ReviewCinemaFilm

Review: The Death of Robin Hood, Sudut Pandang Lain Tentang Kehidupan Seorang Anti-hero

25
×

Review: The Death of Robin Hood, Sudut Pandang Lain Tentang Kehidupan Seorang Anti-hero

Share this article

The Death of Robin Hood cerita yang mengutip sejarah manuskrip yang tergambarkan melalui balada bait yang digambarkan pada abad ke-17.

LASAK.iDRobin Hood dalam literatur Inggris kuno yang dimulai dari abad ke-13 telah menjadi perdebaan para sejarawan dan ahli cerita rakyat sebagai tokoh nyata dan tidak nyata. Setidaknya ada delapan kemungkinan asal usul cerita telah dikemukakan oleh sejarawan dan ahli cerita rakyat.

Ada beberapa versi menyebutkan bahwa tokoh legendaris dari abad pertengahan akhir tersebut sebagai bangsawan, yang lainnya menyebutkan sebagai anggota kelas petani. Ada pula yang menyebut bahwa nama Robin Hood lebih merujuk pada sebuah julukan atau nama samaran untuk orang tertentu yang dianggap penjahat, buronan, atau bandit di Inggris pada masa lalu.

Robin Hood menjadi literatur cerita rakyat Inggris yang paling terkenal. Kepopuleran yang kemudian banyak disadur ke dalam berbagai karya, mulai dari sastra, film, dan media televisi hingga saat ini. Untuk ranah film, berbagai negara mulai dari kawasan Eropa, Asia hingga hollywood telah banyak melakukan adaptasi.

Baca juga: Review: Mother Mary, Saat Musik Pop Menjadi Medium Pengampunan yang Absurd

Dalam budaya populer, produksi asal Amerika (hollywood) mungkin yang paling populer dan dikenal di publik dunia, sebut saja Robin Hood (1922), The Adventures of Robin Hood (1938), animasi Robin Hood (1973), Robin and Marian (1976), Robin Hood: Prince of Thieves (1991), dan Robin Hood (2010 & 2018).

Deretan film tersebut dan kebanyakan film adaptasi lainnya hampir selalu menggambarkan sisi heroik dari Robin Hood. Meski sebagai anti-hero, karakter perampok ulung yang hanya mengambil harta orang kaya dan kaum elit kerajaan untuk kesejahteraan rakyat kecil. Pada akhirnya, ingatan yang terpatri di memori penikmat film bahwasanya Robin Hood adalah sosok pahlawan.

Michael Sarnoski untuk The Death of Robin Hood justru melakukan sebaliknya dan berbeda. Ia mengambil adaptasi dari sejarah manuskrip dalam balada bait yang tersisa pada dua versi berbeda, yaitu Percy Folio pada abad ke-17 dan The English Archer (1767). Tentang sebuah perjalanan terakhir dari Robin Hood menuju pada kematiannya.

Balada bait yang menegaskan tentang Robin Hood sebagai penjahat sungguhan yang tidak memiliki rasa iba dan empati dalam menghilangkan nyawa orang-orang misterius yang ditemuinya dalam perjalanan. Penggalan bait yang digambar ulang melalui adegan-adegan di awal film. Saat Robin Hood memperlihatkan aura kuat untuk  membunuh orang.

Hal lain yang Michael Sarnoski sajikan pada filmnya dan masih berdasarkan balada bait, tentang sebuah perjalanan akhir dari petualangan seorang legendaris bernama Robin Hood. Penggabungan dari kedua manuskrip menghadirkan gambaran Robin Hood yang mendekati kematiannya karena luka serius dari sebuah duel.

Sebuah kematian yang tertunda karena keinginan untuk tetap hidup yang besar dari Robin Hood. Selain sebuah penyelamatan yang dilakukan Little John dengan membawa Robin Hood ke sebuah biara tua yang legendaris. Di mana, ada seorang Suster yang memiliki kemampuan dalam menyembuhkan berbagai penyakit dan luka.

Kesempatan hidup untuk memberikan sebuah pukulan keras sekaligus pelajaran berarti untuknya dalam memahami apa itu rasa iba, empati, kasih sayang, rasa kehilangan, dan sebuah dendam mendalam karena amarah dari rasa kehilangan orang tersayang dengan cara yang kejam dan tidak manusiawi.

Sentuhan yang akhirnya membuat penikmat film menangkap perasaan yang berbeda dari sajian filmnya. The Death of Robin Hood seolah hadir sebagai cerita penutup dari petualangan panjang sang karakter. Terlihat pula dari pembangunan karakter dari Robin Hood yang semula kejam, namun secara perlahan menjadi sosok yang lembut, penyayang, bahkan bertanggung jawab.

Bahkan di ujung akhir hidupnya, Robin Hood menemukan arti sebuah kedamaian yang datang dari kerelaan dan kata maaf orang-orang yang menaruh dendam mendalam pada dirinya. Film yang menjadi sebuah kutipan kehidupan yang diwakili seorang Robin Hood, seperti deretan bait-bait tentang sosoknya.

Production company: Lyrical Media, RPC
Distributor: A24
Cast: Hugh Jackman (Robin Hood), Jodie Comer (Sister Brigid), Bill Skarsgård (Little John), Murray Bartlett (The Leper/Guy of Gisbourne), Noah Jupe (Arthur/Godwyn), Faith Delaney (Little Margaret), Clive Russell (Elderfather), Jade Croot (Wainwright), etc
Director: Michael Sarnoski
Screenplay: Michael Sarnoski
Producers: Aaron Ryder, Andrew Swett, Alexander Black, Hugh Jackman
Duration: 2 hours 2 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x