Film

Bintang Hollywood Ambil Bagian Dalam Film Animasi Berjudul Save Ralph

85
×

Bintang Hollywood Ambil Bagian Dalam Film Animasi Berjudul Save Ralph

Share this article
Ralph, spokes-bunny for HSI's global campaign to ban cosmetic testing on animals

LASAK.iD – Pembuat dan bintang film Hollywood telah bergabung dengan Humane Society International (HSI) untuk memproduksi film animasi pendek stop-motion yang kuat, Save Ralph, guna mengakhiri uji coba kosmetik pada hewan di seluruh dunia. Meskipun telah dilarang di 40 negara, praktik ini masih dianggap legal di sebagian besar negara di dunia, termasuk Indonesia, dan bahkan kerap muncul kembali di beberapa wilayah, sehingga mengakibatkan ribuan hewan menderita dan mati.

Taika Waititi, Ricky Gervais, Zac Efron, Olivia Munn, Pom Klementieff, Tricia Helfer dan lainnya telah bergabung untuk membantu HSI mengisi suara dalam film Save Ralph, yang bertujuan untuk menyoroti penderitaan hewan sekaligus mengajak konsumen dan pembuat kebijakan untuk bersatu melarang praktik ini sebagaimana misi HSI. Penulis dan sutradara Spencer Susser (Hesher, The Greatest Showman) dan produser Jeff Vespa (Voices of Parkland) bekerjasama dengan studio Arch Model, pembuat boneka ternama Andy Gent untuk membuat Ralph menjadi nyata. Film ini juga akan diluncurkan dalam versi bahasa Portugis, Spanyol, Perancis dan Vietnam dengan kehadiran Rodrigo Santoro, Denis Villeneuve dan lainnya sebagai pengisi suara dalam bahasa tersebut. Serta Maggie Q yang memberikan dukungan lewat pesan video.

Temukan film pendek dan informasi mengenai status uji coba hewan terkini dan bagaimana Anda dapat membantu di http://his.org/Ralph.

Jeffrey Flocken, Presiden Humane Society International mengatakan, “Save Ralph menyadarkan kita bahwa masih banyak hewan yang mengalami penderitaan akibat uji coba kosmetik, dan sekarang saatnya kita bersatu untuk melakukan pelarangan secara global. Saat ini kita memiliki banyak metode yang dapat diandalkan dan jaminan keamanan produk yang bebas uji coba terhadap hewan. Sehingga, tidak ada alasan untuk membuat hewan seperti Ralph menderita dalam uji coba kosmetik atau bahan-bahan lainnya“.

Film ini menampilkan Ralph yang disuarakan oleh Taika Waititi sebagai juru kampanye HSI. Ia diwawancarai saat menjalani rutinitas hariannya sebagai "penguji" di laboratorium toksikologi. Kampanye #SaveRalph HSI bertujuan untuk mengatasi masalah uji coba hewan dengan cara yang orisinil dan tidak terduga — menyoroti kisah seekor kelinci yang dapat merepresentasikan penderitaan banyak kelinci dan hewan lainnya yang saat ini berada di laboratorium seluruh dunia. Film ini mengajak penonton untuk membantu melarang uji coba hewan pada kosmetik untuk selamanya.

Director, Spencer Susser mengatakan, “Hewan di laboratorium uji coba kosmetik tidak memiliki pilihan dan ini merupakan tanggung jawab kita semua untuk melakukan sesuatu guna mengatasinya. Ketika mendapat kesempatan membuat kampanye baru untuk Humane Society International muncul, saya merasa bahwa stop motion adalah cara yang sempurna untuk menyampaikan pesan ini. Ketika Anda melihat realitas mengerikan yang dialami oleh hewan , Anda tidak dapat membantu melainkan berpaling. Saya berharap film ini dapat menyampaikan pesan tanpa terasa berat. Saya juga berharap penonton akan jatuh cinta dengan Ralph dan ingin berjuang untuknya serta hewan lain sepertinya, sehingga kita dapat melarang uji coba hewan untuk selamanya“.

Aduane Joseph Alcantara, Campaign Manager ASEAN Humane Society International mengatakan, “Permintaan akan produk cruelty-free semakin meningkat di kalangan konsumen Indonesia dan hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa terdapat dukungan publik yang besar terhadap larangan uji coba kosmetik pada hewan baik di Indonesia maupun di seluruh wilayah ASEAN. Dengan masih legalnya uji coba kosmetik pada hewan di empat dari lima negara secara global, dan bahkan mengubah namanya menjadi pengujian kimia, kampanye HSI #SaveRalph akan menggabungkan advokasi global dengan meningkatnya kesadaran publik untuk menunjukkan penderitaan mengerikan yang dialami hewan dalam pengujian. Hal ini juga menjadi pengingat bagi anggota parlemen bahwa kita membutuhkan larangan pengujian hewan yang tegas mengingat tidak ada hewan yang pantas menderita dan mati atas nama kecantikan. Saya ingin mengajak semua orang untuk menjadi bagian dari kampanye kami dengan cara mendukung dan menyebarkan film Save Ralph sehingga bersama-sama kita dapat memasukkan materi tentang uji coba hewan pada kosmetik dalam buku-buku sejarah“.

Aktor, Maggie Q mengatakan, “Saya percaya pada semua orang. Saya merasa jika mereka tahu tentang penderitaan yang dialami oleh hewan atas nama kecantikan – mereka akan mengubah permintaannya. Uji coba hewan pada kosmetik masih legal di banyak tempat di seluruh dunia, termasuk Asia Tenggara. Untuk itu, saya ingin mengajak konsumen di wilayah ini untuk berpikir dua kali tentang dimana mereka membelanjakan uang mereka. Bagi saya, mengetahui bahwa saya tidak perlu produk yang kejam untuk menjadi cantik. Begitu juga untuk Anda! Mari kita buat pernyataan sikap bersama-sama“.

Troy Seidle, Vice President HSI untuk Penelitian dan Toksikologi mengatakan, “Sangat mudah untuk berasumsi bahwa perusahaan adalah masalahnya, tetapi kenyataannya mereka adalah bagian penting dari solusi. Undang undang yang perlu diubah, dan para pemimpin industri seperti Lush, Unilever, P&G, L'Oréal dan Avon bekerja sama dengan kami untuk mengukuhkan larangan uji coba hewan di berbagai pasar kecantikan paling berpengaruh di dunia. Kami telah merekrut Ralph sebagai juru bicara kami untuk membantu merealisasikan undang-undang ini“.

Kampanye ini berfokus pada 16 negara prioritas termasuk Brasil, Kanada, Chili, Meksiko, Afrika Selatan, dan 10 negara Asia Tenggara, dan organisasi mitra, Humane Society of the United States dan Humane Society Legislatif Fund, yang berfokus pada undang-undang di Amerika Serikat. HSI juga memperjuangkan larangan yang sudah diberlakukan, seperti di Eropa dimana pihak berwenang berusaha mengeksploitasi celah hukum dengan menuntut uji hewan baru pada kosmetik dibawah undang undang kimia. Save Ralph akan menyoroti semua negara ini, mendorong mereka menuju masa depan yang bebas kekejaman sebagaimana yang diharapkan publik dan konsumen.

Fast facts:

  • Hasil jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa 88% orang Indonesia mendukung larangan uji coba hewan pada kosmetik.
  • Di beberapa bagian dunia, kelinci seperti Ralph dikunci pada bagian leher dan mendapati produk kosmetik dan bahan-bahan kimia yang diteteskan pada bagian mata mereka dan kulit pada bagian punggung yang telah dicukur. Kelinci dan tikus percobaan merasakan bahan kimia yang tersebar pada kulitnya yang telah dicukur atau pada telinga mereka. Tak satu pun dari hewan-hewan ini diberikan obat pereda sakit dan pada akhirnya semua akan mati terbunuh.
  • Uji coba hewan pada kosmetik telah dilarang secara resmi di 40 negara. HSI dan para mitra berperan dalam mengukuhkan larangan di India, Taiwan, Selandia Baru, Korea Selatan, Guatemala, Australia dan 10 negara bagian di Brasil. Pengujian semacam itu juga dilarang di Turki, Israel, Norwegia, Islandia, Swiss, dan di negara bagian Amerika Serikat seperti California, Illinois, Nevada, dan Virginia.
  • Lebih dari 2.000 merek kecantikan cruelty-free tersedia di seluruh dunia, termasuk Lush, Garnier, Dove, Herbal Essences dan H&M. Perusahaan-perusahaan ini menghasilkan produk yang aman dengan menggunakan bahan-bahan dengan riwayat penggunaan yang aman beserta perangkat penilaian keselamatan animal-free yang modern. Belum ada satu pun panduan berbelanja secara global, tetapi HSI mengetahui bahwa LeapingBunny.org dapat dijadikan sebagai sumber referensi yang bermanfaat.
  • HSI memperingatkan bahwa kosmetik cruelty-free bisa terancam bahaya jika undang- undang keamanan kimia terus menuntut uji coba hewan baru untuk bahan kimia yang digunakan secara eksklusif dalam kosmetik. Itulah sebabnya kampanye #SaveRalph mengutamakan penerapan larangan uji coba yang tegas.
  • Selain mendorong pengukuhan larangan dari pihak legislatif, HSI dan para mitranya berkolaborasi untuk mengembangkan program pelatihan uji keamanan terhadap produk animal-free untuk mendukung perusahaan kecil dan otoritas pemerintah dalam proses transisi dari uji coba hewan ke metode non hewan mutakhir, yang tersedia dan lebih baik dalam menjamin keselamatan manusia daripada uji coba hewan yang mereka gantikan.