ReviewCinemaFilm

Review: Spider-Man: Brand New Day, Hadir Dengan Evolusi Karakter dan Cerita

172
×

Review: Spider-Man: Brand New Day, Hadir Dengan Evolusi Karakter dan Cerita

Share this article

Spider-Man: Brand New Day merupakan film keempat dari universe Spider-Man era Tom Holland yang menjadi jembatan untuk ke universe lain melalui kehadiran Jean Grey.

LASAK.iDSpider-Man telah hadir dalam tiga universe berbeda untuk film layar lebar yang dimulai sejak era Tobey Maguire (2002, 2004, 2007), kemudian dilanjutkan dengan Andrew Garfield (2012, 2014), dan kini tongkat estafet berada di tangan Tom Holland (2017, 2019, 2021, 2026) dengan universe-nya yang masih berjalan.

Meski berada di universe berbeda, ada keharusan yang dipertahankan secara autentik. Hubungannya langsung dengan kekuatan super yang didapatkan Peter Parker karena satu gigitan laba-laba yang merupakan hasil rekayasa genetika. Selain nama karakter Peter Parker itu sendiri yang memang sangat melekat pada sosok Spider-Man.

Begitu pun dengan karakteristik dari Peter Parker di ketiga universe yang menunjukkan sebuah evolusi karakter. Masing-masing memperlihatkan sebuah rangkaian perjalanan pendewasaan dari sisi karakter Peter Parker maupun dari sisi Spider-Man itu sendiri. Hadir di waktu yang berbeda, gambarab pendewasaan Peter Parker maupun Spider-Man pun mengikuti masa dari para pemerannya.

Baca juga: Review: Evil Dead Burn, Kesadisan Yang Sama Melalui Teror Iblis Deadite

Spider-Man era Tom Holland pendekatan pada karakter dan cerita sangat mencerminkan anak muda di generasi masa kini. Tujuannya tentu untuk membuatnya terasa relatable dan menyesuaikan dengan penikmat barunya saat ini. Itulah alasannya karakter Peter Parker sangat dekat dengan pop-culture dan teknologi.

Begitu pun cara Peter Parker berbicara dan mengekspresikan diri. Kadang menunjukkan sisi dirinya yang sok tahu dan kadang sisi keingintahuan yang besar pada banyak hal. Meski begitu, penulis Chris McKenna dan Erik Sommers tetap menjaga pakem untuk karakteristik Spider-Man yang memang lahir dari komik.

Chris McKenna dan Erik Sommers menjadi sosok penulis di balik cerita dari universe Spider-Man era Tom Holland atau diketahui sebagai bagian dari Marvel Cinematic Universe. Kali ini untuk Spider-Man: Brand New Day, Chris McKenna dan Erik Sommers akan membawa penikmat film ke momen nostalgic dengan kembali ke akar Spider-Man klasik.

Ini berhubungan erat dengan sisi personal Spider-Man yang harus berjuang kembali dari bawah dengan hidup dalam kesendirian setelah memori tentang dirinya hilang di banyak orang terutama orang terdekatnya. Sepenuhnya kehilangan kenyamanan modern, salah satunya teknologi dari mentornya yang tak lain, Tony Stark.

Kesendirian karena harus, yang membuatnya harus merelakan sebuah kehilangan yang menyedihkan akan MJ yang menjadi cinta terdalamnya dan Ned yang menjadi sahabat terbaiknya. Dua sosok yang paling berharga untuk Peter Parker setelah Bibi May yang merupakan sosok keluarga satu-satunya.

Ini menjadi gambaran secara personal sebagai Peter Parker untuk film terbarunya, Spider-Man: Brand New Day. Satu dari karakteristik karakter dari Peter Parker yang menjadi keharusan, bahkan sejak era Tobey Maguire. Pengorbanan untuk sebuah alasan melindungi mereka yang terkasih.

Ini merupakan salah satu layer dari cerita keseluruhan film Spider-Man: Brand New Day. Layer lainnya yang menjadi salah satu konflik besar filmnya, ketika kehadiran karakter tak terduga yang diketahui bernama Jean Grey. Sontak keterkejutan terjadi di penikmat film, karena ternyata film solo keempat dari Spider-Man justru hadir sebagai cross-universe atau crossover.

Seolah film Spider-Man: Brand New Day menjadi pengantar untuk satu universe lainnya dari MCU (Marvel Cinematic Universe), yaitu X-Men. Penggemar komik marvel terutama untuk universe X-Men, mengenal sekali sosok mutan bernama Jean Grey. Sosok mutan yang dikenal paling powerfull, bahkan Charles Francis Xavier atau Professor X memiliki ketakutan yang besar atas kekuatan yang dimiliki Jean Grey.

Karakter di banyak film yang telah dirilis memang menjadi bagian dari X-Men sebagai pahlawan super yang baik. Sehingga kehadiran dari Jean Grey lebih kepada karakter deuteragonis daripada dikatakan sebagai antagonis. Meski membuat kehebohan dan keonaran di cerita filmnya.

Sebenarnya, kehadiran dari Jean Grey cukup menghadirkan pertanyaan di sebagian penikmat film. Jika menilik film trilogi sebelumnya, setiap pembuat onar filmnya selalu hadir dengan kaitannya pada pribadi yang sakit hati. Sebagian besarnya mengarah pada Tony Stark secara personal atau perusahaan miliknya, seperti karakter The Vulture hingga Mysterio.

Keterkaitan dengan Tony Stark maupun Stark Industries tetap ada pada cerita filmnya. Jika menilik kembali Department of Damage Control (DODC) atau lebih sering disebut dengan Damage Control, ini merupakan badan pemerintah yang sebelumnya merupakan subunit dari S.H.I.E.L.D yang dibentuk atas bantuan Stark Industries untuk membersihkan lokasi kejadian pasca-Pertempuran New York.

Damage Control ternyata menyimpan rahasia besar di balik setiap tembok gedungnya. Di bawah kepemimpinan Bill Metzger, Damage Control melakukan penelitian dan percobaan ke pahlawan super untuk menciptakan senjata baru yang bisa dikontrol oleh mereka. Kali ini dilakukan pada seorang yang istimewa dengan kemampuan telepati bernama Sara Grey.

Atas tindakan yang mungkin dikatakan kejahatan besar, mengakibatkan munculnya kekuatan yang menakutkan dari sang adik, yaitu Jean Grey. Ini karena hal yang sama dilakukan kepadanya, namun tanpa disadari kekuatannya Jean jauh lebih besar dari sang kakak. Akibatnya, kekuatan yang dimilikinya berevolusi yang sebenarnya cukup mengkhawatirkan jika dimanfaatkan dengan tidak semestinya.

Layer cerita yang memang cukup mengejutkan, tetapi jika melihat layer dari sisi Peter Parker atau Spider-Man, menjadi masuk akal ketika sosok Jean Grey dihadirkan sebagai karakter deuteragonis yang merepotkan sang protagonis. Hal ini mengarah dari evolusi yang dialami Peter Parker yang memiliki kemampuan super sebagai Spider-Man.

Di mana, DNA dari sisi Spider-Man mengalami evolusi yang memberikan kekuatan yang besar kepada Peter Parker sebagai inang. Kekuatan yang ternyata menjadi perisai untuk Peter Parker pada kekuatan telepati yang dimiliki oleh Jean Grey yang mencoba membaca memori yang dimilikinya.

 

Sekaligus menjadi alasan yang juga masuk akal ketika Peter Parker memilih untuk membuat ingatan orang yang mengenalnya dengan baik dihilangkan. Meski pada akhirnya evolusi tersebut bisa dikendalikan, namun kekuatan besar tersebut bisa saja memberontak yang justru bisa menyakiti dirinya bahkan orang disekitarnya.

Cerita Spider-Man memang berdasarkan pada komiknya yang telah beredar. Namun, Chris McKenna dan Erik Sommers sebagai penulis tetap memberikan sisi humanisnya pada keseluruhan cerita maupun karakter untuk bisa lebih relatable dengan penikmat filmnya. Jadi, walau ada beberapa hal mengejutkan ketika dimunculkan, namun penulis punya alasan yang kemudian menjadi masuk akal dan berkesinambungan satu sama lain.

Selain cerita, penikmat film secara global maupun spesifik pada penggemar dari Spider-Man terutama pada versi live-action akan mengenal dengan baik ciri khas dari setiap produksi filmnya. Baik dari masa Tobey Maguire, Andrew Garfield, maupun Tom Holland dengan penulis dan sutradara yang berbeda.

Untuk kali ini, penulis cerita memang masih pada sosok Chris McKenna dan Erik Sommers, namun kursi sutradara dipercayakan pada sosok Destin Daniel Cretton. Ia tentu tetap pada pakem yang tetap mempertahankan kekhasan Spider-Man untuk bisa langsung dikenali penikmat film dan penggemar.

Hal yang dimaksudkan pada sinematografi dan koreografi untuk adegan aksi juga fighting filmnya. Meski begitu, tak bisa dipungkiri ada bagian yang tetap membawa ciri khas dari Destin Daniel Cretton sendiri sebagai sutradara. Spider-Man yang mengalami sebuah evolusi tentu kemampuan supernya pun akan bertambah.

Baca juga: Review: Master of The Universe, Perpaduan Premis Gaya Klasik dengan Penceritaan Gaya Baru

Di titik ini, penikmat film dan penggemar akan melihat sisipan gaya khas dari sutradara yang dipadukan dengan sinematografi dan koreografi khas dari Spider-Man sejak era Tobey Maguire. Terlihat ketika Peter Parker akhirnya bisa menyatu dengan DNA dari Spider-Man yang berevolusi yang menghadiran koreografi epik melalui jaring secara biologis (organik) yang dimiliki setelah berevolusi. Kejutan lain yang bersambung, yang juga menjadi bagian dari layer cerita filmnya untuk penikmat film dan penggemar.

Jika bisa diringkas, Spider-Man: Brand New Day menjadi film yang memperlihatkan evolusi secara karakter maupun cerita. Secara karakter, Peter Parker menemukan sisi kedewasaan yang selama ini belum didapatkannya. Tak heran, Spider-Man: Brand New Day yang penuh aksi justru memberikan rasa drama yang kental selama 145 menit filmnya. Sekaligus film yang menjadi jembatan untuk menyeberang ke universe lainnya dengan kehadiran karakter Jean Grey.

Hal yang juga harus menjadi bold terletak pada post-credit-scene dari filmnya. Hal ini sebenarnya bukan juga sebuah kejutan yang mengagetkan, karena penikmat film dan penggemar sudah mengetahui bahwa Spider-Man: Brand New Day akan berkaitan langsung dengan film berikutnya dari marvel, yaitu Avengers: Doomsday.

Production company: Columbia Pictures, Marvel Studios, Pascal Pictures
Distributor: Sony Pictures Releasing
Cast: Tom Holland (Peter Parker/Spider-Man), Zendaya (Michelle “MJ” Jones-Watson), Sadie Sink (Jean Grey), Jacob Batalon (Ned Leeds), Jon Bernthal (Frank Castle), Tramell Tillman (Bill Metzger), Michael Mando (Mac Gargan / Scorpion), Mark Ruffalo (Bruce Banner/Hulk), Marvin Jones III (Lonnie Lincoln / Tombstone), Tapiwa Soropa (Mike), Alain Chabat (Alice’s Dad), Lara Macgregor (Crematorium Manager), Greta Van Den Brink (Jessica), Alyssa Sutherland (Ellie Bixler), etc
Director: Destin Daniel Cretton
Screenwriter: Chris McKenna, Erik Sommers
Producers: Kevin Feige, Amy Pascal, Avi Arad
Duration: 2 hours 25 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Building Design Egypt
10 hours ago

Awesome! Its genuinely remarkable post, I have got much clear idea regarding from this post

Declan3302
Declan3302
2 hours ago
2
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x