Sewaktu Piknik

Taman Narmada | Sumber Kehidupan Khas Lombok

241
×

Taman Narmada | Sumber Kehidupan Khas Lombok

Share this article

SEWAKTU PIKNIK – Ketika kita mendengar kata Lombok, apa yang terbesit dalam benak teman-teman? Gili Trawangan, Gunung Rinjani bisa jadi yang tergambar dalam benak fikiran, namun jika mendengar nama Taman Narmada belum banyak orang tahu. Padahal Taman Narmada sendiri mempunyai berbagai kajian informatif yang dikemas dalam panorama eksotis khas Lombok sangat patut anda ulas menjadi salah satu destinasi wisata Lombok yang wajib dikunjungi.

Tepatnya di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat atau dapat ditempuh 20 menit atau sekitar 12 km sebelah timur Kota Mataram menggunakan kendaraan pribadi. Taman tersebut mempunyai luas 3 hektar yang telah dibangun pada sejak tahun 1727 sebagai tempat pemujaan Raja. Suasana alam nan eksotis terasa, terlebih memang tempat tersebut sering digunakan tempat istirahat Raja Anak Agung Ngurah.

Sejarah Taman Narmada

Dahulu terdapat upacara adat yang dilakukan penduduk asli Lombok yang beragama Hindu, yaitu upaca kepada Ida Bhatara (utusan Brahman {Tuhan} sebagai pelindung umat manusia). Upacara tersebut dilaksanakan di Puncak Gunung Rinjani, tentunya penduduk harus berjalan menaiki Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 mdpl. Konon pada saat Raja Anak Agung Ngurah sudah menginjak usia tuanya tenaga pun tak lagi dapat menjangkau Puncak Rinjani. Alhasil beliau memerintahkan perancang bangunan kerajaan membangun miniatur Gunung Rinjani.

Miniatur disini mempunyai arti bahwa nuansa Gunung Rinjani dibangun ditengah lingkungan kerajaan sehingga dibangun Taman Narmada sebagai tempat melakukan upacara Pekelem. Perayaan Pekelem diadakan pada bulan purnama kelima atau lebih dikenal dengan istilah tahun caka. Nama Narmada diambil dari anak Sungai Gangga di India yang berarti “mata air atau sumber kehidupan”.

Fasilitas Taman Narmada

Pengunjung akan dimanjakan oleh kolam renang (dapat digunakan sebagai aktifitas renang), taman dengan nuansa khas kerajaan, tempat istirahat yang digunakan Raja dahulu, hingga mata air. Ciri khas yang melekat pada mata air di Taman Narmada ialah bersumber dari Gunung Rinjani dan menjadi tempat titik perpaduan tiga sumber air (Narmada, Lingsar, dan Surandi). Dilansir dari Kompas.com “Airnya dipercaya membuat awet muda. Ada yang digunakan untuk berwudhu, cuci muka dan diminum. Airnya sangat dingin seperti air di dalam lemari es,” jelas pemandu. Mitos yang beredar bahwa mata air Taman Narmada dapat melancarkan hubungan dan mempermudah jodoh.

Data Taman Narmada

Menurut riset yang dilakukan PT. Patut Patuh Patju 2014, pada tahun 2013 kuantitas pengunjung yang datang naik 32,57% berkat kepengelolaan yang berkembang tiap periodenya. Pengelola banyak mengadakan acara bertempat di Taman Narmada, seperti upacara adat, musikal kebudayaan, dan peresean yang mengajak lapisan masyarakat untuk berpartisipasi. Taman Narmada telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya berdasarkan UU No. 5 1992.

Cukup membayar tiket retribusi Rp 6.000 pengunjung diperkenankan masuk menikmati nuansa eksotis Taman Narmada. Pengunjung juga akan dikenakan selendang warna kuning sebagai rasa kepedulian pengunjung untuk turut menjaga keasrian tempat wisata. Bagi perempuan yang sedang berhalangan / datang bulan tidak diperbolehkan masuk karena Taman Narmada termasuk kawasan suci.

(Maulana)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x