LASAK.iD – Sejarah Amerika terkait rasisme terhadap penduduk asli, warga kulit hitam, dan kelompok-kelompok tertentu menjadi yang cukup sering diangkat menjadi sebuah film. Tindakan rasisme yang sudah terjadi di Amerika sejak era kolonial tepatnya di abad ke-17. Hal ini masih terus terjadi sampai era modern bahkan hingga hari ini.
Perlakuan rasisme yang dilakukan pun terbilang cukup masif bahkan sering ditemukan yang disertai dengan kekerasan hingga berujung penghilangan nyawa. Peristiwa yang tercatat sebagai sejarah kelam Amerika. Lebih dari itu, ada beberapa peristiwa menjadi paling memorable bukan sekedar korban tetapi pahlawan.
Alasannya karena para tokoh tersebut dikenal vokal sebagai aktivis yang memperjuangkan hak-hak sipil warga terutama warga kulit hitam. Di antara banyak tokoh berkulit hitam nama Vernon Dahmer menjadi yang cukup diingat. Sekitar tahun 1960-an, Vernon Dahmer dikenal sebagai pemimpin Gerakan Hak-Hak Sipil Amerika sekaligus presiden cabang NAACP di Forrest County, Mississippi.
Vernon Dahmer juga dikenal sebagai pengusaha yang sukses yang mampu membangun ekonomi mandiri yang secara khusus untuk warga kulit hitam. Sukses yang membuatnya menjadi target kebencian dan ancaman untuk sebagian kelompok kulit putih, White Knights of the Ku Klux Klan yang dikenal melakukannya secara masif.
Kelompok yang kemudian menjadi dalang dari penghilangan nyawa Vernon Dahmer. Peristiwa yang terjadi di bulan Januari 1966 di kediamannya akibat bom yang memicu kebakaran hebat. Vernon Dahmer harus meregang nyawa demi menyelamatkan keluarganya dari kebakaran.
Kasus Vernon Dahmer memaksa FBI turun tangan untuk mengusut tuntas, namun menemui jalan buntu karena warga lokal yang tidak kooperatif. Hal ini memaksa FBI menyewa informan rahasia bernama Gregory Scarpa Sr.. Seseorang yang dikenal brutal dalam metode dalam menginterogasi tidak bisa dilakukan agen federal resmi.
Cara kejam yang selalu berhasil mengungkap kasus yang sulit dipecahkan FBI sebagai sebuah satuan. Terbukti FBI bisa mengantungi sejumlah nama yang terlibat dalam kasus penghilangan nyawa Vernon Dahmer. Metode brutal yang dilakukan Gregory Scarpa Sr. didapatkan karena statusnya sebagai bagian dari Keluarga Mafia Colombo.
Gregory Scarpa Sr. mulai direkrut FBI sebagai informan rahasia pada Maret 1962 hingga akhir hayatnya di tahun 1990-an. Tentu sudah banyak kasus yang berhasil diselesaikannya. Namun, kasus yang terkonfirmasi secara luas terjadi di Mississippi. Salah satunya kasus pembunuhan Vernon Dahmer (1966) serta Kasus Pembunuhan “Mississippi Burning” (1964).
Cerita yang menggelitik untuk Paramount Pictures bersama dengan beberapa rumah produksi, seperti Hammerstone Studios, Thunder Road, Freedom Principle Productions, dan Municipal Pictures membuat kisah dari Gregory Scarpa Sr. menjadi karya audio-visual. Kasus pembunuhan Vernon Dahmer pada tahun 1966 menjadi pilihan.
Secara kemasan, cerita yang dituliskan Sascha Penn cukup spesifik. Terutama dalam penggambaran alur cerita yang memang diketahui publik tentang kasus Vernon Dahmer, mulai dari karakter-karakter yang digambarkan dari Gregory Scarpa Sr., Vernon Dahmer, agen federal FBI, sampai kelompok Ku Klux Klan yang menjadi dalang pembunuhan.
Hanya ada penyesuaian untuk beberapa karakter, misalnya untuk karakter Agen FBI Wayne Strider yang diperankan aktor Yahya Abdul-Mateen II. Secara catatan sejarah nama Wayne Strider tidak pernah tercantum sebagai orang kulit hitam yang menjadi bagian dari agen federal FBI.
Karakter Agen FBI Wayne Strider ternyata hadir sebagai karakter yang diadaptasi secara bebas (loosely based) yang terinspirasi dari agen FBI asli di dunia nyata bernama Lindley DeVecchio. Termasuk dengan keterlibatannya dalam proses pencarian dalang pembunuh aktivis dan pengusaha Vernon Dahmer.
Secara faktual, Gregory Scarpa Sr. selalu bekerja seorang diri dalam menyelesaikan sebuah kasus. Kehadiran karakter Agen FBI Wayne Strider sebagai rekan menjadi sebuah dramatisasi cerita yang ditulis ulang sebagai kebutuhan komersial dan hiburan. Hal ini sepertinya dilakukan sebagai bentuk penghargaan untuk orang kulit hitam yang sebenarnya pun berjasa di berbagai lingkup kehidupan Amerika.
Di sisi lain, hal ini sepertinya pun sengaja dilakukan oleh penulis untuk tetap menonjolkan peran penting dan sentral dari orang kulit hitam dalam cerita. Sehingga fokus penikmat film merata dan berimbang yang tidak hanya berfokus pada sosok Gregory Scarpa Sr. karena terlihat cukup dominan secara karakter dan pengadeganan yang lebih menarik perhatian untuk penikmat film.
Meski begitu, film By Any Means tetap mendapat tanggapan sinis dari keluarga mendiang Vernon Dahmer. Alih-alih menonjolkan latar belakang dan pencapaian yang dilakukan Vernon Dahmer, film By Any Means memiliki alur yang lebih panjang pada penyelidikan setelah kematiannya, sehingga penikmat film lebih melihat pada dua karakter utamanya Gregory Scarpa Sr. dan Agen FBI Wayne Strider.
Alur panjang ini juga yang membuat sebagian penikmat film lebih tertarik dengan adegan aksi yang ditampilkan dalam film By Any Means. Terutama yang berkaitan langsung dengan dua karakter utamanya, Gregory Scarpa Sr. dan Agen FBI Wayne Strider. Adegan aksi memang selalu menjadi favorit, namun alur drama yang memiliki tempo lebih lambat biasanya pun tetap dibuat menarik.
Sayangnya, film By Any Means tidak melakukannya pada sisi drama yang menjadi bagian dari cerita. Seakan filmnya kehilangan sebagian ruhnya yang membuat film tidak memiliki daya tarik yang kuat. Sajiannya tetap bisa dinikmati tetapi balik lagi daya magnet untuk menarik perhatian tidak di level 99 persen.
Ada sekilas kesan yang tertangkap sepanjang menikmati filmnya, By Any Means seakan-akan hanya menampilkan sebuah penjabaran cerita menjadi audio-visual yang minim dramatisasi secara karakter, adegan, dan elemen lain dari filmnya. Penikmat film hanya melihat kasus mencuat, menyewa ahli, dan penyelesaiannya.
Production company: Hammerstone Studios, Thunder Road, Freedom Principle Productions, Municipal Pictures
Distributor: Paramount Pictures
Cast: Mark Wahlberg (Gregory Scarpa Sr.), Yahya Abdul-Mateen II (Special FBI Agent Wayne Strider), Nicole Beharie (–), Giancarlo Esposito (Vernon Dahmer), Josh Lucas (FBI Agent), David Strathairn (FBI Agent), Ethan Embry (–), LisaGay Hamilton (–), LaChanze (–), Stephen Bass (–), etc
Director: Elegance Bratton
Screenwriter: Sascha Penn
Producers: Alex Lebovici, Chester Algernal Gordon, Elegance Bratton, Basil Iwanyk, Erica Lee, Mark Wahlberg, Stephen Levinson
Duration: 1 hours 47 minutes






