Film

Semesta, Film Dokumenter Nicholas Saputra Tayang Akhir Januari 2020

78
×

Semesta, Film Dokumenter Nicholas Saputra Tayang Akhir Januari 2020

Share this article

LASAK.iD – Film dokumenter karya sineas tanah air Nicholas Saputra dan Mandy Marahimin berjudul SEMESTA secara secara resmi merilis poster dan cuplikan trailer. Film dokumenter yang berada di bawah bendera Tanakhir Films berkisah tentang mereka yang merawat dan peduli dengan Indonesia.

film berdurasi 90 menit tersebut mengisahkan 7 sosok protagonis yang berasal dari daerah berbeda, seperti Aceh, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Kalimantan, Flores hingga Papua dengan latar belakang berbeda pula, mulai dari tempat tinggal, budaya hingga agama. Ketujuh sosok ini dipilih dengan seksama untuk mewakili manusia dan alam Indonesia yang beragam.

Film SEMESTA yang disutradarai Chairun Nissa merupakan dokumenter panjang perdana dari Tanakhir Films. Rumah produksi yang berdiri sejak 2013 ini sebelumnya lebih banyak memproduksi dokumenter pendek juga film fiksi panjang. Film SEMESTA juga menjadi nominator sebagai film dokumenter terbaik Festival Film Indonesia. Bahkan November lalu, film ini telah melakukan World Premiere di Suncine International Environmental Film Festival di Barcelona. Ini merupakan festival film yang secara khusus menayangkan dan melombakan film dokumenter bertemakan lingkungan.

Selain memang berfokus kepada lingkungan, Mandy Marahimin lewat film SEMESTA ingin membuktikan bahwa film dokumenter juga bisa di buat dengan sinematografi yang keren layaknya film bioskop. Seperti yang di tampilkan dalam film SEMESTA, khususnya dari segi pengambilan gambar, perekaman suara dan pembuatan musik ilustrasi hingga pada tahap penyuntingan.

Menurut kami dokumenter merupakan medium yang bisa benar-benar mengangkat soal keindonesiaan. Selain itu kami ingin menghapus stigma bahwa dokumenter adalah tontonan yang membosankan. Makanya kami membuat SEMESTA dengan suguhan berbeda agar orang tidak bosan saat menyaksikannya”, ujar Mandy Marahimin, produser sekaligus pendiri Tanakhir Films bersama Nicholas Saputra.

Mandy Marahimin juga menambahkan dengan latar belakang dirinya dengan Nicholas Saputra yang sebelumnya berkecimpung di film fiksi banyak membantu dalam hal tersebut.

Dari awal kami sudah mendesain film ini sebagai dokumenter yang tidak hanya untuk disaksikan di televisi, tapi juga di bioskop. Dengan standar seperti itu, maka pengerjaan pascaproduksi film ini kami perlakukan sama dengan film-film fiksi. Latar belakang saya dan Nicholas Saputra yang sebelumnya berkecimpung dalam produksi film-film fiksi sangat membantu”, tambah Mandy Marahimin yang sebelumnya tercatat menjadi produser eksekutif film Kulari ke Pantai (2018), Keluarga Cemara (2019), dan Bebas (2019).

Di tambah dengan sumber daya manusia yang mumpuni, seperti Aditya Ahmad selaku sinematografer yang membuat kamera bergerak dinamis menyorot gambar bukan hanya dari darat, tapi juga di udara dan menembus ke dalam air laut. Selain itu, Aditya Ahmad juga dikenal sebagai sutradara film pendek andal. Prestasinya tidak hanya terukir di pentas festival film dalam negeri, tapi juga menyeberang hingga ke mancanegara. Film pendek terakhirnya berjudul Kado menjadi film pendek terbaik di Venice Film Festival.

Penataan musik oleh Indra Perkasa dan penataan suara oleh Satrio Budiono, Indrasetno Vyatrantra serta Hasanudin Bugo berhasil menambah nyawa setiap adegan sehingga semakin menambah daya tarik film yang sudah tampak dalam cuplikannya. Kuartet ini sudah menjadi langganan di banyak film layar lebar tanah air.

Sementara Ahsan Andrian yang mengisi pos editing menjadi peranan penting lainnya dalam menjahit setiap adegan untuk menjadi satu kesatuan gambar yang enak di tonton. Ahsan Andrian sebelumnya menjadi salah satu sosok yang berhasil membawa Filosofi Kopi mendapatkan Piala Citra. Kehadiran dan kolaborasi seluruh kru di belakang layar film ini membuat film SEMESTA jadi semakin layak ditonton saat tayang di bioskop.

Dengan sajian kisah-kisah dari berbagai penjuru Indonesia, film ini membuka wawasan kita, dan memberikan inspirasi, untuk berbuat sesuatu sekecil apa pun itu. Sebab apa pun latar belakang agama, budaya, profesi, dan tempat tinggalmu, kita tetap bisa berbuat sesuatu untuk alam Indonesia dan dunia yang sekarang tengah mengalami krisis”, pungkas Nicholas Saputra.

Sinopsis

Film SEMESTA berkisah tentang tujuh sosok dari tujuh provinsi Indonesia yang bergerak memelankan dampak perubahan iklim dengan merawat alam atas dorongan agama, kepercayaan, dan budaya masing-masing.

Melalui rangkaian kisah tujuh sosok inspiratif ini, film SEMESTA mengajak kita berkeliling sembari menikmati kekayaan alam di Tanah Air, mulai dari titik ujung barat, yakni Desa Pameu, Aceh, hingga menuju bagian ujung timur Indonesia, tepatnya di Kampung Kapatcol, Papua.

Rangkaian kisah mereka yang merawat alam Indonesia ini akan mengajak kita semua untuk ikut berperan dalam memelankan dampak perubahan iklim melalui langkah kecil yang bisa kita lakukan masing-masing.

Film SEMESTA adalah debut Tanakhir Films memproduksi film dokumenter panjang. Sebelumnya film ini berhasil menjadi nomine dalam kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2018. Film ini juga terseleksi untuk diputar di Suncine International Environmental Film Festival yang berlangsung di Barcelona, Spanyol (6-14 November 2019).

Film SEMESTA akan tayang terbatas di bioskop mulai 30 Januari 2020.