LASAK.iD – Era 90-an hingga akhir era 2000-an bisa dikatakan menjadi era keemasan untuk ragam hiburan untuk anak-anak. Salah satunya pada ranah musik yang memiliki siklus cukup masif untuk perilisan album yang terjadi setiap 3 hingga 6 bulan. Menariknya, era keemasan musik anak-anak melahirkan ketenaran tidak hanya dari sisi lagu dan penyanyi tetapi juga pencipta lagunya.
Untuk ranah lagu dan penyanyi, nama seperti Joshua dengan lagunya Diobok-Obok, Trio Kwek-Kwek untuk lagu Katanya, Air, Jangan Marah, dan Dunia Anak (yang dinyanyikan bersama Saskia, Geofanny, dan Angie) menjadi yang cukup ikonik. Bahkan lagunya masih cukup relevan hingga saat ini.
Ketenaran yang didapatkan penyanyi dan lagu yang dinyanyikan tidak lepas dari tangan dingin dari seorang bernama Erwanda Lukas atau yang lebih dikenal sebagai Papa T. Bob. Sosok maestro pencipta lagu anak-anak yang telah melahirkan kurang lebih 200 judul lagu anak-anak sejak era 1980-an hingga 1990-an.
Dedikasi yang menggelitik segelintir orang yang bergerak di industri film untuk menghadirkan sebuah karya film yang berkaitan dengan sang maestro. Berbekal lagu-lagu ikonik dari mendiang Papa T. Bob, film maker kemudian memproduksi film berjudul Iyus Jenius. Film yang disutradarai Achmad Romie dan ceritanya ditulis Estie Kusumawati Nuryadi mengusung genre drama musikal dengan sentuhan drama dan sedikit bumbu komedi.
Film Iyus Jenius tidak sekedar tribute untuk sang maestro tetapi sebagai bentuk kepedulian dari terhadap konten atau tontonan yang secara khusus ditunjukkan untuk anak-anak. Genre musikal pun dipilih karena masih jarang diangkat ke layar lebar, selain keterkaitan dengan Papa T. Bob yang dekat dengan dunia musik.
“I
Untuk cerita yang dihadirkan dalam film musikal Iyus Jenius berelevansi langsung dengan lagu-lagu yang diciptakan Papa T. Bob. Lagu seperti Diobok-Obok, Jangan Marah, hingga Katanya menjadi pilihan yang tepat untuk cerita dari film Iyus Jenius. Dengan total sekitar tujuh judul serta dua judul lainnya yang hadir sebagai lagu baru.
“
Di sisi pemain, Babah T. Bob yang juga bertindak sebagai produser bersama beberapa produser lainnya lebih memilih talenta baru, terutama untuk peran anak-anak. Bukan tanpa alasan, Babah T. Bob ingin menciptakan bintang baru di industri film seperti yang dilakukan Papa T. Bob untuk Eno Lerian, Trio Kwek-Kwek, banyak nama lainnya.
“
Deretan pemain yang lahir sebagai talenta-talenta baru, di antaranya Kevin Abadio sebagai Iyus, Jonatan Alvaro sebagai Ade, Mireille Grimonia Purnomo sebagai Gadis, Ferrnando Hany Putra sebagai Ucok, dan Rasendrya Adwa Syah Putra sebagai Kokoh. Usia yang terbilang masih muda membuka peluang untuk mencicipi lebih lama dunia seni peran.
Sinopsis
Film Iyus Jenius sendiri bercerita seorang anak bernama Iyus yang harus kehilangan sosok Babah yang menjadi panggilannya untuk Sang Ayah di usianya yang masih muda sekitar 10 tahun. Kehilangan yang membawa kesedihan mendalam yang mempengaruhi kepribadiannya yang cerita menjadi lebih tertutup.
Saat dirinya merasa di titik terendah dan kehilangan kasih sayang dari sosok Ayah, secara tidak terduga hadir sosok bertubuh tambun dengan pakaian yang cerah (merah dan kuning) yang memberikan semangat baru untuk Iyus. Sosok yang hanya bisa dilihat oleh Iyus tersebut kemudian akrab dipanggil sebagai Babah T. Bob.
Selain merasa sebagai pengganti sosok mendiang Sang Ayah, kehadiran Babah T. Bob mampu memotivasi Iyus untuk lebih berkembang di sekolah. Tak hanya di mata pelajaran yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan tetapi juga olahraga. Iyus yang semula tidak dipandang oleh teman-teman dan para guru menjelma sebagai bintang sekolah.
Pada akhirnya Iyus menemukan kehabagiaan dan kemampuan sesungguhnya dari dirinya, bahkan tanpa bantuan dari sosok Babah T. Bob. Ia pun bisa membantu teman-temannya untuk bisa berkembang seperti dirinya.







Dude, that whole mix of bingo and casino stuff sounds wild! It’s cool how much they packed in. For checking out more options like this, you gotta peep phbingo apk download first; don’t just jump in blindly!