ReviewCinemaFilm

Review: We Bury the Dead, Horor Sunyi Tentang Duka dan Kehilangan di Tengah Kiamat Zombie

217
×

Review: We Bury the Dead, Horor Sunyi Tentang Duka dan Kehilangan di Tengah Kiamat Zombie

Share this article

Sutradara dan penulis Zak Hilditch melakukan pendekatan cerita melalui premis katastrofe untuk karya terbarunya We Bury the Dead yang bertemakan zombie.

LASAK.iD – Film dengan genre zombie yang menjadi turunan atau sub-genre dari horor masih menjadi pilihan dari pembuat film sebagai ide cerita. Selama satu dekade terakhir cukup banyak film dengan genre zombie dirilis. Tak hanya datang dari industri film seperti amerika, eropa tetapi juga asia termasuk Indonesia.

Di antara banyaknya judul, tak sedikit yang terbukti mampu menyita perhatian penikmat film. Faktor seperti pendekatan berbeda pada plot cerita hingga penggambaran dari zombie itu sendiri yang mampu menyedot perhatian dari penikmat film regional hingga internasional.

Film dengan genre zombie masih cukup menjanjikan di pasar global. Ini yang mungkin menjadi pertimbangan untuk beberapa rumah produksi asal australia untuk karya terbarunya. Film berjudul We Bury the Dead membawa kisah tentang seorang relawan bernama Ava Newman (Daisy Ridley) yang ditugaskan untuk menyingkirkan para mayat hidup setelah peristiwa ledakkan senjata eksperimental milik amerika serikat.

Baca juga: Review: My Daughter Is a Zombie, Film Dengan Kombinasi Haru dan Lucu 

Kenyataan yang didapatkannya di lapangan jauh lebih mengerikan, yang membuat Ava memutuskan kembali ke wilayah Woodbridge untuk menjemput suaminya yang bernama Mitch (Matt Whelan). Keadaan yang sudah terlanjur kacau membuat banyak orang tidak selamat termasuk sang suami.

We Bury the Dead masih kental dengan kebanyakan film zombie. Zak Hilditch yang juga bertindak sebagai penulis cerita tentu melakukan beberapa pendekatan yang berbeda untuk membuat filmnya tidak terkesan monoton. Berikut kesimpulan singkat tentang film We Bury the Dead.

Horor Sunyi di Tengah Kejenuhan Zombie

Di tengah kejenuhan film zombie yang berlomba-lomba menampilkan kekerasan dan sensasi visual, We Bury the Dead karya Zak Hilditch justru mengambil jalur yang lebih senyap dan kontemplatif. Film ini tidak tertarik pada gore berlebihan atau kejutan murahan.

Alih-alih, ia menawarkan horor yang dingin dan perlahan, bertumpu pada suasana, kehilangan, dan rasa duka yang membekas. Pendekatan ini membuat film terasa menyegarkan sekaligus menantang ekspektasi penonton terhadap genre zombie itu sendiri.

Premis Katastrofe yang Sederhana namun Menghantui

Cerita bermula dari sebuah ledakan elektromagnetik eksperimental di dekat Tasmania yang secara misterius menghentikan kehidupan di seluruh pulau. Orang-orang membeku dalam gestur terakhir mereka, meninggalkan lanskap kematian yang ganjil dan memilukan.

Pemerintah Australia lalu merekrut warga sipil untuk mengevakuasi jenazah dan memulihkan ketertiban. Dari premis yang tampak lurus ini, film mulai menanam benih kegelisahan yang perlahan tumbuh menjadi inti emosional cerita.

Ava dan Pencarian yang Bersifat Personal

Di antara para relawan, terdapat Ava (Daisy Ridley), seorang perempuan yang bergabung bukan sekadar demi tugas kemanusiaan. Suaminya berada di pulau tersebut saat bencana terjadi dan misi pemulihan berubah menjadi pencarian pribadi.

Baca juga: Review: 28 Years Later, Evolusi Cerita Mengikuti Karakter Zombie Pada Filmnya

Dari sinilah We Bury the Dead mengungkapkan twist halusnya, mereka yang “bangkit kembali” bukanlah ancaman anonim, melainkan wajah-wajah yang dicintai. Mayat-mayat itu bukan monster asing, melainkan masa lalu yang menolak untuk benar-benar pergi.

Bencana sebagai Drama Pekerjaan yang Muram

Hilditch menyajikan kiamat ini layaknya drama kerja yang muram, lengkap dengan prosedur, pos pemeriksaan, dan rutinitas yang terasa mekanis. Sinematografi Steve Annis menggunakan frame panjang dan lapang, menekankan jarak, kesunyian, serta kekosongan emosional yang menyelimuti ruang-ruang mati.

Lanskap Tasmania tampak bersih namun dingin, hampir tanpa kehidupan. Suara angin, gesekan sepatu, dan dentuman samar menjadi musik utama, sementara skor minimalis hanya mempertegas keheningan yang mencekik.

Akting yang Menahan Ledakan Emosi

Daisy Ridley menjadi jangkar emosional film ini melalui permainan yang tertahan dan penuh luka batin. Ava digambarkan sebagai seseorang yang bernegosiasi dengan duka, menggenggam harapan yang ia sendiri tahu rapuh. Brenton Thwaites sebagai Clay menjadi kontras yang menarik, seorang pengambil risiko yang melihat bencana sebagai ajang pembuktian diri.

Dinamika mereka menjaga film tetap hidup, didukung oleh karakter-karakter pendukung yang tampak lelah secara fisik dan mental, terasa nyata sebagai orang-orang yang melakukan pekerjaan yang tak ingin diambil siapa pun.

Dilema Moral sebagai Jantung Cerita

Kekuatan terbesar film ini terletak pada pertanyaan moralnya, “Bagaimana jika musuh yang harus dihadapi memiliki wajah orang yang pernah kita cintai?“. Hilditch menggali ketegangan bukan lewat serangan mendadak, melainkan lewat keraguan, jeda sebelum bertindak, dan momen ketika sebuah nama atau identitas menghancurkan keteguhan seseorang.

Meski demikian, film tidak sepenuhnya tanpa cela. Kilas balik hubungan Ava dan suaminya terasa terlalu teratur dan mudah ditebak, sementara bagian akhir mulai bergeser ke mekanisme kejar-kejaran yang lebih konvensional.

Ratapan Sunyi tentang Kehilangan

Terlepas dari kekurangannya, We Bury the Dead meninggalkan kesan yang bertahan lama. Film ini lebih menyerupai ratapan atas kehidupan sehari-hari yang hilang dan ritual manusia untuk membuat kehilangan terasa dapat ditanggung. Penonton yang mencari aksi cepat mungkin merasa gelisah, tetapi bagi mereka yang menyukai kisah kiamat yang meluangkan waktu untuk duduk bersama kesedihan.

Film ini menawarkan keindahan yang muram dan reflektif. Sebuah pengingat bahwa setelah bencana, selalu ada pekerjaan sunyi yang harus dilakukan.

Written by Hadi Hutama

 

Production company: Screen Australia, Gramercy Park Media, Screenwest, The Penguin Empire, Adelaide Film Festival, Giant Leap Media, Peachtree Media Partners
Distributor: Vertical Entertainment
Cast: Daisy Ridley (Ava Newman), Brenton Thwaites (Clay), Mark Coles Smith (Riley), Matt Whelan (Mitch), Kym Jackson (Lt. Wilkie), Holly Hargreaves (Mrs. Smith), Deanna Cooney (Bianca), Elijah Williams (Bus Zombie), Chloe Hurst (Katie), etc
Director: Zak Hilditch
Screenwriter: Zak Hilditch
Producers: Ross M. Dinerstein, Mark Fasano, Joshua Harris
Duration1 hours 35 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x