LASAK.iD – Film bergenre musik hampir selalu meninggalkan kesan dan memori yang melekat di penikmat filmnya. Secara umum peran cerita yang terbangun sepanjang film atau secara khususnya pada musik yang spesifik untuk perform lagu sepanjang filmnya. Untuk temanya pun beragam, ada yang spesifik pada musikal, biografi, komedi, perjuangan pada mimpi, persahabatan, atau kritik sosial.
Hal yang juga dilakukan penulis dan sutradara John Carney untuk karya terbarunya Power Ballad. Sajian cerita yang dihadirkan John Carney dirasa cukup sederhana yang secara konsep pun sering ditemukan dalam film dengan tema serupa, tentang kehidupan yang terjadi di industri musik.
Di mana, Power Ballad melalui dua karakter utamanya Rick Power (Paul Rudd) dan Danny Wilson (Nick Jonas) membawa sebuah cerita dan konflik yang memang cukup relatable dengan kehidupan industri musik melalui gambaran dari sudut pandang seorang penyanyi atau musisi.
Baca juga: Review: The Furious, Film Kolaborasi Yang Menampilkan Ciri Khas Setiap Pemain
Menilik cerita filmnya, Power Ballad yang ditulis John Carney dan Peter McDonald secara jelas mengambil bagian kehidupan Nick Jonas yang merupakan seorang penyanyi sebagai adaptasi cerita. Pada kehidupannya sebagai pribadi serta pribadinya dalam bermusik dan bernyanyi.
Untuk kebutuhan hiburan tentu ada pengembangan yang dilakukan lebih luas menyesuaikan kebutuhan sebagai sebuah film. Jika dijabarkan lebih merinci yang diibaratkan sebagai ranting-ranting kecil pada pohon besar, digambaran pada sebuah kebebasan dan tantangan dalam bermusik sebagai seorang penyanyi atau superstar.
Untuk film berjudul Power Ballad, ada dua ranting yang menjadi highlight cerita, tentang sudut pandang berbeda sebagai musisi dan penyanyi. Ranting pertama diwakili sosok penyanyi dan musisi muda bernama Danny Wilson, yang memutuskan keluar dari boyband dan memilih bersolo karir untuk menunjukkan sisi asli musiknya.
Ranting kedua digambarkan melalui karakter Rick Power. Seseorang yang lebih dewasa dan berpengalaman dengan cita-cita yang lebih terlihat seperti obsesi untuk menjadi musisi besar dan terkenal. Cita-cita yang terjebak pada sebuah band pernikahan yang kini menaungi bakat dan menjadi sumber penghasilannya.
Kisah dari Rick Power dan Danny Wilson memang terbilang cukup sederhana dan umum, namun John Carney sebagai penulis dan sutradara memberikan sentuhan yang sedikit berbeda untuk hadir sebagai nilai lebih untuk filmnya memiliki satu sisi berbeda dari film serupa. Baik yang diperlihatkan pada karakter-karakter yang ada dalam cerita maupun pada musik atau lagunya itu sendiri.
Hal ini bisa dilihat dari drama yang disajikan sepanjang filmnya. John Carney sebagai penulis dan sutradara tentu memberikan bumbu hiburan tetapi di sisi lain ia mencoba mempertahankan sebuah realita yang tidak dibuat hiperbola demi sebuah tontonan. John Carney mencoba tetap pada porsi humanis yang normal tanpa terkesan dibuat berlebihan.
Untuk itu, pembangun konflik hingga penyelesaian konflik cerita filmnya tidak memperlihatkan adanya konfrontasi, kontroversi, atau mungkin kekerasan fisik maupun psikis yang ekstrim. Melihat hal ini, John Carney ingin memperlihatkan dan menekankan pada penyajian yang lebih lembut.
Hal ini sebenarnya cukup menjadi daya tarik untuk penikmat film menikmati setiap adegan-adegan yang disajikan para karakter terutama dua karakter utamanya, Rick Power dan Danny Wilson. Untuk itu, John Carney lebih menekankan pada konflik batin seseorang untuk sekedar mendapat pengakuan dari orang lain maupun orang terdekat dalam hal ini terkait karya dalam musik dan lagu.
Hal lainnya yang selalu menjadi daya tarik film bergenre musik, saat para pemain sebagai karakternya yang merupakan penyanyi atau musisi beradegan dalam menunjukkan kemampuan dalam bernyanyi (sering kali asli) atau menciptakan musik dan lagu. Film Power Ballad pun melakukan hal yang sama dan cukup berhasil menarik perhatian penikmat film.
Original soundtrack berjudul How to Write a Song Without You yang menjadi pokok utama dari konflik filmnya juga cukup membekas di sebagian besar penikmat film. Secara musik memang jelas membawa musik klasik yang dalam filmnya memang digambarkan diciptakan oleh Rick Power, namun menjadi menarik ketika diberikan sisi kekinian melalui karakter Danny Wilson. Lagu yang sepertinya masuk dalam daftar penikmat film untuk mencarinya di berbagai platform musik setelah menonton filmnya.
Di film ini pula penikmat film bisa melihat sisi lain dari aktor Paul Rudd yang ternyata memiliki kemampuan bernyanyi yang mumpuni. Tak kalah dengan lawan mainnya, Nick Jonas yang memang penyanyi dan musisi sebagai solois maupun bersama saudaranya dalam sebuah grup band bernama Jonas Brother.
Sinopsis
Power Ballad membawa kisah kehidupan dari seorang penyanyi bernama Danny Wilson yang kini berjuang penyanyi yang tengah berjuang menjadi solois melalui warna musiknya sendiri setelah merasa terkekang dalam kehidupan bermusik sebagai member boyband.
Danny Wilson memang mendapatkan kebebasan bermusik, namun tantangan baru menantinya sebagai solois. Tak sekedar melepas imagenya tetapi juga musik boyband yang selama ini melekat padanya. Ia harus menunjukkan jati diri baru dalam musik maupun pribadi sebagai seorang Danny Wilson.
Tantangan paling berat sebagai solois pun didapatkannya dengan cepat. Solo karir menuntut Danny Wilson untuk bisa bermusik secara individu dalam menciptakan musik dan menulis lagu. Hasilnya pun bukan musik yang biasa tetapi memiliki ikatan dengan penggemar dan pendengar secara umum.
Keputusasaan yang kemudian mempertemukannya dengan seorang vokalis band pernikahan bernama Rick Power. Tak hanya jago dalam bernyanyi, Rick Power yang menjadikan musik sebagai hidupnya telah memberikan semangat baru untuk Danny Wilson dalam menciptakan musik dan lagu.
Bahkan potongan melodi dan potongan lirik dari lagu ciptaannya yang belum berjudul mampu membuat kecintaan seorang super star seperti Danny Wilson. Setelah momen keduanya menghabiskan waktu berbagi ilmu dan pengalaman ternyata cukup membekas untuk masing-masing. Terutama Danny Wilson melalui lagu yang kemudian diberi judul How To Write A Song Without You.
Lagu yang membuat nama Danny Wilson berada di puncak kesuksesan hingga berhasil menggelar world tour untuk album terbarunya. Rick Power yang sadar dengan antusias memberitahukan kepada rekannya di band pernikahan dan keluarga atas pencapaian tersebut.
Sayangnya, tidak ada bukti paten atas kepemilikan atas lagu tersebut yang membuat semua orang didekatnya mengganggap Rick Power berkhayal dan terlalu percaya diri hanya karena menghabiskan satu malam bersama Danny Wilson untuk membahas tentang musik.
Rick Power pun mulai menyadari dan bergegas menghubungi Danny Wilson melalui manajemen tempatnya bernaung yang berbasis di Los Angeles, Amerika. Hasilnya tetap nihil karena Rick Power tidak memiliki bukti rekaman audio maupun video terhadap lagu tersebut.
Kepercayaan yang terluka membuat emosi dari Rick Power tidak terkontrol, akhirnya menempatkan dirinya dalam posisi yang sulit. Tak hanya tidak dipercaya tetapi juga kehilangan kepercayaan dari orang sekitarnya. Hal itu ternyata tidak membuatnya menyerah dan semakin terpuruk. Bersama Sandy yang adalah sahabatnya, Rick Power nekat terbang ratusan kilometer dari Irlandia ke Los Angeles untuk bisa menemui Danny Wilson dan menuntut penjelasan.
Rick Power dan Sandy memang berhasil datang ke salah satu konser dari Danny Wilson, namun keduanya yang bukan menjadi bagian dari tamu tidak bisa memasuki private party yang diadakan sang penyanyi. Keduanya sempat patah arang namun takdir masih berpihak kepada mereka. Rick Power dan Sandy tanpa sengaja bertemu dengan pasangan George dan Barbara. Kliennya sekaligus sahabat dari Danny Wilson.
Pasangan tersebut akhirnya mengajak Rick dan Sandy ke kediaman Danny yang menjadi lokasi sebenarnya dari pesta. Di sana, akhirnya Rick Power bisa bertemu dengan Danny Wilson secara pribadi. Pada awalnya, Danny Wilson dengan tegas bahwa lagu tersebut diciptakannya sendiri.
Hal tersebut tidak memberikan kepuasaan untuk Rick Power yang sebenarnya tidak sepenuhnya menuntut royalti tetapi sebuah pengakuan bahwa itu merupakan karya yang diciptakannya. Perdebatan yang membuat keduanya sempat bersenggolan secara fisik yang sempat membuat Danny Wilson terjatuh dari ketinggian.
Rick Power yang tidak memilih kekerasan tetapi pendekatan secara emosional dengan kata-kata yang bijak pada akhirnya mendapat pengakuan langsung dari mulut Danny Wilson. Hal yang menjadi cukup untuknya dan terbebas dari rasa amarah yang beberapa waktu menyelimuti hatinya. Rick Power kembali ke Irlandia dengan perasaan lega dan bahagia.
Kebahagiaan ternyata terus didapatkan oleh Rick Power, ketika bukti yang dipertanyakan banyak orang termasuk istri dan putri tersayangnya berhasil ditemukan melalui rekaman yang tersimpan di perangkat komputernya. Hal yang sepertinya membawa perubahan besar dalam hidup Rick Power, keluarga, dan band pernikahannya yang ditandai dengan dirinya yang sepertinya memiliki banyak uang hasil dari pemberian royalti lagu How to Write a Song Without You.
Production company: 30West, Screen Ireland, Likely Story, Distressed Films, Treasure Entertainment
Distributor: Lionsgate Films
Cast: Paul Rudd (Rick Power), Nick Jonas (Danny Wilson), Peter McDonald (Sandy), Marcella Plunkett (Rachel Power), Beth Fallon (Aja Power), Jack Reynor (Mac), Havana Rose Liu (Marcia), Sophie Vavasseur (Amanda), etc
Director: John Carney
Screenplay: John Carney, Peter McDonald
Producers: Anthony Bregman, John Carney, Peter Cron, Rebecca O’Flanagan, Robert Walpole
Duration: 1 hours 38 minutes






