49
LASAK.iD – SHOW Token sebuah platform inovatif berbasis teknologi blockchain yang dirancang untuk mentransformasi industri hiburan global. Pasar Asia Tenggara dipilih sebagai ekspansi utama untuk alokasi modal global yang dimiliki dengan nilai mencapai 100 juta dollar.
Indonesia dengan industri kreatif yang terus menunjukkan perkembangan menjadi pilihan pasar yang potensial, terutama untuk sektor industri film yang menunjukkan grafik perkembangan yang cukup masif dengan rata-rata setiap tahunnya mencapai 500 – 565 judul film diproduksi. Angka yang sekaligus menunjukkan minta besar publik tanah air terhadap konten lokal terutama film.
Data yang cukup untuk meyakinkan investor dalam maupun luar negeri menanamkan minat mengalokasikan dana besar yang dimiliki untuk industri hiburan di tanah air. SHOW Token sejauh ini sudah bekerja sama dengan sejumlah rumah produksi lokal sebagai eksekutif produser untuk memproduksi beberapa judul film, di antaranya Cerita Lila dan Pemikat Jiwa.
“We Indonesian companies supporting the Indonesian and local content. Jadi we are a platform that we will help the retail access opportunity to participate and then from this platform kita support the PH and we support the productions we support the directors. So ini our application that will be happening soon. So as you can see masyarakat bisa support and from this we will partner with the PH“, ungkap Akshay Melwani, CEO SHOW Token.
Tonton: Akshay Melwani: Pemikat Jiwa jadi produksi film kedua yang didanai oleh SHOW Token
SHOW Token juga melihat minat terbesar publik tanah air pada genre horor. Hal itu yang kemudian menjadi pertimbangan tersendiri untuk SHOW Token untuk mengalokasikan dana pada dua judul film horor, Cerita Lila dan Pemikat Jiwa. Genre horor tidak hanya sekedar memberikan tontonan penuh adrenalin tetapi juga pada cerita yang diangkat berdasarkan kejadian nyata sehingga memiliki kedekatan dengan masyarakat.
“It’s local production, local house. And we have a ghost juga disinikan. And I’m all the people love horror. Jadi this success and need to please make this even bigger and better karena kita support the local film and the local industry“, jelas Akshay Melwani.
Lebih jauh, SHOW Token tengah membangun ekosistem untuk menjembatani konten lokal untuk bisa masuk di pasar global. Kerja sama dengan banyak negara pun telah disepakati. Pasar Asia masih menjadi target utama, menurut data negara seperti Malaysia, Singapura, hingga Korea Selatan diketahui cukup masif menonton konten lokal asal Indonesia.
“Kita mau mau bring local movies to the global stage, Pak. Jadi, kita juga ada partnership with several countries yang saya gak boleh sebut sekarang. But you will see in the future that films like Cita Lila and other movies as well Pemikat Jiwa juga soon will be released in the global stage in the global movies“, tegasnya.
Industri film terutama dari genre horor memang masih menjadi konten lokal yang menjanjikan untuk SHOW Token membawanya ke pasar global. Meski begitu, SHOW Token menargetkan tidak hanya sebatas pada produksi film tetapi juga series. Begitu pun, dengan industri hiburan secara keseluruhan, seperti pertunjukan bahkan perilisan buku.
“We would have a different kind of genre as well tapi we are giving the Indonesian people what they want tergantung marketnya sesuai marketnya“, tambahnya.
“At the moment we are considering film tapi Shot took film is a full entertainment ecosystem. So mudah-mudahan after this kita sudah login with a few other series, shows, maybe books in the future. The goal is helping the Indonesian Entertainment Industry no matter what line it is“, lanjut Akshay Melwani.
Kehadiran SHOW Token dengan jaringannya yang luas secara global memang dibutuhkan untuk menyempurnakan ekosistem yang sebenarnya sudah dibangun industri kreatif di tanah air, salah satunya dari industri film. Kepercayaan diri semakin terbangun untuk konten lokal (film) terutama para kreator yang menjadi bagian dari industri dalam memproduksi film yang bisa bersaing.