CinemaFilmReview

Review: Crime 101, Rasa Empati Yang Hadir Dari Karakter Penjahat

118
×

Review: Crime 101, Rasa Empati Yang Hadir Dari Karakter Penjahat

Share this article

Crime 101 mengangkat kisah nyata dari novella karya Don Winslow yang terkenal sebagai penulis spesialis kriminal.

LASAK.iD – Chris Hemsworth dan Mark Ruffalo, dua aktor yang dikenal dengan peran ikoniknya di sebuah IP besar sebagai pahlawan super. Saat berperan sebagai pahlawan super, karakter yang dimainkan keduanya memiliki chemistry yang tidak biasa meski berada di dalam kubu yang sama.

Bahkan di salah satu universe, perannya selalu terlihat ada pertengkaran bukan sebagai musuh tetapi sahabat yang sudah terlalu dekat. Hal itu justru memberikan sebuah hiburan tersendiri untuk penikmat film. Karakter pahlawan super yang sudah sangat melekat dengan kedua aktor yang membuat penikmat film justru penasaran ketika keduanya bermain di luar genre tersebut.

Di tengah rehat dari perilisan film dari peran ikonik keduanya sebagai pahlawan super, Chris Hemsworth dan Mark Ruffalo ternyata dipertemukan kembali dalam sebuah produksi lain. Kali ini, keduanya menjadi manusia normal seutuhnya, sebagai Mike/James Davis dan Detektif Lou Lubesnick.

Keduanya menjalani karakter yang berbeda dan saling bertentangan. Chris Hemsworth dengan karakternya Mike/ James Davis, seorang pencuri perhiasan terkenal di Los Angeles terutama di wilayah U.S. Route 101 atau U.S. Highway 101 (US 101), yang akhirnya menciptakan sebuah pola yang mencerminkan judul filmnya Crime 101.

Baca juga: Review: Goat, Film Animasi Antropomorfik Yang Relate Untuk Semua Usia

Selain sebagai sutradara, Bart Layton yang juga menulis cerita filmnya menempatkan karakter Mike bukan sebagai karakter antagonis atau penjahat yang superior. Ini karena karakter Mike bukan penjahat yang kejam melainkan tetap memikirkan keselamatan korbannya. Hal ini yang akhirnya membentuk Mike sebagai karakter anti-hero, yang lebih membentuk rasa empati dibandingkan sebal atau amarah dari penikmat film.

Bart Layton memperkuatnya dengan penggambaran latar belakang Mike atau bernama asli James Davis yang memiliki kehidupan keras di masa kecil hingga membentuk trauma besar yang membuatnya tidak bisa melihat atau melukai orang lain. Karakteristik yang menjadi daya tarik ketika melihat penjahat justru yang paling dikasihani penikmat film.

Di sisi seberang, Mark Ruffalo kembali memerankan karakter seorang anggota kepolisian bernama Detektif Lou Lubesnick. Ini menjadi karakter yang cukup familiar untuk sang aktor karena di film ikonik lainnya, Mark juga memerankan karakter yang sama. Tak ada yang terlalu istimewa dari karakternya.

Detektif Lou Lubesnick masih menggambarkan karakteristik umum sosok polisi jujur yang terzalimi karena berjuang sendiri untuk kebenaran dan keadilan. Begitu pun dengan kehidupan pribadi yang selalu digambarkan dengan rumah tangga yang berantakan dan berakhir perceraian.

Sisi menarik karakternya ketika menjadi bagian dari rangkaian plot twist cerita terutama menjelang akhir cerita filmnya. Meski secara sajian hal tersebut tidak menjadi kejutan yang besar. Melalui karakter Detektif Lou Lubesnick justru menciptakan momen yang membuat penikmat film bisa menebak alur ceritanya. Entah sebuah kesengajaan atau cerita yang kurang kuat dari Bart Layton.

Ini pun tergambarkan untuk karakter Ormon yang diperankan aktor Barry Keoghan. Hadir di tengah cerita menjadi kejutan lain dari filmnya. Bart Layton membuat penjahat atau antagonis sesungguhnya melalui karakter Ormon, yang digambarkan lebih agresif dan tak terkontrol.

Sayang, sensasi ketegangan baru dan berbeda yang dibawa karakter Ormon tidak memiliki durasi yang panjang atau screen time untuk karakternya cukup minim. Kemunculan seolah hanya sebagai refleksi terbalik dari karakter Mike, yang kalem dan perasa. Hal ini ternyata juga terasa pada ketegangan secara menyeluruh dari filmnya.

Crime 101 dengan genre crime thriller sebuah tontonan menarik tetapi tidak 100 persen dalam memberikan sensasi ketegangan, padahal dengan heist dan action sebagai genre pendamping, penikmat film menunggu-nunggu beragam aksi dan kejutan dari filmnya. Penulis seperti ingin membuat penikmat film lebih fokus pada cerita daripada aksi.

Terasa sekali ketika ceritanya justru lebih condong pada Mike yang membuat adegan aksi terasa kurang padahal itu yang ditunggu penikmat film. Tak heran jika tak banyak adegan yang membuat penikmat film cukup ekspresif dalam menanggapi. Adegan aksi yang ada pun tidak membuat adrenaline penikmat terpacu, hanya menjadi bumbu pelengkap yang wajib ada sebagai bagian dari genre-nya.

Sebenarnya, aksi yang disajikan sebagai film heist dan action tidak sepenuhnya yang datar dan hambar. Hanya saja berada di level yang kurang memberikan sisi adrenaline yang biasanya didapatkan penikmat film. Menarik juga ketika flow cerita yang dihadirkan tidak banyak menyajikan plot twist, cukup berbanding terbalik jika menilik dari konsep dan temanya.

Hal yang sama juga berlaku untuk sisi lain film dalam konteks yang berbeda. Sehingga bisa disimpulkan penulis sepertinya ingin memberikan sensasi berbeda dari sekedar adrenaline. Terlihat dari kesan yang tertangkap mengenai plot dari Crime 101, sebuah film heist dan action yang kesan kuatnya justru hadir sebagai film bercerita.

Baca juga: Review: Mercy, Saat Intuisi dan Sentuhan Asli Manusia Mengalahkan Kecerdasan Teknologi

Terlihat dari pendetailan setiap karakternya dan hubungan yang antara karakter yang satu dengan yang lainnya dibuat cukup panjang. Bart Layton sebagai penulis sebenarnya bisa lebih memadatkan plot tersebut. Bahkan dengan konsep bercerita, Bart Layton lebih kepadan konsep to-the-point atau langsung dibandingkan bertele-tele dengan adegan lain untuk menjelaskan.

Misalnya, karakter Mike yang tidak memiliki keberanian untuk melukai korban pencuriannya bahkan terhadap orang banyak, hanya penjelasan melalui dialog. Tak ada adegan mengulang atau flashback ke masa lalu Mike yang menjadi indikator atau penyebab trauma tersebut.

Begitu pun dengan dua karakter utama lainnya, yaitu Sharon dan Det. Lou Lubesnick. Ada hal yang menjadi poin dan alasan kenapa dan mengapa kedua karakter berakhir menjadi seseorang yang berbeda atau prinsip yang berubah menjelang akhir cerita. Tak ada penjelasan adegan hanya sebuah fakta melalui dialog.

Untuk Sharon yang bekerja selama belasan tahun di perusahaan merasa tidak mendapat penghargaan yang seharusnya. Hal yang diinginkannya justru direbut oleh mereka para pekerja baru yang lebih seksi dan muda. Hal yang sama tidak sepenuhnya berlaku untuk karakter Det. Lou Lubesnick. Ada bagian yang diperjelas melalui adegan meski hanya beberapa scene (menit), selebihnya penikmat film kembali melihatnya melalui dialog antar karakter.

Menariknya, Bart Layton dalam menyajikannya pun tidak membuat kesan yang terlalu aneh. Ia menekankan pada penyajian yang seminim mungkin menimbulkan pertanyaan lainnya di penikmat film. Hanya cukup dengan dialog tidak perlu penjelasan yang bertele-tele tetapi apa yang ingin disampaikan ditangkap baik oleh penikmat film.

Dengan kata lain, Bart Layton sebagai sutradara dan penulis menampilkan gaya berbeda untuk film Crime 101. Ada plus-minus dari sajian filmnya, terutama untuk penikmat film yang seringnya mendapat adrenaline untuk film dengan genre, konsep, dan tema serupa mungkin sedikit menurunkan ekspektasinya.

Crime 101 bukan juga menjadi film yang biasa saja, Bart Layton membuat menarik filmnya dari sisi berbeda dari kebanyakan film dengan genre, konsep, dan tema serupa. Sehingga sensasi yang sampai pun sedikit berbeda. Terlebih kita bisa melihat keempat aktor dan aktris yang cukup ikonik untuk perannya di film pahlawan super bermain dengan karakter yang berbeda.

 

Production company: Metro-Goldwyn-Mayer Studios, Working Title Films, The Story Factory, Wild State, Raw
Distributor: Sony Pictures Releasing
Cast: Chris Hemsworth (Mike/James Davis), Mark Ruffalo (Det. Lou Lubesnick), Barry Keoghan (Ormon), Halle Berry (Sharon), Monica Barbaro (Maya), Corey Hawkins (Det. Tillman), Jennifer Jason Leigh (Angie), Nick Nolte (Money), Tate Donovan (Steven Monroe), Devon Bostick (Devon), Peyman Maādi (Sammy Kassem), Babak Tafti (Ali), Deborah Hedwall (Anne), Paul Adelstein (Mark), Drew Powell (Det. Townsend), Matthew Del Negro (Police Captain Stewart), Andra Nechita (Adrienne), John Douglas (Grant), etc
Director: Bart Layton
Screenplay: Bart Layton
Producers: Tim Bevan, Eric Fellner, Derrin Schlesinger, Dimitri Doganis, Bart Layton, Shane Salerno, Chris Hemsworth, Ben Grayson
Duration: 2 hours 20 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x