ReviewCinemaFilm

Review: Practical Magic: The Book of Magic, Film Sekuel Yang Masih Pertahankan Drama Klasik

37
×

Review: Practical Magic: The Book of Magic, Film Sekuel Yang Masih Pertahankan Drama Klasik

Share this article

Practical Magic: The Book of Magic menjadi kisah penutup dari kutukan keluarga Owens akan jatuh cinta.

LASAK.iD – Deretan film dengan judul Fantastic Beast, Dungeons & Dragons: Honor Among Thieves, Doctor Strange hingga Wicked, menjadi film bertemakan sihir yang hadir dalam satu dekade kebelakang. Film yang hadir dengan cerita cukup kompleks serta dominan dalam menghadirkan ketegangan melalui adegan-adegan aksi yang melibatkan karakter protagonis dengan antagonis.

Konsep berseberangan yang hadir dengan penceritaan yang lebih lembut, ringan, dan sederhana justru jarang ditemui. Seringnya pun dengan penggambaran sisi drama yang ditekankan lebih emosional. Konfliknya pun jauh lebih relevan dan relate dengan penonton, biasanya terkait pada hubungan antara orang tua dan anak, antara sahabat, atau seseorang dengan dunia.

Film yang lebih tergamar dan terasa sebagai film bercerita dengan adegan yang konstan sehingga tidak membuat keterkejutan yang besar seperti yang dilakukan film bertema sihir yang mendampinginya dengan genre lainnya seperti action atau thriller. Penjabaran yang bisa dirasakan dalam film berjudul Practical Magic: The Book of Magic atau Practical Magic 2.

Baca juga: Review: The End of Oak Street, Film Dinosaurus Yang Hadir Dengan Konsep Klasik

Ini merupakan sebuah produksi sekuel dari film pertama yang dirilis pada 1998 atau sekitar 28 tahun lalu. Cerita tentang keluarga Owens yang memiliki kemampuan sihir secara turun-temurun selama berabad-abad. Untuk film sekuel-nya masih membawa benang merah yang sama tentang sebuah kutukan pada setiap anggota keluarga Owens akan larangan untuk jatuh cinta.

Kali ini, seiring mengikuti garis waktu cerita dari film pertamanya, konflik semakin berkembang tidak hanya berfokus pada dua bersaudara Sally Owens dan Gillian Owens yang masing-masing masih diperankan aktris Sandra Bullock dan Nicole Kidman. Juga kepada dua putri dari Sally Owens yang telah tumbuh dewasa, yaitu Kylie Owens dan Antonia Owens.

Kylie Owens dan Antonia Owens yang menjadi bagian dari keluarga Owens tentu secara garis keturunan mewarisi kemampuan ilmu sihir seperti Nenek, Bibi, dan tentu Ibu mereka. Sally Owens yang sadar risiko dari kekuatan sihir yang dimiliki memutuskan membesarkan kedua putrinya jauh dari hal tersebut, termasuk pada dirinya sendiri.

Hanya saja kemampuan yang sudah menyatu dengan jiwa mereka sebagai keluarga Owens tentu tidak bisa selamanya disembunyikan. Ibarat seekor binatang yang lama terkurung dalam kandang akan menemukan satu momen berontak untuk bisa keluar dari belenggu kandang besi.

Hal ini dipicu sebuah kejadian yang menimpa kekasih dari Kylie Owens ketika keduanya menyatakan keseriusan dalam hubungan karena benar-benar saling jatuh cinta. Perasaan dan ucapan akan cinta itulah yang kemudian membuka pintu kutukan kembali menghampiri keluarga Owens, yang kali ini dialami langsung oleh Kylie Owens.

Hal ini pun semakin diperkuat sebuah buku sihir usang berwarna merah dengan burung gagak terpampang disampul bukunya, yang disebut dengan Book of Raven. Sebuah buku yang ternyata menyimpan jawaban untuk menghilangkan kutukan keluarga Owens yang sudah terjadi selama berabad-abad lamanya.

Namun, ada bahaya besar yang tersimpan dalam buku Book of Raven untuk keluarga Owens. Terlebih untuk Kylie Owens yang tidak memiliki pengetahuan akan sihir dan seberapa kuat sihir yang ada dalam dirinya. Kecerobohan yang membawanya pada jebakan yang dibuat oleh Tom Bailey.

Sosok anak laki-laki yang ternyata masih berkerabat dengan keluarga Owens namun keturunan Hannah Owens dari hubungannya dengan Lord Lockland yang tidak memiliki kemampuan sihir. Hal itu memicu kecemburuan Tom Bailey kepada keluarga Owens yang membawanya pada praktek ilmu hitam yang dipelajarinya dari Ian Wright.

Sosok yang dimintakan pertolongan oleh Sally dan Gillian sesuai petunjuk dari Bibi Frances untuk menemukan keberadaan Kylie di Inggris. Untuk mendapatkan kekuatan sihir, Tom Bailey mengkhianati sang guru, Ian Wright dengan mencuri Raudskinna untuk memuluskan jalannya mengambil sihir dari Kylie Owens.

Ia merapalkan mantra yang digunakan sebagai jebakan untuk memancing Kylie mendatanginya di sebuah desa bernama Thornfield yang berada di negara Inggris, yang menjadi tempat kelahiran dari Maria Owens. Tom Bailey sengaja memancing Kylie untuk mendatangi reruntuhan Lockland Manor yang diyakini sebagai lokasi pembakaran dari Hannah Owens.

Tom Bailey memang berhasil merapalkan mantra dan mengambil kemampuan sihir dari Kylie. Saat itu juga Sally dan Gillian hadir tepat waktu untuk menghentikan aksi Tom Bailey. Dengan kemampuan sihir Sally yang telah kembali, darah Owens sejati akhirnya mampu mengalahkan Tom Bailey. Meski sebenarnya ada konsekuensi berat yang menanti untuk siapa saja dengan berani mencuri kekuatan sihir dari seorang penyihir.

Kejadian yang terjadi di Lockland Manor akhirnya membuka lembaran dari Book of Raven yang sudah tersegel selama berabad-abad tentang cara memutus kutukan keluarga Owens atas cinta. Sebuah pengorbanan yang tulus dari seorang penyihir yang masih memiliki ikatan darah yang ternyata memutus kutukan cinta keluarga Owens.

Cara yang akhirnya menjadi perjalanan akhir untuk generasi tua terakhir dari keluarga Owens. Di mana, sebelumnya Bibi Jet telah lebih dulu meninggalkan dunia fana. Kini, waktunya untuk Bibi Frances Owens yang sukarela dan tulus mengorbankan dirinya untuk kebahagian keponakan dan cucu mereka untuk akhirnya bisa dengan bebas mencintai sosok laki-laki.

Practical Magic: The Book of Magic masih mempertahankan gaya khas dalam membangun cerita yang kuat pada hubungan keluarga. Hal yang memang sejak film pertama menjadi nilai paling penting dalam cerita. Selain idetiknya keluarga Owens dan cerita dari Practical Magic yang condong pada perempuan.

Baca juga: Review: Evil Dead Burn, Kesadisan Yang Sama Melalui Teror Iblis Deadite

Ini masuk akal karena penyihir memang selalu identik dengan perempuan dibandingkan laki-laki. Tak heran gambaran karakter sejak film pertama terlihat sekali perempuan sebagai sosok yang mendominasi. Practical Magic: The Book of Magic meski sudah berjarak hampir 3 dekade dari film pertamanya ternyata masih kental dengan alur cerita dengan gaya drama klasik.

Gaya yang merujuk pada cerita yang jelas, logis, dan yang paling penting mudah dipahami penikmat filmnya. Drama klasik pun memiliki gaya cerita yang berstruktur mulai dari perkenalan, konflik, dan penyelesaian. Jarang sekali menghadirkan sebuah plot twist yang berlebih. Begitu pun dengan alur cerita yang alur non-linear atau kronologi terbalik yang jarang digunakan dalam penceritaannya.

Hal yang sama berlaku untuk elemen lainnya yang berhubungan dengan sinematografi yang dibuat selalu statis tidak berlebihan atau terlalu ekstrim seperti cerita-cerita yang menghadirkan ketegangan dan ketakutan di penikmat film, seperti film action atau film horror. Dengan kata lain, Practical Magic: The Book of Magic merupakan film berstruktur dan berkonsep rapi dan tertata.

Production company: Alcon Entertainment, Di Novi Pictures, Fortis Films, Blossom Films
Distributor: Warner Bros. Pictures
Cast: Sandra Bullock (Sally Owens), Nicole Kidman (Gillian Owens), Stockard Channing (Frances Owens), Dianne Wiest (Bridget “Jet” Owens), Joey King (Kylie Owens), Maisie Williams (Antonia Owens), Lee Pace (Ian Wright), Xolo Maridueña (Gideon), Solly McLeod (Thomas Lockland), etc
Director: Susanne Bier
Screenplay: Akiva Goldsman, Georgia Pritchett, Kelly Marcel
Producers: Denise Di Novi, Sandra Bullock, Nicole Kidman
Duration: 2 hours 10 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Melinda4584
Melinda4584
7 hours ago
1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x