LASAK.iD – Aktor Tom Cruise tampil berbeda untuk film terbarunya berjudul Digger di tahun 2026. Sebuah proyek obsesi dari sutradara Alejandro G. Iñárritu yang dimulai dari tahun 2015. Berjalan selama lebih dari 10 tahun, film yang diimpikannya baru terwujud untuk tayang di tahun 2026 ini. Bukan sebuah penundaan yang tak beralasan tetapi sebuah film yang menunggu momen dan waktu yang tepat.
Penundaan yang menjadi masuk akal ketika benang merah filmnya menjadi sebuah sindiran untuk keadaan dunia selama perjalanannya selama 10 tahun sejak tercetusnya ide dari Digger. Sajian filmnya tidak dihadirkan dalam gambaran dan adegan yang direkam ulang menggunakan teknologi modern.
Digger justru hadir berbeda dengan konsep cerita berbingkai (nested narrative atau embedded narrative) atau istilah yang sering diucapkan secara umum adalah film-dalam-film (film-within-a-film) atau teater-dalam-film (play-within-a-film). Konsep yang sering penikmat film temui di banyak produksi Hollywood.
Baca juga: Review: Practical Magic: The Book of Magic, Film Sekuel Yang Masih Pertahankan Drama Klasik
Konsep teater-dalam-film (play-within-a-film) yang ditampilkan dalam film Digger pun menggabungkan dua gaya berbeda, yaitu teater dramatik dan monolog yang berkaitan langsung dengan karakter Digger Rockwell. Meski penikmat film sempat tertipu beberapa waktu melalui adegan yang menampilkan langsung karakter Digger Rockwell.
Filmnya yang menampilkan konsep teater-dalam-film yang tentunya menempatkan dua karakter berbeda yang dimainkan aktor Tom Cruise. Satu sisi menjadi seorang aktor teater asli bernama Curtis Markson dan perannya dalam pertunjukan teater satir berjudul Fossil Fools bernama Digger Rockwell.
Jika menonton filmnya, karakter asli dalam filmnya bernama Curtis Markson mungkin terlihat dalam porsi yang sedikit. Karakter tampil sekedarnya yang tidak memiliki kepentingan atau pengaruh yang besar. Nyatanya, adegan dengan porsi sedikit tersebut menjadi sebuah jawaban besar tentang sesuatu yang tak terduga di balik benang merah filmnya.
Termasuk beberapa karakter yang tampil dengan screen time yang terbilang sedikit. Hanya dalam beberapa adegan, tetapi menjadi jawaban besar dari rasa penasaran penikmat film dari alasan di balik konsep teater-dalam-film yang dihadirkan dalam film Digger.
Selain hadir dengan cerita yang menampilkan komedi satir, sisi yang menarik perhatian pada aktor Tom Cruise. Film Digger pun bukan yang pertama untuk sang aktor hadir dengan karakter berbeda, yang keluar dari citra pahlawan aksi karismatiknya. Bahkan dilakukannya pertama kali olehnya di tahun 2008.
Tom Cruise sebagai Digger Rockwell tak sekedar akting yang menampilkan gesture untuk menunjukkan sisi otoriter dari karakter ftetapi dialog yang panjang sebagai daya tarik. Dialog panjang dengan memainkan kata per kata dan kalimat per kalimat nyata memang menjadi satu di antara kekuatan filmnya.
Selain, karakteristik berbeda untuk perannya sebagai Curtis Markson sebagai seorang pria berumur, dengan rambut tipis beruban dan perut sedikit buncit. Sebuah totalitas yang diberikan dari aktor Tom Cruise yang bisa menampilkan sisi lain dari citra pahlawan nan karismatik yang selama ini melekat padanya.
Satir yang ditampilkan dalam filmnya sebenarnya bukan hanya dari benang merah ceritanya tetapi dari deretan karakter yang bisa dikatakan secara real time memang sudah berusia lanjut. Berbeda dengan Tom Cruise yang melakukan perubahan looks untuk karakternya sebagai pria tua.
Baca juga: Review: The End of Oak Street, Film Dinosaurus Yang Hadir Dengan Konsep Klasik
Tak hanya pada karakter presiden Amerika Serikat tetapi karakter lainnya, mulai dari wakil presiden, tentara, dan banyak karakter lainnya yang sebenarnya menjadi sebuah satir tetapi berbalut komedi. Ini menjadi cerminan dunia di kehidupan nyata di waktu saat ini.
Di sisi lain, filmnya yang menampilkan dua dunia yang berbeda, turut menunjukkan dua karakter berbeda pada seseorang. Film Digger menggambarkannya di satu sisi sebagai karakter dalam teater dan satu sisinya sebagai aktor itu sendiri. Begitu pun memperlihatkan gambaran dari kehidupan dunia pertunjukan teater.
Dengan kata lain, film Digger mencerminkan kehidupan nyata yang dijadikan sebuah pertunjukan untuk kemudian hadir sebagai tontonan dalam layar bioskop. Film yang penuh kejutan atau plot twist dengan layer yang berlapis. Hanya saja, ada bagian dari filmnya yang sedikit membuat kantuk karena satu sisi konsepnya yang mengusung gaya monolog dengan dialog yang panjang. Selebihnya, Digger menjadi tontonan menarik yang tidak terduga secara tema dan konsep.
Production company: Legendary Pictures, TC Productions
Distributor: Warner Bros. Pictures
Cast: Tom Cruise (Digger Rockwell / Curtis Markson), Sandra Hüller (Emma Rockwell), John Goodman (Compson), Michael Stuhlbarg (Eddie), Riz Ahmed (Ganesh), Jesse Plemons (Kenny), Robert John Burke (Fitzgerald), Emma D’Arcy (Lina), Burn Gorman (Amos), Sophie Wilde (Hannah), Mercedes Hernández (Digger’s housekeeper), Danny Kirrane (Sandy Clarkson), Corey Johnson (Jacobs), etc
Director: Alejandro G. Iñárritu
Screenplay: Alejandro G. Iñárritu, Alexander Dinelaris, Nicolás Giacobone, Sabina Berman
Producers: Alejandro G. Iñárritu, Mary Parent, Tom Cruise
Duration: 2 hours 9 minutes






