ReviewCinemaFilm

Review: The Sheep Detectives, Live-Action Yang Kental Dengan Sentuhan Dunia Novel

41
×

Review: The Sheep Detectives, Live-Action Yang Kental Dengan Sentuhan Dunia Novel

Share this article

The Sheep Detectives sebuah film dengan kombinasi karakter manusia asli dengan karakter antropomorfisme melalui hewan domba.

LASAK.iD – Film yang melibatkan ikatan emosional antara manusia dan hewan dalam konsep animal-centric atau juga dikatakan sebagai antropomorfisme, selalu menghadirkan kenikmatan dan keseruan tersendiri untuk penikmat film. Level yang dirasakan pun akan berbeda di setiap film tergantung genre (petualangan, aksi, misteri, komedi, drama) dan format yang diusung (animasi, live-action).

Ini yang juga coba ditawarkan Sony Pictures melalui film terbaru berjudul The Sheep Detectives, yang mengadaptasi novel berjudul Three Bags Full karya Leonie Swann. Sosok Craig Mazin yang dipercaya menulis ulang ceritanya untuk versi live-action menawarkan beragam level emosi dan perasaan kepada penikmat film, seperti layaknya membaca novel aslinya.

Untuk itu, Craig Mazin mengkombinasikan beragam genre dan sub-genre, mulai dari animal adventure, bumbling detective, whodunnit, action, comedy, family, sampai dengan mystery dalam satu cerita film berjudul The Sheep Detectives. Craig Mazin memang cukup dikenal sebagai penulisan skenario dengan genre atau sub-genre yang serupa.

Baca juga: Review: Project Hail Mary, Menjelajah Dunia Sains Lewat Petualangan Angkasa Luar

Untuk kali ini, Craig Mazin memberikan sentuhan imaginasi dengan pembawaan vibes dan ambience filmnya seperti menyelam dalam dunia novel. Ini tidak dilakukan sepenuhnya, penulis Craig Mazin tetap memberikan penggambaran tokoh seperti film pada umumnya.    Di antaranya yang cukup terlihat pada latar cerita yang mencakup tempat dan suasana.

Craig Mazin mencoba mempertahankan ornamen warna yang dalam dunia novel terkadang dominan pada satu warna (hijau) dan terkadang bermain dengan banyak warna (warna-warni). Ini pun memberikan pengaruh kuat pada suasana dan rasa yang tertangkap oleh penikmat film.

Misalnya, adegan yang memperlihatkan peternakan milik George Hardy, dominasi warna hijau (rumput, hutan) dan biru (langit) secara langsung memberikan ketenangan dan damai. Gambaran yang juga diperlihatkan karakter George Hardy melalui pembawaannya yang tenang. Meski begitu, sedikit sentuhan kontras melalui warna abu-abu/silver yang berasal dari campervan milik sang penggembala.

Rasa yang berbeda didapatkan ketika adegan beralih ke kota bernama Denbrook. Suasana lebih ceria lebih kuat dengan ornamen warna yang lebih beragam (warna-warni). Tak hanya dari tanaman berukuran kecil hingga pepohonan yang menjulang tinggi, tetapi juga tempat tinggal yang berwarna-warni, meski dengan tone yang dibuat beragam dari cerah hingga yang gelap.

Begitu pun dengan deretan karakter, secara umum dalam sebuah produksi film, pengembangan, bentuk fisik, sifat, dan latar belakang karakter akan terlihat dan terasa sama. Namun akan berbeda jika pendekatannya dengan menduplikasi seperti novel. Produksi secara umum, akting yang terlihat normal dan ekspresif.

Hal tersebut akan berbeda ketika karakter menduplikasi yang ada di novel. Dibanding normal dan ekspresif, para karakter justru terlihat lebih konstan. Bahkan dalam mengolah gerak tubuh untuk mendeskripsikan karakternya yang memiliki tubuh tinggi pun terasa berbeda dan tidak biasa, bahkan lebih terkesan unik.

Hal yang sama pun berlaku untuk karakter antropomorfisme atau karakter hewan yang dalam filmnya adalah domba. Pada ekspresi dan gerak tubuh mungkin akan kontras, namun hal tersebut lebih condong pada dialog yang diucapkan para karakter domba. Terasa pada intonasi dari setiap kata yang diucapkan karakter domba ketika berdialog satu sama lain. Terkadang, kata atau kalimat yang digunakan lebih terasa formal dibandingkan film secara umum.

Baca juga: Review: Crime 101, Rasa Empati Yang Hadir Dari Karakter Penjahat

Hal menarik lainnya pada karakter antropomorfisme, ketika setiap karakter domba mewakili sifat dan kepribadian asli berdasarkan ras masing-masing. Selain dengan tujuan setiap karakter domba akan meyakinkan untuk terlihat lebih humanis. Sebut saja karakter Lily yang merupakan domba dari ras Shetland. Ras satu ini dikenal memiliki sifat keibuan yang kuat, ramah, mandiri, dan mudah dirawat. Membuat ras shetland sebagai pilihan ideal untuk sebuah peternakan.

Ada juga karakter Sebastian yang berasal dari ras Icelandic Leadership, menjadi pilihan peternak bukan untuk daging tetapi kecerdasan dan perilaku kepemimpinannya. Begitu pun dengan karakter-karakter domba lainnya yang merepresentasikan karakteristiknya berdasarkan ras masing-masing, seperti Mopple (Merino), Cloud (North Country Cheviot), Sir Richfield (Boreray Blackface), Zora (Danish Landrace), Wool-Eyes (Lincoln Longwool), serta kembar Reggie dan Ronnie (Norfolk Horn).

Terlepas akan hal-hal tersebut, The Sheep Detectives hadir sebagai tontonan yang cukup menarik. Tak sekedar sajian akan kompleksitas sebuah drama antara karakter manusia dengan karakter antropomorfisme. Mengacu pada genre yang diusung mystery dengan benang merah pengungkapan sebuah kebenaran menempatkan karakter antropomorfisme layaknya detektif.

Bahkan penikmat film pun turut terbawa untuk bisa menebak pelaku atau penjahat sebenarnya melalui diksi-diksi yang disajikan para karakter. Untuk lebih menghibur dengan penambahan unsur komedi sehingga menjadi warna tersendiri untuk cerita filmnya. Sehingga filmnya memiliki sisi ketegangan dan juga tawa dari tiap-tiap karakternya.

Production company: Working Title Films, Three Strange Angels, Lord Miller Productions
Distributor: Amazon MGM Studios, Sony Pictures Releasing
Cast: Hugh Jackman (George Hardy), Nicholas Braun (Tim Derry), Nicholas Galitzine (Elliot Matthews), Molly Gordon (Rebecca Hampstead), Hong Chau (Beth Pennock), Emma Thompson (Lydia Harbottle), Tosin Cole (Caleb Merrow), Kobna Holdbrook-Smith (Reverend Hillcoate), Conleth Hill (Ham Gilyard), Mandeep Dhillon (Postwoman Jo), Voice cast: Julia Louis-Dreyfus (Lily), Bryan Cranston (Sebastian), Chris O’Dowd (Mopple), Regina Hall (Cloud), Patrick Stewart (Sir Richfield), Bella Ramsey (Zora), Rhys Darby (Wool-Eyes), Brett Goldstein (Reggie and Ronnie), etc
Director: Kyle Balda
Screenplay: Craig Mazin
Producers: Lindsay Doran, Tim Bevan, Eric Fellner
Duration: 1 hours 49 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x