New Line Cinema, Nocturna
Distributor: Warner Bros. Pictures
Cast: Zazie Beetz (Asia Reaves), Myha’la (Maria Reaves), Paterson Joseph (Ray Woodhouse), Tom Felton (Kevin Sullivan), Heather Graham (Sharon Vanderbilt), Patricia Arquette (Lilith Woodhouse), Angus Sampson (Investigator & Lawyer), James Remar (The Voice of the Pig’s Head), etc
Director: Kirill Sokolov
Screenplay: Kirill Sokolov, Alex Litvak
Producers: Andy Muschietti, Bárbara Muschietti, Dan Kagan
Duration: 1 hours 34 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Also Read
4 days ago

Thanks for this valuable post.

Read More
4 days ago

Great content and insights.

2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x