Review

Review: Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang

115
×

Review: Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang

Share this article

LASAK.iD – Jaringan cinema CGV diketahui cukup spesifik menayangkan film asal Korea Selatan, Thailand hingga anime Jepang. Namun termasuk juga film dari hollywood dan Indonesia. Kini mencoba hadir dengan suasana baru melalui film yang berasal dari negeri Jiran, Malaysia.

Berjudul Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang adalah film epic biography yang membawa kembali penonton ke abad ke-18 Malaysia atau tepatnya di tahun 1880-an tentang kisah asli dari pejuang dari sebuah daerah bernama Pahang bernama Mat Kilau.

Di negara asalnya Malaysia, film Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang meraup sukses besar dengan jumlah penonton lebih dari 6 juta orang. Ini menjadi capaian luar biasa untuk film asli Malaysia. Bahkan tercatat tak hanya film sukses di tahun 2022 tetapi sepanjang sejarah industri perfilman Malaysia.

Pada gelaran gala premiere untuk penayangan di Indonesia hadir para cast dan crew. Termasuk Syamsul Yusof sebagai sutradara dan penulis ungkap pencapaian dari Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang melampaui beberapa film hollywood yang tayang di negara tersebut.

Jadi, mari sedikit mengulas tentang banyak hal, seperti latar hingga sinematografi termasuk plot di dalamnya dari film Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang.

Latar

Pecinta film tanah air akan mulai menonton Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang pada 31 Agustus 2022 ini. Seperti pada judulnya, penonton akan dibawa mundur ke masa perjuangan masyarakat Melayu. saat itu menyebutnya melawan penjajah British. Berdasarkan cerita sejarah perjuangan Mat Kilau di abad ke-18 atau sekitar tahun 1888 hingga 1895 di daerah bernama Pahang.

Latar dalam sebuah produksi film memiliki banyak turunan. Penulis Syamsul Yusof dan Shahruddin Dali membawa semua turunan tersebut dalam film Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang. Dengan tetap membawa hal-hal yang kental di Melayu pada abad ke-18.

Di antaranya hutan dan sungai yang identik dengan Pahang dengan aktivitas utama yang diperlihatkan adalah pertanian, perdagangan hingga penambangan. Yang tidak boleh ketinggalan adalah pakaian khas dari bangsa Melayu, seperti Baju Pahang, Baju Kurung hingga Baju Kurung Cekak Musang yang dikenakan para karakternya.

Sebagai cerita perjuangan tentu tidak boleh juga terlewat adalah senjata yang digunakan para pejuang melayu. Sama seperti pakaian, bangsa Melayu pun memiliki senjata khasnya. Pada film yang cukup sering terlihat adalah Keris yang digunakan oleh karakter utamanya, Mat Kilau (Dato Adi Putra).

Ada juga Kerambit, pisau genggam kecil berbentuk melengkung yang terlihat digunakan Wahid (Beto Kusyairy). Dan secara umum yang banyak digunakan adalah Lading, senjata sejenis parang dan juga panah. Termasuk silat khas Melayu yang ditampilkan sepanjang film.

Kental dengan Ajaran Islam

Bangsa Melayu sejak berabad-abad lalu mayoritas keyakinan lebih pada ajaran Islam. Itulah yang diperlihatkan jelas pada film Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang. Pakaian, tindak tanduk dan dialog para karakter sangat berkaitan erat dengan Islam. Kekhasan yang juga tetap dipertahankan oleh penulis untuk filmnya.

Sinematografi

Sama halnya dengan latar, unsur sinematografi hal yang mutlak ada dalam produksi sebuah film. Untuk film Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang ada beberapa hal menarik terkait sinematografi. Di awal film bahkan penonton sudah bisa melihatnya, ketika sang karakter utama Mat Kilau sedang beraltir bersama saudara sepeguruannya.

Syamsul Yusof sebagai sutradara banyak mendetailkan adegan dengan efek slow motion, tentu untuk membuat adegan lebih menarik dan dramatis guna meninggalkan kesan mendalam pada penonton. Syamsul melakukan di banyak adegan khususnya adegan fight pada filmnya.

Sisi lain dari pengambilan gambar adegan fight, mungkin untuk sebagian dari penonton akan terganggu dan terkesan membuat pusing. Tujuannya sang sutradara mungkin baik dengan mengikuti setiap gerakan silat untuk mendapatkan detail dari dua atau lebih karakter yang melakukan adegan tersebut.

Sehingga penonton tidak berfokus pada salah satu karakter saja. Cukup masuk akal namun sayang gerakan atau camera moving yang terlalu berlebihan membuat kesan berlebihan pula. Itulah mungkin untuk sebagian penonton akan merasa pusing.

Ada hal lain yang juga sedikit mengganggu, yaitu musik atau scoring filmnya. Beberapa film mendapat predikat film berisik terkait dengan musik atau scoring filmnya yang dibuat cukup keras. Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang bisa masuk dalam kategori tersebut.

Scoring yang berisik sangat dirasakan ketika para karakter melakoni adegan fight. Saat dua atau lebih karakter saling tukar pukulan dengan tangan kosong atau menggunakan senjata. Untuk itu, penonton yang ingin melihat adegan fight dengan seksama akan sedikit terganggu dengan scoring filmnya.

Tidak ada yang salah untuk colour grading atau tampilan keseluruhan warna dalam film Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang. Hanya saja, menilik latar waktu filmnya color grading atau tone color bisa lebih sesuai dengan abad ke-18. Yang mungkin mampu membangun ambience lebih di penonton.

Gandeng aktor Indonesia

Kisah Mat Kilau, Kebangkitan Pejuang yang juga menggaet aktor laga kenamaan Indonesia, Yayan Ruhian atau yang akrab Kang Yayan menjadi poin plus untuk menarik penonton tanah air. Kang Yayan yang dikenal aktor spesialis film action tidak usah diragukan untuk akting dan chemistry yang dibangun dengan lawan mainnya.

Begitu juga dengan aktor lainnya yang asli Malaysia mampu hadirkan tontonan menarik. Hanya pada karakter orang British untuk Kapten Syers (Geoff Andre Feyaerts) belum sepenuhnya menggambarkan orang Inggris terutama dari logat yang sebenarnya British memiliki kekhasannya tersendiri.

Secara keseluruhan cerita yang ingin disampaikan mampu ditangkap penonton. Hanya saja pengulasan tentang Mat Kilau itu sendiri sebagai tokoh yang diceritakan bisa lebih detail dan spesifik. Sehingga pesan yang didapatkan penonton tidak hanya sebatas Mat Kilau adalah pahlawan masyarakat Melayu pada masa itu.

Namun, lebih pada perubahan yang terjadi dengan keberhasilan Mat Kilau dengan kelompoknya. Atau pada kebanyakan film serupa terutama yang berasal dari hollywood, Jepang, Tiongkok, Hong Kong dan lainnya. Akan menampilkan potongan gambar dari tokoh yang bersangkutan dan menjelaskannya dengan narasi di sampingnya.

Production company: Studio Kembara, Skop Productions
Distributor: CBI Pictures
Cast: Dato Adi Putra (Mat Kilau), Beto Kusyairy (Wahid), Fattah Amin (Awang), Johan As’ari (Yassin), Ali Karimi (Brahim), Yayan Ruhian (Toga), Geoff Andre Feyaerts (Kapten Syers), Wan Hanafi Su (Toh Gajah), Khir Rahman (Usup), etc
Director: Syamsul Yusof
Screenplay: Shahruddin Dali, Syamsul Yusof
Producers: Rahman Dali, Shahruddin Dali
Duration: 1 hours 57 minutes