Review: The Fabelmans, Cerita Steven Spielberg Dalam Film
Review

Review: The Fabelmans, Cerita Steven Spielberg Dalam Film 

LASAK.iD – Siapa yang tidak mengenal sosok Steven Spielberg, seorang produser, sutradara dan penulis terkenal dunia yang telah banyak memproduksi film sukses, seperti Jaws, Indiana Jones, Saving Private Ryan, West Side Story (2021) dan banyak film sukses lainnya.

Menutup akhir tahun 2022, Steven Spielberg kembali dengan karya terbaru berjudul The Fabelmans. Ini merupakan film coming-of-age adaptasi dari kisah masa kecil hingga dewasa dari Steven Spielberg. Terutama awal mula tentang kecintaannya terhadap film. Menjadikan The Fabelmans film semi-otobiografi tentang dirinya, yang ditulis bersama Tony Kushner yang juga memproduseri film tersebut.

Tentang The Fabelmans

The Fabelmans adalah film drama yang bercerita tentang perjalanan terbentuknya anak laki-laki menjadi pria dewasa bernama Samuel ‘Sammy’ Fabelmans (Gabriel LaBelle). Sammy kecil hingga remaja hidup di lingkungan keluarga yahudi dari gen berbeda kedua orang tuanya, Mitzi Schildkraut-Fabelman (Michelle Williams) dan Burt Fabelman (Paul Dano).

Di mana, sang ibu seorang pianis yang kental dengan darah seni. Sedangkan, sang ayah merupakan insinyur komputer yang bekerja pada perusahaan IT besar di Amerika. Namun, Sammy kecil lebih menunjukkan ketertarikan kepada seni seperti sang ibu.

Ini terjadi setelah Sammy kecil menonton film pertamanya, The Greatest Show on Earth (Cecil B. DeMille) bersama kedua orang tuanya. Adegan yang memperlihatkan adegan tabrakan antara kereta dan mobil membuatnya terobsesi untuk membuat video yang sama.

Bahkan menjadikan kedua adik perempuannya, Reggie (Julia Butters), Natalie (Keeley Karsten) sebagai objek videonya. Ketertarikan akan film semakin besar hingga Sammy memasuki sekolah menengah. Seiring waktu kualitas film yang dibuatnya pun terus berkembang dari sisi cerita juga gambar, walau masih gambar bisu.

Ketertarikan Sammy akan video membuatnya terjebak dalam situasi tidak menyenangkan. Saat mendapati ada sesuatu antara Ibu dan Paman Bennie Loewy (Seth Rogen). Pria yang tak lain adalah karyawan dan kawan baik dari Ayahnya. Ketika sedang menyelesaikan video liburan keluarga atas permintaan sang ayah. Untuk menghibur Ibunya yang sedih karena kehilangan sosok Ibundanya, Tina Schildkraut (Robin Bartlett).

Kenyataan pahit yang membuat sikapnya berubah drastis terutama kepada Ibunya. Keterkejutan yang memaksa Sammy untuk berhenti membuat video. Ditambah dirinya yang seorang yahudi tidak diterima dengan baik di sekolah barunya sejak berpindah dari Kota Phoenix.

Sammy mencoba bersahabat dengan keadaan hingga bertemu dengan cinta barunya, Monica Sherwood (Chloe East). Saat makan malam dengan keluarga Sammy, Monica memberitahukan bahwa ayahnya memiliki kamera yang sangat diimpikan Sammy. Merasa tertantang Sammy kembali mulai merekam gambar untuk kegiatan Hari Bolos yang diadakan sekolah  mereka yang menjadi tradisi di wilayah tersebut.

Hasil yang ditampilkan Sammy dalam acara prom night sekolah, yang membuatnya justru berteman dengan pembullynya, Logan Hall (Sam Rechner), namun di saat bersamaan harus kehilangan cinta Monica karena memberitahukan tentang perceraian orang tuanya.

Keadaan berubah dengan drastis sejak obrolan keluarga, Ibunya memutuskan kembali ke Phoenix untuk hidup bersama Paman Bennie, dengan memboyong ketiga adik perempuannya, Reggie, Natalie dan Lisa (Sophia Kopera). Sedangkan Sammy tetap bersama Ayahnya di hollywood, salah satu alasannya untuk mengejar mimpinya membuat film di perusahaan rumah produksi ternama.

Sammy sempat dititik putus asa karena belum berhasil untuk mewujudkan passion-nya untuk menjadi bagian dari besarnya dunia film. Harapan dan senyum cerianya kembali setelah mendapatkan surat panggilan di sebuah studio film besar di hollywood.

Di sanalah Sammy Fabelmans dipertemukan oleh pembuat film ternama dunia, John Martin Feeney atau dikenal dengan nama panggung John Ford yang mengubah cara pandangnya terutama tentang film.

Gaya khas Steven Spielberg

Setiap pembuat film atau film maker selalu memiliki kekhasannya masing-masing. Untuk Steven Spielberg, penggemar hingga pengamat film pastinya hafal betul menyangkut hal yang satu ini.

Steven Spielberg dikenal dengan gaya bercerita dalam filmnya dengan mengedepankan perasaan, kehidupan sebuah keluarga dengan subjek utama pada salah satunya, entah ayah, ibu atau anak.

Formula sama yang digunakan pada film The Fabelmans, kali ini untuk cerita filmnya mengambil inspirasi langsung dari kehidupan keluarganya. Digambarkan melalui subjek utamanya, Samuel ‘Sammy’ Fabelmans yang mewakili dirinya.

Tak hanya gaya bercerita, sinematografi pun Steven Spielberg memiliki kekhasannya tersendiri. Ia selalu membuat durasi sebuah adegan dibuatnya dengan durasi lebih lama. Angle yang diambil pun selalu mengambil sudut yang lebih luas untuk memperjelas sebuah adegan dan hanya sesekali terlihat melakukannya dengan dramatis.

Ini pun yang terlihat pada film The Fabelmans, ketegasan scene yang dipertegas angle kamera sangat terlihat. Selain vibes era 50-an hingga 60-an yang memang menjadi latar filmnya. Sinematografi terutama pada angle kamera gaya era tersebut juga dipertontonkan Steven Spielberg.

Cukup menarik ketika mungkin sutradara lain akan bermain dengan sinematografi dengan gaya yang modern walaupun latar yang diambil dari tahun lampau. Steven Spielberg melakukannya berbeda dengan menggabungkan gaya khasnya dalam bertutur pada gambar.

Konflik yang kompleks syarat akan makna

Terlepas dari The Fabelmans yang mengambil kisah dari sang sutradara, cerita yang disajikan dalam filmnya menjadi dekat dengan penonton karena dirasa cukup related dengan banyak keluarga di setiap belahan dunia.

Pesan yang disampaikan pun cukup mendalam dari gambaran konflik yang kompleks pada sisi individu karakternya atau secara keseluruhan yang pada filmnya pada keluarga Fabelmans.

Meski begitu, The Fabelmans cukup nyaman untuk menjadi sebuah tontonan keluarga, terutama remaja dengan usia 13 tahun sampai 17 tahun. Di mana usia tersebut masih butuh penjelasan akan sesuatu yang dilihatnya langsung.

The Fabelmans bisa memberikan pesan dan pelajaran berharga yang didapatkan untuk keluarga setelah menonton, terutama hubungan orang tua dengan anak-anaknya.

 

Production company: Amblin Entertainment, Reliance Entertainment
Distributor: Universal Pictures
Cast: Gabriel LaBelle (Samuel ‘Sammy’ Fabelman), Michelle Williams (Mitzi Schildkraut-Fabelman), Paul Dano (Burt Fabelman), Seth Rogen (Bennie Loewy), Judd Hirsch (Boris Schildkraut), Julia Butters (Reggie Fabelmans), Keeley Karsten (Natalie Fabelman), Sophia Kopera (Lisa Fabelman), Jeannie Berlin (Haddash Fabelman), Robin Bartlett (Tina Schildkraut), Sam Rechner (Logan Hall), Oakes Fegley (Chad Thomas), Chloe East (Monica Sherwood), Isabelle Kusman (Claudia Denning), etc
Director: Steven Spielberg
Screenplay: Steven Spielberg, Tony Kushner
Producers: Kristie Macosko Krieger, Steven Spielberg, Tony Kushner
Duration: 2 hours 31 minutes

Komentarlah yang bijak

Related posts