Asian ShowbizKoreanMovieReview

Review: Project Y, Kisah Para Kaum Urban Korea Selatan Dari Sudut Pandang Wanita Malam

283
×

Review: Project Y, Kisah Para Kaum Urban Korea Selatan Dari Sudut Pandang Wanita Malam

Share this article

Project Y gambaran dari film yang menjadikan karakter perempuan sebagai sentral cerita atau femme fatale.

LASAK.iD – Film berjudul Project Y yang menjadi produksi terbaru dari korea selatan siap menyapa penikmat film tanah air di awal Maret 2026. Film bergenre neo-noir crime ini dibintangi aktris cantik Han Soo-he, yang sekaligus menjadi daya tarik tersendiri dari filmnya.

Diketahui sang aktris memiliki basis penggemar yang cukup masif di tanah air. Lonjakan yang didapatkan setelah peran ikoniknya sebagai antagonis a.k.a pelakor bernama Yeo Da-kyung dalam drama berjudul The World of the Married (2020). Setelahnya, sang aktris mulai muncul di beberapa produksi, sebut saja, drama Nevertheless dan My Name yang tayang di setahun setelahnya atau 2021 lalu.

Meski begitu, dalam ranah layar lebar tercatat baru dua judul yang menggandeng sang aktris sebagai pemain. Satu di antaranya film Project Y yang tayang di awal tahun 2026. Film yang memberikan peran baru untuk sang aktris sebagai karakter utama cerita bernama Yoon Mi-sun. Seorang purel (pure girls) yang bekerja di salah satu tempat hiburan malam di distrik Gangnam yang terkenal glamor.

Kehidupan yang dijalani Yoon Mi-sun secara template atau berulang setiap harinya. Keadaan yang tidak juga memberikan sebuah kehidupan layak terutama secara keuangan. Bahkan ia dan hampir seluruh rekan kerjanya di distrik tersebut mengalami penipuan berkedok properti. Tekanan dan cobaan bertubi-tubi yang membuatnya memendam sebuah amarah besar dalam diri.

Ia tak sepenuhnya mampu menjalani tetapi keterpaksaan keadaan dan keberadaan sosok Lee Do-kyung yang selalu ada tak hanya sebagai sahabat tetapi keluarga memberikan kekuatan tersendiri untuknya. Meski tampil dengan aura maskulin dan rebel yang kuat, tetapi Lee Do-kyung memiliki sisi empati yang besar. Lee Do-kyung tak seperti saudarinya, ia bekerja sebagai supir sewaan, walau keberadaan di lingkungan hiburan malam.

Keadaan pelik yang akhirnya memunculkan kegilaan dari keduanya. Bermula dari Lee Do-kyung yang mendengar langsung ocehan yang keluar dari mulut istri Blackjack, yang kebetulan menggunakan jasanya sebagai supir. Awalnya, Yoon Mi-sun menolak kegilaan dari saudari tak sekandungnya tersebut.

Rasa penasaran akan sosok Blackjack membuatnya mengiyakan dengan membantu mencarikan informasi dari sekitar sang bos. Profesinya sebagai purel tidak mudah dicurigai dan memudahkannya untuk keluar masuk tempat hiburan milik Blackjack. Betul saja, terbantu dengan topeng yang dikenakannya, Blackjack tidak begitu saja mengenali wajah Yoon Mi-sun.

Di saat bersamaan, fakta baru didapatkannya bahwa dalang dibalik penipuan properti ternyata Blackjack. Fakta yang membuat amarah besar dalam diri Yoon Mi-sun mendidih dan bertekat untuk membuat sang bos kehilangan harta berharga miliknya. Setelahnya, Yoon Mi-sun dan Lee Do-kyung menuju sebuah pemakaman yang berada di bukit yang disinyalir sebagai lokasi penguburan uang milik Blackjack.

Kejutan baru didapatkan, ketika mendapati kebenaran tentang uang yang dikubur, keduanya justru mendapat jackpot karena saat digali lebih dalam terlihat banyak sekali batangan emas yang juga dikubur dalam lubang yang sama. Selesai melakukan pembongkaran keduanya bergegas pergi untuk menghindari Seok-gu, seorang kawan yang kadang bisa menjadi lawan.

Betul saja, mereka pun berpapasan yang membuat Yoon Mi-sun dan Lee Do-kyung merelakan untuk uang dalam tasnya diambil oleh Seok-gu untuk mendapatkan keuntungan lainnya dari emas. Mengingat Seok-gu hanya mengetahui bahwa hanya uang haram yang dikuburkan.

Saat merasa di atas angin, Yoon Mi-sun dan Lee Do-kyung tidak menyadari ada bahaya besar siap menghampiri mereka. Yoon Mi-sun menyadarinya dan dengan segera meminta Lee Do-kyung untuk mengurus kepergian menuju negara Jepang. Sebelumnya, mereka mengunjungi kediaman Choi Ga-yeong, sosok legenda purel di distrik Gangnam yang juga Ibu untuk keduanya.

Mereka ingin mengajak serta sang ibu untuk menghindari bahaya mengingat seberapa besar kekejaman yang bisa dibuat oleh Blackjack. Kejutan justru didapatkan Yoon Mi-sun dan Lee Do-kyung, saat mendapati mobil dan emasnya hilang bersamaan dengan sang ibu. Choi Ga-yeong yang jauh lebih berpengalaman ternyata menjadikan dirinya sebagai umpan untuk memberikan waktu lebih banyak kedua anaknya bisa melarikan diri.

Benar saja, sang ibu ditangkap oleh Blackjack bahkan kematian yang dibuat menyakitkan. Kejadian yang disaksikan langsung oleh Yoon Mi-sun dari kejauhan. Di tempat lain, Lee Do-kyung yang bahagia mendapatkan kembali emasnya justru terlihat cuek dengan kematian dari sang ibu walau sebenarnya ada rasa sakit yang juga dirasakannya.

Alih-alih kabur ke Jepang setelah mendapatkan identitas baru, keduanya memutuskan untuk membalaskan dendam kematian sang ibu. Hanya bermodalkan nekat keduanya dengan penuh amarah dan dendam menghampiri Blackjack. Ternyata yang keduanya tidak ketahui, Blackjack sebelumnya telah menyandera rekan-rekan mereka sebagai jaminan dan ancaman balik.

Aksi saling baku hantam tak terhindarkan, Yoon Mi-sun dan Lee Do-kyung hanya mengandalkan saling bantu satu sama lain untuk mengalahkan Blackjack karena sadar tidak akan menang jika melakukan fight satu lawan satu. Benar saja, melawan juga dengan perkelahian Yoon Mi-sun dan Lee Do-kyung terlihat kewalahan, tetapi menggunakan kecerdasan dengan memanfaatkan sekitar justru menjadi kekuatan.

Meski dengan wajah yang babak belur, keduanya berhasil membuat Blackjack mencicipi siksaan yang dibuat sebelumnya untuk menyiksa sang ibu. Keduanya memang kehilangan hampir sebagian besar emas yang dikuburnya bersama Blackjack. Namun, semua bukan tanpa perencanaan karena keduanya telah mempersiapkan semua dengan berbagai kemungkinan.

Review

Project Y menjadi representatif dari film neo-noir crime dari sudut pandang perempuan sebagai karakter utama. Menarik ketika pemeran utamanya yang biasa dipertunjukan dengan superior justru berbanding terbalik dalam film Project Y. Meski penulis dan sutradara filmnya membentuk aura kedua karakternya sangat meyakinkan akan hal tersebut.

Lee Hwan sebagai penulis mencoba membuat karakternya lebih manusiawi dengan tidak memaksakan untuk selalu superior. Seolah ingin membuat karakter dan cerita pun dekat dengan banyak penikmat film. Sekaligus memberikan ketegangan dengan cara berbeda ke penikmat film sebagai film yang menampilkan adegan aksi.

Ini pun menjadi kejutan untuk penikmat film sekaligus terkecoh karena sedari awal aura yang dibentuk penulis untuk kedua karakter utama mengarah pada superior. Secara gesture dan mimik wajah dengan karakterisitik dari karakternya masing-masing. Misalnya, karakter Yoon Mi-sun yang dimainkan oleh Han So-hee.

Han So-hee untuk produksi yang melibatkan dirinya termasuk Project Y dengan kehidupan di dunia nyata sebenarnya cukup banyak kemiripan. Ia memiliki aura yang kuat untuk menjadi pusat perhatian. Terkadang bisa terlihat memancarkan kecantikan feminin yang elegan dengan sisi edgy, misterius, dan badass yang intens bahkan bisa dirasakan di saat bersamaan.

Diperkuat dengan situasi, pakaian yang dikenakan, dan riasan yang diaplikasikan. Hal tersebut yang ternyata diperlihatkan kembali oleh Han So-hee di film Project Y. Begitu pun dengan lawan mainnya, Jeon Jong-seo untuk perannya sebagai Lee Do-kyung. Tampil dengan karakter yang tomboy dan sporty memang sesuai dengan kontur wajahnya yang memiliki kesan tegas juga dikenal sebagai cool girl vibes yang aesthetic.

Aura yang sebenarnya sangat pas untuk menggambarkan superior dari karakter. Tangkapan aura dan vibes yang diberikan membuat penikmat film pun menunggu aksi keduanya untuk menghajar para antagonis laki-laki/perempuan dari filmnya. Namun, penikmat film harus puas untuk karakter kedua karakter utama lebih disajikan dan dibangun jauh lebih manusiawi.

Untuk sisi cerita, secara pembangunan plot sebenarnya cukup menarik tetapi flow yang tertangkap untuk sebagian penikmat film justru terasa terlalu panjang atau berdurasi cukup lama. Menilik keseluruhan film yang mencapai 110 menit masih di kategori standar. Pada film Project Y lebih mengacu pada adegan (scene) filmnya, yang sebenarnya bisa lebih dipadatkan tanpa mengurangi esensi sebenarnya.

Beruntungnya, tidak ada kesan yang tertangkap bahwa hal tersebut menjadi sebuah plot hole yang memberikan sebuah kecanggungan adegan. Hal ini pun tertutupi dengan momen kejutan dari adegan dari skala yang kecil hingga yang menjadi gongnya. Sehingga tidak ada tumpang-tindih justru disiapkan penulis untuk memberikan dinamika cerita filmnya.

Menilik sisi lain dari filmnya, Project Y mempertegas bahwa wilayah serumpun akan membawa kesamaan dan pengaruh pada banyak aspek industri yang salah satunya pada industri film. Meski kekhasan dari setiap film maker tetap yang paling menonjol tetapi selalu ditemukan pola yang akan pada linear yang sama.n juga Korea Selatan. Ini bisa dilihat dari hal-hal menyangkur seperti vibes, plot, flow, story, dan aspek lainnya. Untuk kaitannya dengan film Project Y terlihat pada cerita yang dekat dengan kehidupan mereka.

Di antaranya yang berfokus pada sisi lain dari kehidupan kota, kuat kaitannya pada urban life, seperti gangster, perjudian, bahkan prostitusi. Film maker tiap neara tersebut tetap pada gaya khasnya masing-masing. Namun, secara struktural yang mengacu pada banyak kesamaan sebagai negara yang berada di wilayah Asia Timur membawa vibes yang sama.

Ditambah, saat tema dan konsep cerita mengambil garis lurus yang hampir serupa, seperti yang dikatakan sebelumnya berkaitan dengan urban life sebuah distrik atau daerah atau bahkan menyangkut satu negara. Pada film Project Y akan hal ini memang berada pada dua sisi yang terkadang terlihat samar tetapi ada momen lain dari visualisasi atau adegan yang terlihat sangat jelas.

Untuk dua karakter utama filmnya yang dimainkan dua sahabat, Han So-hee dan Jeon Jong-seo dalam setiap adegan terlihat untuk saling melengkapi. Hanya saja yang masih berkaitan dengan plot yang sebelumnya dikatakan terasa panjang ada momen gap chemistry dari kedua bisa dirasakan.

Gap yang dimaksudkan pun tidak membuat adegannya secara utuh menjadi aneh atau hambar, tetapi terasa kurang mengena. Ini pun tidak terjadi di sepanjang adegan yang menampilkan keduanya, hanya pada momen kecil dan tertentu saja. Secara keseluruhan film Project Y menjadi tontonan menarik meski dengan plot yang terasa panjang.

 

Production company: Climax Studio, Wow Point
Distributor: Plus M Entertainment
Cast: Han So-hee (Yoon Mi-sun), Jeon Jong-seo (Lee Do-kyung), Kim Shin-rok (Choi Ga-yeong), Jung Young-joo (Bull), Lee Jae-kyoon (Seok-gu), YooA (Ha-kyung), Kim Sung-cheol (Boss To), Park Bo-in as (Hardcore young lady), etc
Director: Lee Hwan
Screenplay: Lee Hwan, Oh Yu-kyung, Kwak Jae-min
Producers: Byun Seung Min, Yang Yoomin Hailey
Duration: 1 hours 50 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x