ReviewCinemaFilm

Review: Verity, Film Penuh Kejutan dari Cerita dan Karakter

18
×

Review: Verity, Film Penuh Kejutan dari Cerita dan Karakter

Share this article

Verity menjadi film live-action bergenre psychological erotic thriller yang diadaptasi langsung dari novel karya Colleen Hoover.

LASAK.iD – Sony Pictures beberapa waktu lalu telah merilis film thriller dengan tema apocalipse yang disebabkan sebuah virus. Akibat infeksi virus tersebut membuat seseorang layaknya mayat hidup atau yang dikenal dengan zombie. Selang beberapa waktu, Sony Pictures kembali untuk genre thriller, yang kali ini berbalut mystery dan crime berjudul Verity.

Sebuah film yang mengadaptasi langsung novel karya Colleen Hoover dengan judul yang sama, yaitu Verity. Adaptasi yang menurut banyak pengamat dan penikmat film membawa keautentikan alur dari cerita novel-nya. Padahal proses penulisan naskah filmnya melalui beberapa tangan penulis.

Pengembangan awal dari cerita di tahun 2018 dilakukan Nick Antosca, Alex Hedlund, dan Eat the Cat. Setelahnya, di tahun 2020 penulisan naskah dipercayakan pada April Maguire dan Will Honley yang merupakan pihak Amazon Studios. Pada 2024, Hilary Seitz ditunjuk untuk melakukan penulisan ulang naskahnya setelah penyelesaian draf tambahan oleh Angela LaManna.

Baca juga: Review: Resident Evil, Evolusi Film Zombie Untuk Bentuk, Cerita, dan Karakter

Nick Antosca kemudian hadir untuk menyelesaikan naskahnya di November 2024 dan menjadi naskah yang hasilnya bisa dilihat penikmat film di 2026 yang menjadi tahun perilisan dari filmnya. Michael Showalter ditunjuk menjadi sutradara yang kemudian membawa Anne Hathaway untuk bergabung sebagai pemain yang setelahnya disusul Josh Hartnett dan Dakota Johnson.

Ketiga menjadi jajaran karakter utama filmnya dengan Anne Hathaway sebagai Verity Crawford, Josh Hartnett sebagai Jeremy Crawford, dan Dakota Johnson sebagai penulis lokal dengan gaya dan genre yang sama dengan Verity Crawford bernama Lowen Ashleigh.

Filmnya sendiri mengikuti kehidupan dari ketiga karakter utamanya, Verity Crawford, Jeremy Crawford, dan Lowen Ashleigh yang terjebak dalam manipulatif cerita yang ditulis Verity Crawford untuk membawa mereka pada ambang antara kebenaran dan kebohongan.

Hal yang sama pun berlaku untuk penikmat film, termanipulatif sejak awal hingga akhir filmnya dalam menebak karakter yang memiliki peranan sebagai protagonis dan antagonis. Ini pun didukung karena keberhasilan tim produksi dalam memilih pemain untuk memainkan setiap karakter terutama tiga karakter sentral.

Untuk Anne Hathaway dan Dakota Johnson nyatanya memiliki kontur wajah yang cocok untuk peran dengan dua sifat karakter atau ambivalen. Satu sisi bisa terlihat lembut tetapi di sisi lain bisa sangat terlihat seperti seorang psikopat. Untuk aktor Josh Hartnett di beberapa judul memang mendapatkan peran antagonis bahkan seorang psikopat.

Tak heran saat ketiganya disatukan dalam satu frame dengan karakter yang ambigu dan manipulatif cukup berhasil sampai di penikmat film. Paling terlihat di karakter Lowen Ashleigh, Dakota Johnson berhasil meyakinkan penikmat film bahwa karakternya merupakan seorang yang innocent dengan setiap tutur bahasanya yang lembut dan manis.

Namun, sepanjang filmnya cukup diperlihatkan adegan-adegan yang menunjukkan sisi sebaliknya. Tak juga dengan gesture yang terang-terangan, melainkan hal-hal kecil seperti minum obat milik mendiang sang ibu yang merupakan obat keras dengan alkohol.

Ada juga momen karakter memainkan push pin tapi dengan cara yang tidak biasa, bahkan lebih mengarah pada perilaku seorang psikopat. Diperkuat dengan karakteristik Lowen Ashleigh selalu menunjukkan ekspresi datar di segala kondisi. Begitu pun imajinasi liarnya ketika membaca manuskrip milik Verity, terlepas dirinya yang juga seorang penulis novel bergenre thriller.

Begitu pun dengan aktor anak-anak Brady Wagner yang memerankan Crew Crawford. Sejak awal kehadirannya seolah hanya sekedar pelengkap untuk menguatkan satu sisi dari keluarga Crawford. Sikapnya yang pemalu dan tak mudah berkomunikasi karena trauma di masa lalu, justru bertolak belakang dengan adegan yang menampilkan dirinya jelang bagian akhir cerita.

Adegan sederhana dari Crew Crawford yang sekedar memakan selai menggunakan pisau roti. Adegan ini mungkin menjadi biasa di penikmat film jika hadir dari film drama romantis atau drama keluarga. Nyatanya, sepanjang menonton filmnya hingga muncul adegan tersebut, rasa deg-degan yang justru muncul di penikmat film. Bahkan mimik wajah yang terkesan datar dan santai semakin menguat perasaan tersebut di penikmat film.

Karakteristik tak terduga dari Crew Crawford justru menghadirkan persepsi berbeda dan menjadi sebuah kejutan dari karakter yang mungkin luput dari perhatian penikmat film. Sikap yang menjadi berkesinambungan dan masuk akal melihat karakter kedua orang tuanya. Seolah sedari dini melahirkan Verity dan Jeremy Crawford yang baru.

Namun, menilik dari sisi lain filmnya yang berkaitan dengan cerita, penikmat film mungkin akan menemukan sebuah judul akan memiliki kesamaan dalam vibes, ambience, tema, konsep, premis, bahkan plot twist dari ceritanya. Ini yang juga dirasakan ketika menonton film Verity. Sajian yang diberikan filmnya membawa kesamaan dalam berbagai sisi dengan film lainnya. Terlepas cerita filmnya yang berdasarkan sebuah novel.

Terasa berbeda ketika sutradara berhasil mengolah naskah dan memaksimalkan akting para pemain untuk meramunya menjadi adegan yang mampu membuat pandangan penikmat film tetap di layar bioskop. Menunggu perpindahan setiap adegan yang mungkin menyimpan kejutan lainnya yang tak terduga.

Kadang latar waktu dan tempat menunjang sisi perbedaan untuk sebuah film yang dianggap memiliki kesamaan dengan film lainnya. Film Verity digambarkan pada musim dingin karena cuaca ekstrem dan lanskap salju secara visual memperkuat rasa isolasi, keputusasaan, dan ketidakstabilan mental karakter.

Begitu pun dengan latar tempat yang dalam hal ini berkaitan dengan letak rumah yang berada jauh dari keramaian dan bangunan yang seakan penuh misteri dengan bangunan yang didominasi ornamen kayu dengan beberapa bagian rumah yang memberikan kesan misterius dengan artistik maupun bentuk yang seakan memberikan kesan sempit, seperti lorong.

Kesimpulan singkatnya, sajian dari film Verity cukup menarik dan cukup banyak kejutan dari berbagai sisi sesuai genre filmnya, psychological erotic thriller. Film yang menjadikan penikmat filmnya menyelami cerita untuk menelaah dengan teliti setiap jengkal cerita seolah sebagai seorang detektif.

Production company: Amazon MGM Studios, Eat the Cat, Semi-Formal Productions, Shiny Penny, Somewhere Pictures, Heartbones Entertainment

Distributor: Sony Pictures Releasing

Cast: Anne Hathaway (Verity Crawford), Dakota Johnson (Lowen Ashleigh), Josh Hartnett (Jeremy Crawford), Ismael Cruz Córdova (Corey), Brady Wagner (Crew Crawford), etc

Director: Michael Showalter

Screenwriter: Nick Antosca

Producers: Nick Antosca, Alex Hedlund, Stacey Sher, Michael Showalter, Jordana Mollick, Anne Hathaway, Colleen Hoover

Duration: 1 hours 57 minutes

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
howtomakepedia
3 hours ago

Appreciate the effort you put into this.

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x