Food/ Health

Jawa Barat Siap Jadi Contoh Sukses Imunisasi Rutin Lengkap

75
×

Jawa Barat Siap Jadi Contoh Sukses Imunisasi Rutin Lengkap

Share this article

LASAK.iD – Setiap tahunnya di bulan April, dunia memperingati Pekan Imunisasi Dunia (PID), yang tahun ini mengusung tema Long Life for All. Sementara PID Nasional bertemakan Sehatkan Keluarga Lewati Pandemi dengan Imunisasi Lengkap.

Imunisasi rutin dan lengkap menjadi hak anak di seluruh dunia untuk sehat. Untuk pencapaian tersebut Pemerintah Pusat juga Daerah bekerja sama dengan organisasi dunia, Unicef. Di Jawa Barat melalui Dinas Kesehatan merealisasikan dengan mengadakan gelar wicara dalam rangka peringatan PID 2022 dengan tajuk Sehat Kini dan Nanti, Bersama Kita Imunisasi.

Dihadiri Atalia Praratya RIdwan Kamil S.IP, M. Ikom selaku Ketua TP PKK Jawa Barat bersama putra bungsunya, Arkana Aidan Misbach untuk mengajak seluruh orang tua untuk memberikan perlindungan pada anak-anak dari ancaman penyakit.

“Imunisasi adalah upaya kita melindungi anak Jawa Barat,” terang Atalia.

Semangat yang kembali digaungkan setelah masa pandemi, yang sebelumnya cakupan imunisasi anak mengalami penurunan. Pada 2020 tercatat 23 juta anak di dunia ini yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Angka tersebut 3.7 juta lebih tinggi dibandingkan tahun 2019. Secara global pada 2020, WHO mencatat terdapat 23 juta anak di bawah umur satu tahun yang tidak menerima imunisasi dasar atau imunisasi dasar belum lengkap. Itu merupakan angka tertinggi sejak tahun 2009. Sementara di Indonesia, terdapat 1.7 juta anak yang terakumulasi dari tahun 2019-2021.

Pemerintah di tahun 2022 ini juga memiliki kebijakan pemberian imunisasi Campak-Rubela bagi anak usia 9-59 bulan. Ini bagian upaya melengkapi dosis vaksin yang dikemas dalam kegiatan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada bulan Agustus 2022.

Dr, Ir. Dewi Sartika,M.Si (Asda I) menekankan semua komponen masyarakat memiliki tanggung jawab dan perannya masing-masing dalam hal memberikan perlindungan terhadap anak dari ancaman penyakit. Termasuk para orangtua bayi & balita, tetangga, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintahan provinsi hingga nasional dan non pemerintahan termasuk komunitas media.

Pada kesempatan yang sama, dr. R. Nina Susana Dewi, Sp.PK (K), M.Kes, MMRS (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengungkapkan bahwa hukum pemberian imunisasi di Indonesia adalah WAJIB. Hal ini sesuai yang diamanatkan oleh UUD ’45, UU Perlindungan Anak No.35 Tahun 2014, UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009, dan UU Pemerintahan Daerah No. 23 Tahun 2014.

Meskipun belum ada peraturan tentang sanksi terkait imunisasi, namun dampak bagi yang belum imunisasi adalah tertular penyakit tertentu yang dapat dicegah dengan imunisasi, sakit berat dan komplikasi, cacat dan menjadi tanggungan seumur hidup dan meninggal.

Semua anak Jawa Barat harus dilindungi. Itu merupakan kewajiban negara dan hak dasar anak. Hak untuk sehat, hak tumbuh kembang, dan hak untuk dilindungi dari ancaman penyakit yang bisa dicegah,” tegas dr. Nina Susana Dewi.

Tubagus Arie Rukmantara selaku Kepala Kantor Unicef Perwakilan Wilayah Jawa mengapresiasi itikad serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memastikan semua anak-anak mendapatkan imunisasi rutin yang lengkap secara menyeluruh dan merata di semua kabupaten-kota.

Dua tahun terakhir banyak ditemukan tantangan bagi daerah untuk mencapai cakupan imunisasi rutin yang tinggi. Survey Kementerian Kesehatan dan UNICEF melaporkan 84 persen dari fasilitas pelayanan kesehatan imunisasi anak di Indonesia terdampak COVID-19. Dampaknya, capaian imunisasi dasar lengkap tidak tinggi,” kata Arie.

Arie menambahkan Unicef berkomitmen menjadikan Jawa Barat contoh sukses dari upaya melengkapi anak-anak dengan imunisasi rutin agar tema World Immunization Week tahun ini Long Life for All dapat menyatukan semua komponen masyarakat untuk menciptakan dunia yang sehat bagi anak-anak untuk memiliki umur yang panjang agar dapat menggapai cita-cita mereka, meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, dan membuat Indonesia juara dalam banyak bidang di tingkat dunia.

Tujuan imunisasi adalah melindungi anak-anak dari ancaman penyakit-penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi. Karenanya, semua komponen masyarakat perlu bertanggung jawab secara bersama. Melalui ‘Sehat untuk Kini dan Nanti, Bersama Kita Imunisasi’ diharapkan bisa menjadi wadah bagi seluruh instansi terkait agar anak-anak bisa tumbuh optimal dan berkembang secara sehat sehingga dapat menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia,” tutup Arie.