Review: Plane, Terdamparnya Pesawat di Pulau Para Perompak
Review

Review: Plane, Terdamparnya Pesawat di Pulau Para Perompak 

LASAK.iDPlane merupakan film terbaru dari Lionsgate yang tayang di awal tahun 2023. Di Indonesia, film karya sutradara Jean-François Richet dan penulis Charles Cumming serta J.P. Davis tayang di bioskop mulai 11 Januari.

Sinopsis

Saat itu, pilot Brodie Torrance (Gerard Butler) dan co-pilot Dele (Yoson An) harus mendaratkan paksa pesawat akibat kegagalan sistem karena sambaran petir sesaat melewati badai. Keadaan yang membuat pesawat hanya memiliki waktu 10 menit untuk mendarat sebelum terjadi hal yang lebih fatal.

Di waktu yang sempit, Brodie Torrance akhirnya memutuskan mendarat di sebuah lahan terbuka di tengah hutan belantara yang ia dan co-pilotnya belum ketahui. Insting dan pengalaman berhasil untuk Brodie Torrance mendaratkan pesawat dengan mulus walau kerusakan di beberapa bagian tidak terhindarkan.

Sesaat setelah memastikan di peta, Brodie dan Dele baru menyadari bahwa pulau tersebut bernama Jolo. Pulau yang diketahui paling berbahaya untuk dimasuki bahkan oleh pemerintah Filipina itu sendiri.

Brodie Torrance sebagai pilot memiliki tanggung jawab penuh atas keselamatan crew dan penumpang pesawat. Ia berinisiatif untuk mendatangi bangunan yang dilihatnya sebelum mendaratkan pesawat bersama dengan Louis Gaspare (Mike Colter). Mantan pasukan khusus yang menjadi tahanan karena sebuah kesalahan.

Brodie berhasil menghubungi pihak maskapai namun mendapati penolakan. Melalui putrinya, Daniela (Haleigh Hekking) informasi bisa diteruskan, bahwa ayahnya dan penumpang yang lainnya selamat.

Bersamaan dengan itu, Brodie dan Gaspare mendapati hal mengerikan dari pulau tersebut. Segera setelah melumpuhkan beberapa orang penjahat, keduanya kembali ke pesawat untuk menyelamatkan penumpang dari kelompok berbahaya pulau Jolo. Mereka adalah milisi anti-pemerintah bersenjata lengkap yang dipimpin oleh Datu Junmar (Evan Dane Taylor).

Keduanya sedikit terlambat dari pasukan Junmar yang membuat crew dan penumpang dibawa ke sebuah desa menggunakan sebuah bis. Tak bisa menunggu setelah mendapat informasi dari anak buah Junmar, misi penyelamatan pun dilakukan dengan bermodalkan nekat dan pengalaman Gaspare.

Dengan gaya militer Gaspare, para crew dan penumpang berhasil dikeluarkan dari penjara yang kelompok Junmar buat sendiri. Persenjataan yang dimiliki kelompok tersebut tidak memungkinkan mereka begitu saja kabur. Menurut Gaspare itu sama saja mati konyol.

Brodie dengan berani untuk menjadi tahanan mereka dan jaminan untuk kelompok Junmar mendapatkan uang tebusan. Junmar merasa tidak puas dan memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Brodie. Sebelum sempat melepaskan tembakan, sekelompok orang yang dipimpin Shellback (Remi Adeleke) bisa menyelamatkannya.

Mereka pun berhasil melarikan diri dengan bis untuk kembali ke pesawat. Alasannya, pesawat bisa diperbaiki dan mampu terbang walau tidak dengan waktu yang lama akibat kerusakan yang parah. Namun, itu peluang terbaik mereka keluar dari pulau Jolo.

Baku tembak tidak terhindarkan antara pasukan Shellback dan Gaspare dengan kelompok Junmar. Meski beberapa penumpang dan pasukan Shellback mengalami luka tembak, begitu juga dengan Brodie. Mereka akhirnya berhasil keluar dari pulau tersebut dengan selamat.

Review

Plane mengingatkan kembali dengan sejumlah judul film yang pernah dirilis dengan membawa peristiwa kecelakaan dan pembajakan pesawat. Sebut saja, Blood Red Sky (2021), Neerja (2016), Non-Stop (2014) dan banyak judul lainnya.

Kecelakaan dan pembajakan pesawat memang menjadi kesamaan pada tema dan konsep cerita filmnya. Entah hal tersebut berdasarkan kisah nyata atau hanya mengambil sebagian kecil untuk menjadi inspirasi cerita. Perbedaan dari setiap film diperlihatkan pada grafik konflik yang dibangun masing-masing filmnya.

Charles Cumming dan J.P. Davis sebagai penulis juga melakukan yang sama. Pada grafik konflik untuk filmnya Plane, keduanya seakan terinspirasi dari film lainnya lagi berjudul Captain Phillips (2013). Ini kaitan eratnya pada karakter antagonis yang adalah perompak dan dikenal berbahaya.

Pada film Captain Phillips yang berdasarkan kisah nyata, para antagonis disebut sebagai kelompok perompak Somalia. Inspirasi untuk Charles dan Davis dalam membentuk karakter antagonis yang sama, yang juga figur aslinya pun benar adanya di dunia nyata.

Kali ini, digambarkan pada kelompok perompak terkenal lainnya yang berasal dari negara Filipina. Paling dikenal sebagai Abu Sayyaf yang diketahui menghuni beberapa pulau di Filipina, seperti Jolo. Gambaran yang dipakai dalam film Plane.

Dibandingkan dengan film rilisan terdahulu, aksi kejahatan selalu digambarkan terstruktur dan terencana dengan matang oleh sang antagonis. Film Plane oleh Charles dan Davis mencoba berbeda dengan membuatnya menjadi kejahatan yang tidak disengaja.

Ketika kebetulannya pilot Brodie Torrance dan co-pilot Dele terpaksa dan harus mendaratkan pesawat di lokasi yang tepat. Situasi yang membuat pesawat hanya bisa bertahan 10 menit sebelum akhirnya meledak di udara.

Plane dengan genre, tema juga konsep cerita yang mungkin serupa dengan film-film terdahulu. Namun, berbeda orang akan pula beda pada pengemasan, misalnya dalam proses kreatif, cerita, konflik, rasa yang ingin sampai ke penonton, cukup untuk Plane memberikan tontonan menarik.

 

Production company: MadRiver Pictures, Olive Hill Media, Di Bonaventura Pictures, G-BASE Film Productions
Distributor: Lionsgate
Cast: Gerard Butler (Brodie Torrance), Mike Colter (Louis Gaspare), Yoson An (Dele), Tony Goldwyn (Scarsdale), Daniella Pineda (Bonnie), Kelly Gale (Katie), Remi Adeleke (Shellback), Haleigh Hekking (Daniela), Paul Ben-Victor (Hampton), Evan Dane Taylor (Datu Junmar), etc
Director: Jean-François Richet
Screenplay: Charles Cumming, J.P. Davis
Producers: Lorenzo di Bonaventura, Mark Vahradian, Marc ButanGerard Butler, Alan Siegel
Duration: 1 hours 47 minutes

Komentarlah yang bijak

Related posts