ReviewCinemaFilm

Review: The Magic Faraway Tree, Pukulan Emosional di Balik Warna-Warni Negeri Ajaib

41
×

Review: The Magic Faraway Tree, Pukulan Emosional di Balik Warna-Warni Negeri Ajaib

Share this article

The Magic Faraway Tree sebuah karya yang membangkitkan karya klasik Enid Blyton, penulis cerita anak-anak terkenal asal Inggris.

LASAK.iD – Film fantasi selalu hadir sebagai ruang besar yang penuh dengan hal-hal tidak masuk dan kental akan hal yang magical. Genre yang seolah menjadi arena bermain dari ide liar dan imajinasi seorang penulis akan angan dan impian masa kecil yang akhirnya bisa tersalurkan melalui karya audio visual.

Karya yang selalu menyajikan petualangan seru yang ditawarkan para karakter untuk memanjakan penikmat film. Terutama melalui set dan karakteristik karakter yang imajinatif dan magical. Representatif dunia nyata yang dibuat dalam ruang imajinasi yang liar sehingga terlihat dan berbentuk tidak biasa.

Film genre ini pun kadang hadir sebagai refleksi untuk penulisnya itu sendiri dan penikmat film, melalui keseluruhan bagian filmnya. Terutama dari sinematografi yang merujuk pada coloring film dengan memilih warna yang cerah tetapi tidak berlebih, seperti merah muda, biru, hijau, jingga, kuning, dan warna lain yang memberikan kesan lembut dan kalem.

Baca juga: Review: We Bury the Dead, Horor Sunyi Tentang Duka dan Kehilangan di Tengah Kiamat Zombie

Hal imajinatif dan magical yang juga diperlihatkan karya terbaru dari penulis Simon Farnaby dan sutradara Ben Gregor yang berjudul The Magic Faraway Tree. Film adaptasi buku berjudul The Faraway Tree, karya penulis cerita anak-anak terkenal inggris bernama Enid Blyton.

Cerita tentang keluarga Thompson yang memutuskan pindah ke sebuah desa karena ingin membuat usaha saus tomat. Awalnya ketiga anak dari keluarga tersebut tidak setuju, namun pemikiran mereka berubah setelah mengalami petualangan magis ke dunia yang bernama Magic Faraway Tree yang penuh dengan beragam peri yang digambarkan seperti sifat manusia.

Petualangan yang membangkitkan imajinasi ketiga anak keluarga Thompson yang selama ini terbelenggu, yang sekaligus mengubah ketiganya tentang banyak hal dan tidak lagi menjadi seseorang yang fanatik terhadapt teknologi. Berikut ulasan tentang film yang dibintangi aktor Andrew Garfield.

Pesan Abadi tentang Keajaiban Imajinasi

Film The Magic Faraway Tree hadir membawa pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga imajinasi dan tidak pernah berhenti bermimpi.

Di tengah kondisi dunia modern yang kian kompleks, upaya untuk tetap terhubung dengan sisi kekanakan di dalam diri menjadi sebuah narasi yang sangat relevan.

Adaptasi ini berhasil menghidupkan kembali keajaiban dari karya klasik Enid Blyton, sekaligus menyajikannya sebagai pengingat akan kekuatan harapan bagi audiens masa kini.

Modernisasi Alur dalam Bingkai Realitas

Alur ceritanya mengalami modifikasi modern dengan berfokus pada sebuah keluarga yang pindah ke pedesaan demi mengejar impian membangun bisnis saus tomat.

Anak-anak dalam keluarga tersebut, yang awalnya sangat terobsesi dengan teknologi, dipaksa untuk beradaptasi dengan alam hingga akhirnya menemukan keberadaan pohon ajaib.

Perubahan latar belakang ini menjadi jembatan yang menarik untuk memperlihatkan bagaimana keajaiban dapat ditemukan melalui eksplorasi alam dan interaksi nyata, jauh dari layar ponsel.

Estetika Visual yang Surealis dan Menawan

Secara visual, dunia-dunia unik yang dikunjungi di atas pohon tersebut tampak begitu menawan dan penuh warna. Desain produksinya memberikan kesan tradisional yang inventif namun tetap terasa megah, menciptakan suasana surealis yang terkadang menyerupai estetika visual khas Terry Gilliam.

Meskipun didukung oleh efek khusus yang masif, film ini tetap mempertahankan sentuhan artistik yang terasa nyata melalui kostum dan tata ruang yang berani, memberikan pengalaman visual yang memikat.

Kekuatan Karakter di Tangan Para Maestro

Jajaran pemeran film ini diisi oleh deretan talenta komedi terbaik Inggris, seperti Michael Palin, Jennifer Saunders, dan Lenny Henry, yang memberikan nyawa pada karakter-karakter ikonik.

Interaksi antar tokoh dibangun dengan cukup kuat, terutama pada karakter Moonface yang mampu membangkitkan kehangatan dalam cerita.

Baca juga: Review: Bad Genius, Remake Yang Kurang Bikin Greget

Namun, terdapat sedikit catatan pada karakter antagonis Dame Snap yang diperankan oleh Rebecca Ferguson, di mana potensi karakternya terasa kurang dimaksimalkan di tengah durasi film yang sangat padat.

Refleksi Pendewasaan dan Sentuhan Nostalgia

Nostalgia menjadi kekuatan emosional utama yang mampu menyentuh sisi terdalam penonton, terutama melalui tema tentang proses pendewasaan yang diselipkan di sepanjang narasi.

Film ini dengan jujur memotret realitas mengenai apa yang hilang saat seseorang bertambah usia, serta bagaimana rasanya melihat anak-anak mulai menjauh seiring mereka tumbuh mandiri.

Momen-momen mengharukan di dalamnya berhasil membangkitkan kembali kenangan masa kecil bagi mereka yang tumbuh besar bersama buku aslinya.

Catatan Kritis pada Eksplorasi Antagonis

Terlepas dari berbagai kelebihannya, terdapat beberapa aspek yang dirasa kurang sempurna, seperti kehadiran sebuah lagu yang dianggap kurang selaras dengan aliran cerita. Beberapa bagian narasi juga terkesan sedikit terburu-buru, sehingga pengembangan beberapa elemen fantasi terasa kurang mendalam.

Fokus yang terkadang terlalu berat pada drama realitas keluarga di dunia nyata juga dianggap sedikit mengurangi porsi petualangan di negeri-negeri ajaib yang seharusnya menjadi daya tarik utama.

Sebuah Pelarian Keluarga yang Menghangatkan Hati

Secara keseluruhan, The Magic Faraway Tree merupakan sebuah karya yang menghangatkan hati dan penuh daya imajinasi tentang indahnya menjadi anak-anak. Film ini berhasil menyajikan kisah yang sederhana namun bermakna mengenai cara mengikuti impian serta mengapresiasi hal-hal berharga yang sudah ada di sekitar.

Sebagai sebuah tontonan keluarga, film ini sangat layak direkomendasikan karena kemampuannya dalam menciptakan pelarian yang indah ke dalam dunia fantasi yang memukau.

Written by Hadi Hutama

Production company: Ashland Hill Media Finance, Neal Street Productions, Elysian Film Group
Distributor: Entertainment Film Distributors, Vertical
Cast: Andrew Garfield (Tim Thompson), Claire Foy (Polly Thompson), Delilah Bennett-Cardy (Beth Thompson), Billie Gadsdon (Fran Thompson), Phoenix Laroche (Joe Thompson), Nicola Coughlan (Silky), Nonso Anozie (Moonface), Jessica Gunning (Dame Washalot), Jennifer Saunders (Grandma Thompson), Rebecca Ferguson (Dame Snap), Dustin Demri-Burns (the Saucepan Man), Mark Heap (Mr. Oom Boom Boom), Oliver Chris (Mr. Watzisname), Lenny Henry (The Great Know-All), Michael Palin (Know-All), Simon Russell Beale (Know-All), Hiran Abeysekera (Angry Pixie), Pippa Bennett-Warner (Hannah), Simon Farnaby (The Farmer), Claire Keelan (The Farmer’s Wife), Ramon Tikaram (The Market Stall Seller), Judi Dench (A Fridge), etc
Director: Ben Gregor
Screenplay: Simon Farnaby
Producers: Pippa Harris, Nicholas Brown, Danny Perkins, Jane Hooks
Duration: 1 hours 50 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x