ReviewCinemaFilm

Review: Project Hail Mary, Menjelajah Dunia Sains Lewat Petualangan Angkasa Luar

342
×

Review: Project Hail Mary, Menjelajah Dunia Sains Lewat Petualangan Angkasa Luar

Share this article

Project Hail Mary sebuah karya adaptasi hard science fiction novel karya penulis Andy Weir yang dirilis pada 2021 lalu.

LASAK.iD – Aktor Ryan Gosling kembali menjelajah angkasa luar melalui proyek film terbarunya berjudul Project Hail Mary. Sang aktor melalui karakternya Dr. Ryland Grace, sebenarnya tak sepenuhnya seorang astronot melainkan seorang ahli biologi molekuler atau lebih kepada seorang ilmuwan.

Ilmu dan pengetahuan yang dimiliki Dr. Grace diyakini bisa menjawab apa dan tujuan dari objek angkasa luar yang memakan energi matahari dan mengganggu ekosistem tata surya. Diperkuat dengan jurnal ilmiah yang pernah ditulisnya berjudul “Kehidupan Tanpa Air” (Life Without Water).

Tulisan yang menjadi pertimbangan utama Eva Stratt sebagai kepala dari kerja sama badan antariksa dunia yang disebut sebagai Project Hail Mary dalam penunjukkan Dr. Grace. Pada awalnya, Dr. Grace dihadirkan sebagai bagian dari ahli dan peneliti untuk membantu misi, namun dalam prosesnya sebuah kecelakaan kerja menewaskan ahli yang siap diberangkatkan.

Baca juga: Review: Crime 101, Rasa Empati Yang Hadir Dari Karakter Penjahat

Alhasil, Eva Stratt tak memiliki pilihan dan waktu yang terus berjalan dengan terpaksa meminta Dr. Grace sebagai pengganti untuk terbang ke angkasa luar bersama dua awak lainnya yang memang terlatih sebagai astronot. Dr. Grace sebenarnya menolak dengan tegas yang memaksa Eva Stratt melakukan dengan membuat koma Dr. Grace agar bisa ikut dalam misi.

Dr. Grace akhirnya terbangun dari koma sesuai waktu yang ditentukan sebelumnya. Sayang, dua rekannya tak selamat yang membuatnya menjadi satu-satunya di pesawat untuk melanjutkan misi. Proses koma tersebut ternyata menyebabkan Dr. Grace kehilangan ingatannya. Hal tersebut sempat membuat kepanikan namun perlahan ia mulai bersahabat dengan keadaan dan memulai membuka dokumen untuk mengetahui yang terjadi dengannya.

Setelah mulai mengingat sedikit demi sedikit, Dr. Grace bertemu dengan kehidupan lain dalam misi tersebut. Sosok makhluk asing yang seolah terbentuk dari sambungan bebatuan yang menyerupai kepiting dan berjalan seperti laba-laba. Pertemuan pertama keduanya masih saling mencurigai, ditambah dengan sulitnya berkomunikasi, walau akhirnya teratasi karena teknologi yang mendukung.

Tersisa hanya mereka berdua dari misi planet masing-masing yang kemudian menciptakan ikatan satu sama lain karena nasib dan tanggung jawab. Setiap harinya pun persahabatan antar planet dan antar galaksi antara keduanya menjadi tak terpisahkan. Hubungan persahabatan menjadi kerja sama tim justru menciptakan jawaban dan jalan keluar melalui perpaduan emadukan ilmu pengetahuan dari masing-masing dunia.

Dr. Grace sebagai manusia dengan intelektualnya dan Rocky dengan peralatan yang menunjang. Pencapaian yang kadang harus dibayar mahal dengan kehilangan banyak teman, sahabat, bahkan keluarga. Namun, hasil akhirnya pun bisa menyelamatkan banyak galaksi dan kehidupan di dalamnya.

Jawaban yang berhasil ditemukan dengan pengorbanan dan luka, pada akhirnya memaksa keduanya untuk berpisah dan kembali ke planet masing-masing. Selama beberapa waktu semua seakan sesuai rencana, sayang di tengah perjalanan pesawat yang ditumpangi Dr. Grace memberikan alarm peringatan tentang sesuatu yang mencurigakan dan berpotensi bahaya.

Betul saja, astrophage yang sebelumnya tersimpan aman dan rapi dalam wadah yang dibuat oleh Rocky ternyata berhasil keluar. Ini akibat reaksi yang ditimbulkannya oleh bahan wadah yang digunakan. Hal itu membuat kekhawatiran Dr. Grace akan keselamatan sahabatnya, Rocky. Pertimbangkan dengan matang segala kemungkinan, Dr. Grace lebih memilih mengirim penemuan dengan pesawat yang lebih kecil. Sedangkan, dirinya dengan bergegas menyusul ke planet Erid, yang menjadi tempat tinggal Rocky.

Dr. Grace pun berhasil menemukan pesawat Rocky yang seakan tak ada kehidupan. Beruntungnya, Rocky masih selamat, sekali lagi kerja sama, kepedulian, dan ikatan persahabatan dari keduanya saling melengkapi. Kondisi pesawat yang tidak baik-baik saja memaksa Dr. Grace untuk singgah ke Planet Erid. Tak disangka, Dr. Grace justru menemukan ketenangan dan dunianya di Planet Erid. Hingga membuat kebimbangan dalam hatinya untuk tinggal atau kembali ke Planet Bumi.

Review

Bicara tentang film sci-fic dengan tema angkasa luar seperti film Project Hail Mary, sebenarnya akan ada kesamaan dengan genre lain, meski kemudian dihadirkan melalui konsep berbeda tetapi akan ada vibes dan ambience khasnya yang melekat. Pada film Project Hail Mary misalnya, bayangan akan angkasa luar dari penikmat film masih memberikan kesan yang sama.

Gambaran ruang besar yang identik dengan gelap, taburan cahaya yang terlihat seperti titik-titik (bintang, galaksi, planet), kesan ruang yang tak memiliki ujung, dan tentunya ruang hampa udara yang selalu digambarkan para penjelajah (astronot) yang bisa melayang-layang di udara.

Vibes dan ambience ini yang selalu dirasakan di semua film sci-fic bertema angkasa luar. Begitu pun adrenalin yang dibentuk dari para karakter yang biasanya seorang ilmuwan atau pakar dalam bidang ilmu pengetahuan (biologi, kimia, fisika, matematika) yang mampu menghadirkan daya tariknya tersendiri.

Baca juga: Review: Goat, Film Animasi Antropomorfik Yang Relate Untuk Semua Usia

Salah satunya di momen para karakter menunjukkan kemampuan saat memecahkan konflik dengan menggunakan rumus-rumus sulit, yang juga ditunjang dengan gesture dan mimik seolah benar-benar seorang ilmuwan. Terkait ini pun seringnya lebih condong kepada penikmat film yang menyukai film bergenre sci-fic atau penikmat filmnya sendiri merupakan mahasiswa dan para ahli.

Daya tarik dari film Project Hail Mary yang paling menonjol pada dua elemennya, yaitu cerita dan visual. Pertama pada cerita, mungkin secara general film sci-fic bertema angkasa luar memang tidak jauh dari misi tentang untuk menjelajah angkasa luar atau misi penyelamatan. Namun, kebanyakan dari film dengan tema serupa hampir selalu menunjukkan ketegangan yang didominasi serangan atau teror alien yang berbahaya dan bentuk menyeramkan seperti monster.

Pada akhirnya yang tertangkap di penikmat film menjadi film aksi petualangan walau dari perkenalan film menuju konflik tentang sebuah misi penjelajahan mencari solusi baru untuk Planet Bumi dan kahidupan di dalamnya. Pengalaman berbeda didapatkan dari menonton film Project Hail Mary, Drew Goddard sebagai penulis bersama duo sutradara Phil Lord dan Christopher Miller membawa penikmat film seperti masuk dalam sebuah dunia yang dibangun seorang pencerita.

Ketiganya secara harfiah benar-benar membawa dunia imajinasi yang biasanya terbangun pada pembaca dan kini kepada penikmat film melalui audio visual. Suatu keberhasilan alihwahana yang dilakukan penulis dan sutradara dari novel dengan judul yang sama karya penulis Andy Weir.

Hal ini yang kemudian sedikit dirasakan penikmat film yang menjadi bagian dari karakter Dr. Grace, terutama pada bagian cerita dari karakternya berada di angkasa luar. Vibes dan ambience layaknya mendongeng membawa perasaan penikmat film seolah menjadi bagian dari cerita. Bahkan menciptakan dua sisi dunia dari seseorang, ada kalanya orang dewasa dan di momen lainnya seperti anak-anak.

Dunia orang dewasa lebih condong digambarkan melalui beragam konflik yang diperlihatkan, seperti di awal film dan konflik diri dari seorang Dr. Grace yang harus berada di angkasa luar seorang diri. Dunia anak-anak melalui sisi lain dari Dr. Grace yang lebih santai dan periang ketika menunjukkan kekonyolannya dengan berjoget.

Dunia anak-anak pun mewakili karakteristik dari karakter Dr. Grace sebagai seseorang yang memiliki dunia khayalnya sendiri. Diketahui, kebanyakan anak-anak memang memiliki dunianya sendiri sebelum memasuki usia dewasa yang lebih mengetahui realita dan khayalan. Diperkuat dengan karakter Dr. Grace yang merupakan ilmuwan, yang memiliki imajinasi tak terbatas dari kebanyakan manusia normal.

Ditambah pula dengan bentuk dari makhluk lain yang ditemuinya bernama Rocky. Dibandingkan mengikuti alien yang digambarkan banyak pembuat film dengan kesan seram yang kuat, film Project Hail Mary justru membuatnya lebih terlihat lucu dan tak biasa. Bentuk abstrak yang mewakili cara pemikiran murni anak-anak pada sebuah objek sebelum tersugesti.

Hal ini kemudian didukung melalui visual filmnya yang dibuat oleh Charles Wood yang sebelumnya membangun dunia dari film Guardians of the Galaxy dan Avengers: Endgame. Sebenarnya, secara general masih sama dengan kebanyakan angkasa luar yang digambarkan film-film rilisan sebelumnya.

Namun, visual yang menjadi pendukung dari cerita filmnya menjadi kombinasi yang solid. Sehingga kekaguman bisa dirasakan penikmat film, tak hanya dari bentuk tetapi pemilihan warna yang tidak bentrok atau memaksakan. Warna yang masih masuk akal untuk nyaman dilihat mata, dari jingga, merah, hijau, hingga merah muda.

Termasuk dunia yang dibangun Charles Wood untuk sosok Eridian bernama Rocky. Unsur yang diperkuat tak hanya bebatuan yang mewakili bentuk dari seorang Eridian tetapi juga kaca dan logam. Sesuatu yang cukup sering digunakan tetapi visualisasi yang sampai ke penikmat film sampai membuat kepala mengangguk-angguk menunjukkan kepuasan.

Kepuasan yang didapatkan ketika menikmatinya melalui layar berkualitas dengan teknologi lebih canggih dibandingkan dengan layar bioskop biasanya. Sehingga pengalaman dan kesan sinematik yang ingin ditunjukkan Charles Wood tersampaikan lebih impresif di penikmat film.

Poin lain yang cukup positif pada realita tentang seseorang yang hanya memberikan teori akan angkasa luar tetapi belum pernah menjajaki. Ini diperlihatkan karakter Dr. Grace ketika pertama kali melihat angkasa luar bukan dari balik kaca tetapi keluar dari pesawat. Ia melihat sebuah ruang besar yang tidak memiliki batas membuat ketakutan tersendiri dengan ekspresi kaget yang mewakili kebanyakan orang awam.

Bahkan komedi-komedi yang dihadirkan melalui dialog maupun gesture dari karakternya, baik Dr. Grace dan Rocky memberikan hiburan ringan. Tak memaksa dan berlebihan untuk membuat tertawa meski dengan komedi yang sederhana. Penjabaran yang mungkin bisa disimpulkan bahwa filmnya bisa dinikmati semua umur.

Alien yang tidak dibuat menyeramkan dan sadis, tetapi lucu dan menggemaskan. Cerita yang sebenarnya tentang sebuah misi perjalanan untuk mencari solusi secara sains. Untuk itu, yang dihadirkan bukan alien yang mengintimidasi tetapi mikroorganisme yang sebenarnya sama dengan dunia nyata. Dengan ini, penikmat film bisa mendapatkan hiburan dan sains meski tidak dengan porsi yang banyak.

Production company: Lord Miller Productions, Pascal Pictures, Open Invite Films, Waypoint Entertainment
Distributor: Amazon MGM Studios, Sony Pictures Releasing
Cast: Ryan Gosling (Dr. Ryland Grace), Sandra Hüller (Eva Stratt), James Ortiz (Rocky), Lionel Boyce (Carl), Ken Leung (Yao Li-jie), Milana Vayntrub (Olesya Ilyukhina), Priya Kansara (The Voice of Mary), Malachi Kirby (Martin Dubois), Liz Kingsman (Annie Shapiro), Mia Soteriou (Dr. Browne), Orion Lee (Dr. Li), etc
Director: Phil Lord, Christopher Miller
Screenplay: Drew Goddard
Producers: Amy Pascal, Ryan Gosling, Phil Lord, Christopher Miller, Aditya Sood, Rachel O’Connor, Andy Weir
Duration: 2 hours 36 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

7 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
howtoexplainer blog
1 month ago

I learned something new from this post.

howtoexplainer.com
1 month ago

I learned something new from this post.

howtoexplainer blog
1 month ago

Very informative and easy to understand.

howtoexplainer blog
1 month ago

Thanks for sharing this useful information.

howtoexplainer
1 month ago

Excellent explanation, thanks!

free crm
1 month ago

I really like reading through a post that can make men and women think. Also, thank you for allowing me to comment!

theplayerstats
1 month ago

Excellent explanation, thanks!

7
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x