Sambutan Karya Seni Kopi Manggarai, Aroma Khas yang Mendunia
Food

Sambutan Karya Seni Kopi Manggarai, Aroma Khas yang Mendunia 

Indonesia patut berbesar hati akan keanekaragaman sumber daya alam hasil olahan produk hutannya yang khas, termasuk biji kopi arabika yang tumbuh subur di tanah timur nusantara. Tepatnya di Labuan Bajo, provinsi Nusa Tenggara Timur menyediakan kesegaran panorama indah yang terhampar luas sejauh jarak pandangan mata serta keajaiban yang terkandung bersamanya. Jika masing-masing daerah memberi identitas pada setiap bandara untuk menarik wisatawan, Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat telah membuat masing-masing orang berkesan. Bukan hanya disambut oleh spesies purba yang dikenal tuan rumah Labuan Bajo yaitu Komodo, namun aroma khas kopi seakan membangunkan mata di pagi hari. Istilah yang lekat juga bukti kecintaan masyarakat setempat dengan kopi adalah masyarakat manggarai akan menganggap dirinya penduduk asli yaitu dengan menggarap sawah, menggiring ternak, dan berkebun kopi.

Welcome Drinks Kopi Giling

Barista Kopi La Bajo
Barista Kopi La Bajo

Aroma kopi merebak disetiap sudut ruang tunggu Bandara Komodo, mempersilahkan pengunjung yang datang untuk mencari sumber olahan khas tersebut. Salah satu kedai meracik kopi berjenis arabika pada cangkir-cangkir kecil yang disajikan baru saat pengunjung merasa penasaran akan rasa yang ditawarkan. Brand kopi tersebut bernama La Bajo, salah satu kedai kopi ternama di Manggarai Nusa Tenggara Timur. Kedai kopi tersebut bukanlah yang menyediakan tempat untuk nongkrong sebagaimana di bar atau cafe, bisa dikatakan lebih dekat dengan stand produk olahan. Dikarenakan bukan hanya menyajikan welcome drinks, namun juga berbagai jenis kopi arabika dan robusta yang diolah dari biji kopi masyarakat asli Manggarai. Harga yang ditawarkan juga beragam, setelah mencicipi racikan karya barista dalam bentuk minuman kopi gelas mini, terdapat pilihan hasil biji kopi olahan yang bisa dibeli dalam bentuk kemasan dengan nominal puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah. Kemasan tersebut berbentuk kopi fine grind, dengan pilihan arabika, robusta, atau house blend dua jenis kopi.

Cita Rasa Tradisi Manggarai

Aroma harum kopi bercampur aroma coklat yang merupakan khas kopi manggarai terasa namun tidak menyengat seperti aroma hutan yang beragam dengan nuansa kesegaran hasil dari roasting olahannya. Rasa yang khas memberi penekanan pada identitas pahit bercampur sedikit rasa asam, karena kopi manggarai arabika yang disajikan tersebut berasal dari hutan dataran tinggi gugusan gunung berapi Ranakah dan Anak Ranakah yang berjenis tanah andosol. Kekentalan air kopi yang penuh serta ampas kopi yang lebih mudah larut sehingga tidak menyisakan serak di tenggorokan. Tidak perlu terlalu khawatir soal kafein, dikarenakan kadar kafein terbilang rendah yang lebih nyaman untuk diminum.

Patung Komodo Menyambut pengunjung di Bandara Komodo

Berkembangnya potensi olahan kopi di manggarai, tidak lepas dari tradisi minum kopi masyarakat setempat sebagai sajian menghargai tamu yang hadir. Budaya minum kopi pait masyarakatnya terasa hingga sudut rumah tercium aromanya. Alhasil dengan produk unggulan kopi telah diperkenalkan sampai mancanegara dan telah mendapat apresiasi penghargaan di berbagai festival kopi nasional maupun internasional. Perkebunan manggarai timur menjadi andalah ekspor kopi bahkan lebih baik dari Vietnam dalam ranah specialty coffee.

Komentarlah yang bijak

Related posts