Review: Till Death, Skenario Bunuh Diri Apik Mark Untuk Emma
Review

Review: Till Death, Skenario Bunuh Diri Apik Mark Untuk Emma 

LASAK.iD – Aktris seksi, Megan Fox kembali untuk film terbaru berjudul Till Death. Film thriller sebagai genre yang diusung sebenarnya dijadwalkan tayang pada tahun 2021. Pandemi kembali menjadi momok yang membuat film Till Death menunda penayangan hingga 2022.

Megan Fox bersama lawan mainnya Eoin Macken membawa kisah keduanya sebagai pasangan suami-istri, Mark dan Emma. Hubungan yang awalnya berjalan baik kemudian berubah seiring waktu karena perselingkuhan dan hutang.

Mark yang mencoba memperbaiki membuat kejutan besar di sebuah rumah danau yang dipenuhi salju. Emma yang tidak curiga ternyata sungguh mendapat sebuah kejutan yang besar. Dengan tangan yang saling terikat borgol, Mark membunuh dirinya sendiri dengan sebuah pistol di hadapan Emma.

Sontak hal tersebut membuat Emma terkejut bukan kepalang. Dengan tangan yang masih terikat Emma berusaha mencari kunci dan alat lainnya untuk membuka borgol tersebut. Mark yang sepertinya sudah merencanakan dengan matang membuang semua hal yang berkaitan dengan kejadian hari itu.

Kunci, perkakas, bahan bakar hingga ponsel sengaja dirusak dan dibuang sampai tidak ada yang tersisa. Ada harapan ketika selingkuhan Emma yang juga rekan kerja Mark, yaitu Tom (Aml Ameen) datang ke rumah danau tersebut. Yang sebelumnya mendapatkan pesan singkat dari Emma, yang lagi-lagi itu adalah ulah dari Mark.

Di saat yang bersamaan dari kejauhan datang mobil lainnya. Ternyata di dalam mobil tersebut ada Bobby Ray (Callan Murvey) tersangka dari kasus penyerangan yang melibatkan Emma. Ia datang bersama saudara laki-lakinya, Jimmy (Jack Roth).

Mengejutkan ketika Bobby dan Jimmy justru disewa oleh Mark, perjanjian di antara keduanya sekedar mengambil berlian yang dijanjikan justru berujung percobaan pembunuhan. Skenario yang juga sengaja dibuat oleh Mark termasuk Tom di dalamnya.

Adegan-adegan berikutnya Emma yang mencoba melarikan diri dari kejaran Bobby karena berlian yang dimaksudkan berada di kalung yang diberikan Mark saat perayaan hari pernikahan keduanya. Ending ceritanya tentu penonton bisa menebak, peran protagonis selalu berhasil.

Film Till Death mengingatkan dengan beberapa film yang pernah dirilis sebelumnya. Tanpa harus meng-compare satu sama lain, namun lebih melihat pada formula yang kembali sama yang digunakan penulis Jason Carvey untuk film Till Death.

Seperti film yang dirilis beberapa bulan lalu di Indonesia berjudul See For Me (2022) atau yang lebih lampau lagi berjudul Panic Room (2002). Ketiga film ini memiliki kemiripan yang hampir 100 persen sama, hal pembeda satu dengan yang lainnya pun tetap ada.

Persamaan yang sangat terasa pada brankas yang menjadi sumber konflik utamanya. Di ketiga film tersebut, karakter protagonis yang dikejar oleh karakter antagonis a.k.a penjahatnya selalu ditempatkan bukan pemilik langsung dari brangkas. Para karakter protagonis secara tidak langsung terjebak di dalamnya.

Di sisi karakter antagonis atau penjahat, selalu ada orang yang terlihat bodoh padahal yang paling pintar dan rasional, baik itu teman atau justru adik atau kakak dari pentolan kelompok penjahatnya. Bahkan latar belakang penjahat di ketiga film pun hampir serupa.

Pembeda pada pengkarakteran, untuk karakter protagonis yang latar belakang di masing-masing film jauh berbeda. Latar belakang karakter protagonis ini juga yang menjadi pembeda cerita di masing-masing film tersebut. Untuk film Till Death, Megan Fox yang berperan sebagai Emma, yang harus menghadapi pernikahan yang tidak harmonis dengan Mark.

Sikap arogan dan seringnya Emma memergoki perselingkuhan Mark yang menjadi pemicunya. Namun sikap tidak rasional Mark semakin menjadi, ketika mengetahui Emma berselingkuh dengan bawahannya sendiri yaitu Tom. Serta Mark sudah mengetahui bahwa perusahaan yang dibangunnya akan bangkrut. Itulah yang membuat Mark membuat skenario yang apik untuknya sendiri, Emma, Tom hingga melibatkan Bobby.

Hal yang menarik perhatian dari Till Death pada beberapa detail adegannya. Bagi yang menonton filmnya sebagian dari mereka mungkin hanya menganggapnya sekedar pemanis. Padahal dalam cerita filmnya hal tersebut menjadi bagian penting. Detail yang dimaksudkan adalah kalung. Untuk adegan Mark dan Emma melakoni adegan di restoran mewah dan Mark memberikan kalung yang dibuat khusus untuk istrinya, Emma.

Tak ketinggalan benda tajam, ponsel hingga bahan bakar yang turut dilenyapkan karakter Mark sebelum memutuskan bunuh diri. Hal-hal detail ini justru membuat ekspresi berbeda di penonton. Tidak hanya pada titik kengerian melihat adegan berdarah sebagai film thriller. Hal ini justru membuat tertawa karena menjadi sebuah kelucuan, namun sebagai dark joke.

Production company: Millennium Media, Brave Carrot, Campbell Grobman Films
Distributor: Screen Media Films
Cast: Megan Fox (Emma), Eoin Macken (Mark), Callan Mulvey (Bobby Ray), Jack Roth (Jimmy), Aml Ameen (Tom), etc
Director: S.K. Dale
Screenplay: Jason Carvey
Producers: David Leslie Johnson-McGoldrick, Jeffrey Greenstein, Jonathan Yunger, Jana Karaivanova, Yariv Lerner, Tanner Mobley, Les Weldon
Duration: 1 hours 28 minutes

Komentarlah yang bijak

Related posts