LASAK.iD – Perusahaan film Warner Bros. asal Amerika telah hadir di kawasan Asia sejak abad ke-20. Di awal kehadirannya di Asia, Warner Bros. hanya sebatas distributor untuk mengedarkan film Hollywood masuk ke bioskop-bioskop di Asia. Melihat potensi besar industri film Asia, Warner Bros. kemudian mengambil langkah besar untuk berinvestasi pada produksi lokal.
Kawasan Asia Timur dengan Jepang (1998) dan Tiongkok (2003) sebagai negara pertama. Pemilihan kedua negara menjadi masuk akal mengingat sejarah panjang dan kaya untuk perkembangan industri film masing-masing. Masa perkembangan dari keduanya pun hampir di waktu bersamaan sekitar awal abad ke-20. Pertimbangan lainnya karena preferensi penonton domestik yang sangat kuat terhadap konten lokal.
Seiring berjalannya waktu, perkembangan industri film di kawasan Asia berkembang dengan pesat. Kesempatan untuk berinvestasi pun semakin besar dan luas, meski secara pemetaan masih di kawasan Asia Timur, seperti India, Hong Kong, Taiwan, hingga Korea Selatan. Rurouni Kenshin (Jepang), The Meg (Tiongkok, Hong Kong), The Age of Shadows (Korea Selatan), dan Chandni Chowk to China (India) hanya sebagian kecil film yang pernah diproduksi hasil kerja sama Warner Bros. dengan setiap negara.
Kerja sama yang masih terjalin baik dengan negara-negara tersebut hingga hari ini. Paling terbaru yang tayang di akhir Oktober 2026 berjudul The Intern. Ini merupakan film remake dari film dengan judul yang sama yang diproduksi pada 2015 oleh Warner Bros. Pictures. Untuk versi Korea Selatan, filmnya ditulis dan disutradarai Kim Do-young dengan Choi Min-sik dan Han So-hee sebagai dua karakter utama cerita filmnya.
Hadir sebagai remake tentu 70-80 persen tingkat kemiripan dengan film aslinya akan terlihat dengan jelas. Baik itu secara latar belakang (karakter, cerita), vibes, maupun ambience. Sedangkan 20 atau 30 persen lainnya merupakan penyesuaian terhadap negara yang me-remake filmnya. Untuk kali ini remake datang dari Negeri Ginseng, Korea Selatan.
Selain penyesuaian bahasa, secara sinematografi bahkan vibes dan ambience membawa kekhasan dari produksi dari film maker Korea Selatan. Hal yang sudah terasa sejak awal film, mungkin untuk penikmat film pada umumnya hanya saja melihatnya sebagai sebuah pembuka atau perkenalan pada cerita dan karakter.
Namun, penyuka dan penggemar dari produksi Korea Selatan terutama film dengan genre drama akan terlihat kekhasannya pada setiap pengambilan sudut kamera, detail gambar, bahkan pada film scoring. Termasuk pendekatan pada cerita dan karakter yang memang turut menyesuaikan. Pada cerita ambience dan latar belakang sebuah lingkup kerja.
The Intern versi Korea Selatan untuk start-up perusahaan fashion diwakilkan dengan nama WOO22 dengan dunia kerja menyesuaikan dengan masa kini. Sekaligus menggambarkan budaya kerja di Korea Selatan yang lebih kompetitif, lebih kaku, serta kental dengan dinamika senioritas dan solidaritas kelompok.
Ceritanya yang memang ingin dekat dengan masa kini, sutradara sekaligus penulis Kim Do-young melakukan pendekatan karakternya pun mengikuti zamannya, seperti bahasa gaul, trend yang sedang berlaku saat ini, bahkan kebiasaan dari mereka yang lahir sebagai generasi saat ini.
Begitu pun dalam membangun emosi dari setiap pemain maupun antar pemainnya yang sangat khas dengan gaya Korea. Itulah alasan hubungan kedekatan antara dua karakter utama tidak sekedar profesional sebagai atasan dan karyawan tetapi ada perasaan yang sampai ke penikmat film layaknya kedekatan seorang anak kepada Ayah atau sebaliknya.
Terkait dengan akting dari masing-masing pemain terutama dua karakter utamanya, Kim Ki-ho yang diperankan aktor senior Choi Min-sik dan Lee Seon-woo yang diperankan aktris muda Han So-hee. Keduanya secara kualitas tidak perlu diragukan. Hanya saja, ada momen yang menunjukkan dirinya kurang mendapatkan rasa sebagai seorang CEO, tetapi secara berseberangan ada pula momen yang menguatkan sisi CEO tersebut.
Dua sisi yang bertentangan ini bukan juga membuyarkan satu karakter utuh Lee Seon-woo sebagai seorang CEO, istri, anak, dan perempuan. Maupun secara utuh cerita filmnya, hanya ada sedikit perubahan rasa pada bagian yang dimaksudkan tersebut. Di sisi lain, peran kali ini menonjolkan sisi Han So-hee sebagai bagian dari jajaran aktris cantik Korea Selatan. Looks, pakaian, hingga makeup menonjolkan aura cantik sekaligus elegan dari Han So-hee sebagai personal.
Selain keduanya, karakter pendukung berhasil menonjol keberadaan mereka, bukan sekedar memperkuat karakter utama, tetapi cukup mendapat peranan penting dalam membangun cerita. Tak hanya sekedar serius tetapi sebagian besar karakter pendukung memegang peranan penting terkait komedi. Dengan kata lain memberikan warna lain dari filmnya.
Namun, secara keseluruhan sajian filmnya, The Intern masih belum hadir sebagai kandidat kuat untuk jadi film yang dibahas secara berkelanjutan. Filmnya tentu bisa dinikmati tetapi terlalu kuat sebagai gaya klasik dari genre drama dari Korea Selatan. Dan durasinya pun cukup panjang dengan lebih dari 2 jam.
Production company: Anthology Studios, Warner Bros. Korea
Distributor: Warner Bros. Pictures
Cast: Choi Min-sik (Kim Ki-ho), Han So-hee (Lee Seon-woo), Kim Jun-han (Young-hwan), Park Ye-ni (Yujin), Ryu Hye-young (Choi Min-a), Kim Geum-soon (Hui-suk), Yoon Sang-jeong (Yun-hee), Kang Tae-oh (Kang Min-wook), Han Ji-eun (Ruda), etc
Director: Kim Do-young
Screenplay: Kim Do-young
Producers: Choi Jae-won
Duration: 2 hours, 12 minutes






