LASAK.iD – Cerita adaptasi seringnya memberikan tekanan lebih besar kepada pembuat film maupun para pemerannya. Ini tak terlepas dari ekspektasi yang tinggi dari penggemar karya asli pada versi baru. Seringnya pun muncul berbagai komentar membandingkan satu sama lain atau sekedar menilai versi baru akankah masih membawa rasa yang sama.
Hal tersebut mungkin sedikit bergeser untuk film berjudul Hendry’s First Dates yang menjadi produksi terbaru Thailand. Sebuah film dari rumah produksi lokal GDH 559 bersama dengan Sony Pictures International Productions yang membuat kembali film populer hollywood di tahun 2004 berjudul 50 First Dates.
Hendry’s First Dates memang hadir sebagai adaptasi tetapi sajian film yang didapatkan penikmat film justru kental sekali dengan gaya khas Negeri Gajah Putih tersebut. Seolah cerita yang dihadirkan Hendry’s First Dates merupakan karya orisinal. Penikmat film menikmati setiap jengkal adegan tanpa harus melihat karya aslinya yang diperankan Adam Sandler dan Drew Barrymore.
Baca juga: Review: The Social Reckoning, Sekuel Mandiri yang Menyajikan Kontroversi Besar Facebook
Untuk publik tanah air yang menggemari produksi Thailand baik itu serial maupun film bioskop mengenal baik bagaimana pembuat filmnya mempertahankan sesuatu yang menjadi kekuatan untuk setiap orang mencintai karya yang mereka buat. Pada film Hendry’s First Dates hal tersebut terlihat pada sinematografi, akting pemain, dan bagaimana memainkan dinamika emosi penikmat film.
Mez Tharatorn sebagai sutradara masih mempertahankan sinematografi pada kaitannya dengan warna film dan pergerakan kamera yang kental dengan produksi Thailand. Hendry’s First Dates yang bergenre drama comedy lekat dengan warna film yang lebih dinamis dan pop, yang dominan pada warna cerah yang menonjolkan setiap sisi penunjang dalam adegan, seperti latar belakang (langit, pohon), wardrobe, hingga warna kulit.
Pada pergerakan kamera, crash zoom/ snap zoom menjadi teknik yang wajib ada dalam produksi Thailand di hampir genre. Teknik yang selalu berhasil dalam mendramatisasi sebuah adegan. Untuk film Hendry’s First Date, teknik satu ini banyak dilakukan pada adegan yang mengundang tawa.
Terlihat pada banyak momen dalam filmnya, baik karakter Hendry dengan Ayah dan adik laki-lakinya (Noon), Hendry dengan Bibi Su, bahkan dengan karakter Lucy. Teknik crash zoom/ snap zoom yang justru menjadi daya tarik dan menjadi identitas paten dari industri film Thailand.
Menilik lebih jauh, Thailand selalu hadir dalam satu paket lengkap dan utuh, selain sinematografi (warna film dan pergerakan kamera), akting, bahkan kontur wajah aktor/ aktris termasuk dalam satu paket lengkap tersebut. Pada film Hendry’s First Dates aktor Nadech Kugimiya menjadi contoh nyata.
Nadech Kugimiya tak terelakkan memiliki wajah yang tampan dan rupawan. Wajah yang secara general lebih cocok bermain dengan karakter kuat yang cool dan karismatik. Hanya saja, Nadech Kugimiya berada dalam industri hiburan Thailand yang bisa mengubah image yang sekilas terlihat dari wajah menjadi sebaliknya ketika mendapatkan peran yang sangat diluar ekspektasi.
Inilah yang terjadi dengan Nadech Kugimiya untuk perannya sebagai Hendry di film Hendry’s First Dates. Tak sekedar hadir sebagai karakter utama karena memiliki wajah tampan, Nadech Kugimiya memilik porsi cukup besar untuk sisi komedi filmnya. Bahkan banyak adegan tanpa perlu gesture yang berlebihan cukup membuat penikmat film tertawa terpingkal-pingkal.
Potongan lain untuk membuat paket komedi menjadi utuh datang dari karakter lainnya, yaitu Kiat Kitjaroen (Ayah), Artit Somnoi/ Ble Patoomrach (Kanoon), dan Tipagorn Chaiprasit (Bibi Su). Kontur wajah ketiganya memang cerminan komedi khas Thailand, setiap inci tubuh ketiganya ketika berakting selalu berhasil menghadirkan tawa. Komposisi pemain yang mengisi satu sama lain.
Begitu pun dengan Nicha Yontararak atau yang dikenal secara global sebagai Minnie yang merupakan anggota dari grup wanita bernama I-DLE asal Korea Selatan. Publik global lebih mengenalnya sebagai penyanyi, sedangkan karirnya sebagai aktris masih sangat baru. Hendry’s First Dates bahkan menjadi debutnya di layar lebar, setelah mencicipi sebagai cameo di sebuah produksi TV series dan web series.
Akting Nicha Yontararak atau Minnie I-DLE dalam debutnya di layar lebar untuk film Hendry’s First Dates bukan dengan hasil yang tidak memuaskan. Namun, tidak bisa dipungkiri banyak yang harus dipelajarinya dalam berakting. Terutama dalam memainkan mimik dan ekspresi dalam menunjukkan sebuah rasa (sedih, bahagia).
Di lain sisi, usaha Nicha Yontararak atau Minnie I-DLE dalam mem-build karakternya sebagai Lucy dan chemistry bersama karakter lainnya cukup membuat puas. Terlihat sutradara tidak memberikan ruang berlebihan meski datang dengan nama besar sebagai idol global.
Mez Tharatorn menopang kekuarangannya dalam akting dengan bantuan dari karakter lainnya. Dengan kata lain, sutradara Mez Tharatorn memberikan treatment yang sesuai tanpa harus berlebihan untuk setiap karakter. Kesimbangan dari banyak sisi produksi yang membuat film cukup berhasil memainkan emosi penikmat film. Ini pun masih menjadi bagian dari satu paket utuh dalam setiap produksi Thailand.
Baca juga: Review: Gohan, Film Yang Menawarkan Emosional Persahabatan Anjing dan Manusia
Sutradara hampir selalu berhasil membuat penikmat film tertawa sekaligus menangis di saat bersamaan untuk sebuah adegan. Ada kalanya setelah terenyuh dan menangis dalam sekejap dibuat tertawa terbahak-bahak. Pola yang memang hampir selalu berhasil tetapi di sisi lain menjadi pola yang template atau berulang.
Rasa bosan mungkin pernah terucap karena pola berulang tetapi tidak menjadikan sebuah produksi menjadi gagal. Namun, hadir sebagai hiburan pola berulang terkadang tidak berlaku asalkan sajiannya secara utuh sangatlah menghibur. Ini juga yang berlaku untuk film Hendry’s First Dates.
Ini mungkin tidak dikatakan sempurna 100 persen tetapi cukup berhasil untuk penikmat film mengenyampingkan bahwa cerita filmnya merupakan sebuah adaptasi. Tidak spontan muncul untuk membandingkan dengan karya asli karena keberhasilan untuk pembuat filmnya membuat Hendry’s First Dates hadir sebagai wajah baru dengan sisi yang berbeda meski dengan nyawa yang sama.
Production company: GDH 559, Sony Pictures International Productions
Distributor: Sony Pictures Releasing
Cast: Nadech Kugimiya (Hendry), Minnie/ Nicha Yontararak (Lucy), Kiat Kitjaroen (Dad), Artit Somnoi/ Ble Patoomrach (Brother Kanoon), Tipagorn Chaiprasit (Auntie Su), etc
Director: Mez Tharatorn
Screenplay: Mez Tharatorn, Tosapol Thipthinnakorn, Benjamaporn Srabua
Producers: Mez Tharatorn, Jira Maligool, Vanridee Pongsittisak, Suwimol Techasupinan
Duration: 1 hours, 55 minutes






