ReviewCinemaFilm

Review: Mortal Kombat II, Cerita Yang Mencoba Kembali Ke Nadi Gimnya

118
×

Review: Mortal Kombat II, Cerita Yang Mencoba Kembali Ke Nadi Gimnya

Share this article

Mortal Kombat II melakukan global tour untuk promosi film dan bertemu kembali penggemar setelah 5 tahun.

LASAK.iDMortal Kombat merupakan turnamen antar-alam (realms) yang menghadirkan para petarung terpilih dan terbaik dari masing-masing dunia. Turnamen yang mempertaruhkan nyawa dan dunia mereka tinggal sempat hiatus selama kurang lebih 5 tahun, hingga akhirnya kembali lagi ke layar bioskop di bulan Mei 2026 ini.

Film sekuel yang menjadi penantian panjang penggemar akhirnya tiba untuk melihat kembali aksi dari para karakter ikoniknya, seperti Lord Raiden, Liu Kang, Sonya Blade, Jax, Cole Young, dan sang antagonis Shao Kahn. Secara produksi, Mortal Kombat II tentunya melanjutkan misi penyelamatan Earthrealm yang dilakukan para pejuang terpilihnya dari rencana penguasaan oleh pemimpin Outworld bernama Shao Kahn.

Sayangnya, pihak Earthrealm yang dipimpin Lord Raiden kekurangan satu petarung lagi untuk mengisi kuota yang seharusnya berjumlah 5 orang. Petarungan sebelumnya, Cole Young keturunan dari Scorpion atau Hanzo Hasashi terpilih dan kini menjadi petarung tetap, tetapi disisi lain Earthrealm kehilangan petarung hebatnya yang lain, yaitu Kung Lao.

Kekosongan yang akhirnya membuat para dewa memilih kembali petarung terbaiknya di Earthrealm. Kali ini, pilihannya jatuh pada sosok bernama Johnny Cage. Ia merupakan aktor lawas yang ternyata memiliki kemampuan bela diri yang dikuasainya sejak usia muda. Johnny Cage muda bahkan meraih banyak gelar juara dari bela diri tersebut.

Baca juga: Joe Taslim Bersama Pemain Mortal Kombat II Hadir di Jakarta Untuk Global Tour

Hal yang menjadi masuk akal untuknya bisa terpilih untuk mengisi posisi petarung terakhir dari Earthrealm. Awalnya, Johnny Cage menolak karena mengemban tanggung jawab dan risiko yang sangat besar. Lambat laun setelah melihat keadaan di dunia yang tidak dikenalnya, Johnny Cage mulai menyadari perannya, meski kemampuan dalam dirinya belum sepenuhnya disadarinya.

Akhirnya, turnamen untuk mempertahankan Earthrealm pun dimulai dan Johnny Cage menjadi petarung pertama yang terpilih. Ia langsung berhadapan dengan Kitana, seorang putri dari kerajaan bernama Edenia yang telah direbut oleh Shao Kahn dari petarungan sebelumnya.

Selama itu juga Kitana menjadi putri angkat dari Shao Kahn. Meski begitu, dendam dan amarah terhadap Shao Kahn masih terjaga dalam hatinya, yang membuat hatinya tetap berada di sisi Earthrealm, walau dengan statusnya sebagai petarung dari Outworld. Johnny Cage yang masih terkejut dan tidak terbiasa belum secara maksimal mengeluarkan kemampuannya.

Alhasil, dirinya menjadi petarung Earthrealm pertama yang gugur. Beruntungnya Johnny Cage di pertarungan pertama berhadapan dengan Putri Kitana yang sebenarnya memihak sisinya. Sehingga, Johnny Cage tidak sampai kehilangan nyawa karena Kitana membiarkannya tetap hidup.

Selanjutnya, para petarung dari kedua dunia silih berganti meraih kemenangan dan kekalahan. Namun, penjahat licik dan kejam seperti Shao Kahn akan selalu menghalalkan segala cara untuk memenangkan turnamen dan bisa menguasai Earthrealm. Ia dan para pengikutnya mengetahui bahwa Jimat Shinnok memiliki kekuatan besar yang bisa membantunya menang dengan menjadikannya makhluk kekal.

Betul saja, dengan kekuatan barunya, Shao Kahn mampu membunuh Cole Young dan Liu Kang dalam pertarungan resmi Mortal Kombat dan petarung Jax di momen berbeda. Upaya menggagalkan usaha Shao Kahn memang harus dibayar mahal. Bahkan pemimpin mereka Lord Raiden nyaris kehilangan kehidupannya karena diserap oleh Jimat Shinnok.

Segala upaya dilakukan oleh pihak Earthrealm dengan mendatangi dunia bawah untuk mengejar Bi-han, yang sebelumnya mencuri kembali Jimat Shinnok dari Liu Kang cs. Meski selalu membuat kebingungan, Kano yang juga kembali dihidupkan bersamaan dengan Bi-han dan Kung Lao kembali berpihak ke Earthrealm. Hal ini karena Kano memiliki kepentingannya tersendiri.

Keduanya kemudian bertemu dengan Hanzo Hasashi untuk memintanya memandu yang mengenal baik dunia yang disebut neraka bernama Netherrealm. Sesampainya di Netherrealm pertarungan antara Hanzo Hasashi atau Scorpion yang masih memiliki dendam dan amarah dengan Bi-han atau Shadow pun kembali terjadi. Johnny Cage dibantu Kano pun turut membantu karena Bi-han mampu mengeluarkan bayangannya untuk juga melakukan pertarungan.

Di momen itu pula, Johnny Cage bisa menemukan kekuatannya yang tersembunyi. Sehingga bisa membantu petarung Earthrealm lainnya menghancurkan Jimat Shinnok dan berhasil mengembalikan kehidupan dari Lord Raiden. Dengan hancurnya Jimat Shinnok secara otomatis kekuatan kekal dari Shao Kahn pun menghilang dan kembali menjadi makhluk fana.

Kitana yang beralih menjadi petarung terakhir dari Earthrealm, pada akhirnya bertarung melawan Shao Kahn. Tak hanya sekedar melindungi dunianya tinggal tetapi dendam di masa lalu menjadi motivasi besar dari Putri Kitana. Ia pun berhasil mengalahkan Shao Kahn yang kembali menjadi makhluk fana setelah Jimat Shinnok hancur.

Setelahnya, kehidupan dari Kerajaan Edenia kembali damai dan Earthrealm selamat dari upaya cengkraman dan niat jahat dari Shao Kahn. Setelahnya, misi dari para petarung Earthrealm menjemput kembali rekan-rekan mereka yang sebelumnya gugur dalam turnamen. Hanzo Hasashi pun perlahan menemukan kedamaian dalam dunia yang diciptakannya setelah mengalahkan kembali Bi-han.

Review

Mortal Kombat dalam pengaluran cerita masih dengan konsep dan pola yang sama, baik di awal live-action dari Mortal Kombat hadir pada era 90-an hingga kini yang hadir sebagai film produksi reboot. Selain ceritanya berdasarkan garis besar dari video game bahwa Mortal Kombat merupakan turnamen yang mempertemukan dua dunia (Outworld dan Earthrealm).

Mortal Kombat dalam versi live-action memiliki cerita yang biasanya lebih berfokus pada latar belakang para tokoh dan juga membentuk narasi baru. Inilah alasan konsep dan pola yang sama terlihat dari semua produksi live-action. Hal yang sama berlaku untuk cerita yang tidak melulu lebih kompleks dari gimnya.

Terlihat dari live-action di era 90-an dan era sutradara Simon McQuoid yang menjadikan satu karakternya sebagai sentral cerita atau lebih tepatnya sebagai pengantar cerita, meski karakter yang ditampilkan dalam filmnya cukup banyak. Misalnya, live-action dari Mortal Kombat di era 90-an, kedua filmnya menjadikan karakter Liu Kang sebagai sentral.

Kini, versi reboot yang dimulai pada 2021 lalu menjadikan satu tokoh bernama Cole Young sebagai sentral. Kehadiran karakter tersebut semoat mendapat kritik pedas dari penggemar karena menjadi karakter baru yang diciptakan penulis Greg Russo dan David Callaham. Keduanya sebenarnya telah menegaskan tidak mengadaptasi satu gim secara spesifik, melainkan mengambil elemen dari berbagai seri dan menciptakan alur cerita baru.

Tahun ini, kelanjutan dari filmnya pertamanya resmi dirilis. Seolah mendengar krtitik pedas film terdahulu, Jeremy Slater, penulis untuk film sekuelnya mencoba mengembalikan esensi gimnya dengan menghadirkan karakter familiar bernama Johnny Cage, yang sekaligus menjadi sentral cerita untuk produksi terbaru.

Kehadiran Johnny Cage pun menghadirkan warna berbeda, tak hanya menandai kembalinya para karakter ikonik dari gimnya. Karakter yang diperakan aktor Karl Urban menghidupkan setiap adegan tidak hanya pada sisi adegan fight tetapi gesture dan dialog yang mengandung komedi menjadi nilai tambah.

Apalagi dialog yang dilontarkan oleh karakter Johnny Cage menggunakan banyak nama karakter dalam film, seperti Robocop hingga Voldermort. Dialog yang terkesan sarkas tetapi justru mengundang gelak tawa penikmat film. Dialog yang memang disesuaikan dengan karakternya yang seorang aktor sehingga pancingan untuk ketawa pun seputar film yang juga sudah familiar di penikmat film.

Terlebih, aktor Karl Urban memang jarang bermain dalam film yang memiliki unsur komedi, namun ada sisi dirinya yang cukup untuk membuat penikmat film tertawa ketika berlakon untuk gesture maupun dialog komedi. Kembali lagi, didukung dengan dialog yang juga dekat dengan para penikmat film.

Untuk cerita dan pengkarakteran, Mortal Kombat II kembali ke nadinya sesuai dengan gimnya walau tidak sepenuhnya 100 persen autentik tetapi cukup mewakili. Untuk sisi ceritanya sendiri masih dengan gagasan awal yang ingin membuat sebuah narasi baru dengan tetap berakar dari nadi gimnya.

Secara vibes dan ambience yang mengacu pada benang merah cerita dan karakter cukup mewakili nadi tentang Mortal Kombat. Namun, vibes dan ambience yang berkaitan dengan visual, cerita, dan beberapa sisi lain dari filmnya memang terlihat dan terasa untuk pembaharuan untuk membuatnya lebih modern.

Untuk penikmat film yang mengenal baik Mortal Kombat terutama pemain gimnya memang ada sisi yang tidak sesuai ekspektasi karena perubahan yang cukup besar dilakukan pembuat filmnya. Jika melihat sisi lain penikmat film yang memang sekedar mengetahui Mortal Kombat hanya dari sisi turnamen bela diri atau lebih mengingat karakter paling ikoniknya, Liu Kang dan Lord Raiden, pembaharuan yang dilakukan menjadi sesuatu yang masuk akal karena sebagian penikmat film ini hanya ingin melihat sajian filmnya secara utuh.

Kembali ke sajian cerita untuk film sekuel-nya, selain memang hadir sebagai kelanjutan cerita, secara sajian film keduanya memang lebih menarik. Ada beberapa kejutan yang tak terduga dari film pertamanya. Di antaranya, unsur komedi yang diselipkan dalam adegan dan dialog terutama yang datang dari karakter Johnny Cage, terasa lebih fresh dan ngena ke penikmat film.

Sisi cerita yang berkaitan dengan karakter pada kebangkitan tak terduga dari beberapa karakter yang sebelumnya gugur dalam turnamen. Namun, secara pengakarakteran sedikit kejutan karena diubah menjadi berseberangan, sebelumnya sebagai protagonis kemudian menjadi antagonis maupun sebaliknya.

Sajian kebrutalan dalam adegan pun lebih terasa dibandingkan film pertamanya. Hal ini tentu tidak terlepas dari cerita filmnya yang menyebut bahwa turnamen antara Outworld dan Earthrealm menjadi penentu nasib. Di mana, Earthrealm berada di ujung tanduk setelah mengalami banyak kekalahan dan turnamen kali menjadi penentu nasib, apakah Earthrealm selamat atau sebaliknya.

Mortal Kombat yang mengadaptasi langsung dari gimnya tentu potensi besar menjadi sebuah universe sangat besar. Tak sebatas film sekuel tetapi bisa menjadi franchise yang memiliki banyak judul dengan potensi prekuel hingga spin-off. Menilik adaptasinya langsung dari gim dan juga kode dari filmnya yang selalu hadir di akhir cerita.

Mortal Kombat II memang tidak memiliki post-credits scene seperti kebanyakan universe untuk menunjukkan bahwa filmnya akan diproduksi berlanjut. Di sini, sutradara dan penulis ternyata melakukan atau memberikan kode melalui dialog yang dilakukan para karakter. Salah satunya melalui adegan dan dialog antara Lord Raiden dengan petarung Earthrealm yang masih bertahan. Kata seperti menemukan dan membangkitkan bisa dikatakan menjadi kunci.

Terkait hal ini sebenarnya pihak rumah produksi, para pembuat film, dan pemain yang terlibat sempat membocorkan bahwa Mortal Kombat memang menjadi proyek panjang sebagai film series. Untuk saat ini, Mortal Kombat dalam versi reboot diproyeksikan dengan tiga film awal atau trilogi. Ini tentu menjadi kabar baik untuk penggemar dan penikmat film.

Hanya saja, untuk film trilogi yang menjadi kelanjutan cerita filmnya dari para petarung Earthrealm tidak berjarak terlalu jauh seperti sebelumnya. Sehingga esensi dari benang merah tetap terasa fresh di penggemar dan penikmat film. Jadi, kita tunggu film ketiga dari dunia Mortal Kombat.

Production company: New Line Cinema, Atomic Monster, Broken Road Productions, Fireside Films
Distributor: Warner Bros. Pictures
Cast: Karl Urban (Johnny Cage), Adeline Rudolph (Kitana), Sophia Xu (Young Kitana), Jessica McNamee (Sonya Blade), Josh Lawson (Kano), Ludi Lin (Liu Kang), Mehcad Brooks (Jax), Tati Gabrielle (Jade), Lewis Tan (Cole Young), Damon Herriman (Quan Chi), Chin Han (Shang Tsung), Tadanobu Asano (Lord Raiden), Hiroyuki Sanada (Hanzo Hasashi/Scorpion), Martyn Ford (Shao Kahn), Desmond Chiam (King Jerrod), Ana Thu Nguyen (Queen Sindel), Max Huang (Kung Lao), CJ Bloomfield (Baraka), Joe Taslim (Noob Saibot/Bi-Han), etc
Director: Simon McQuoid
Screenplay: Jeremy Slater
Producers: Todd Garner, James Wan, Toby Emmerich, E. Bennett Walsh, Simon McQuoid
Duration: 1 hours 56 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Anabel766
Anabel766
2 days ago
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x