Review: Jurassic World: Dominion, Saat Dunia Dikuasai Hewan Purba
Review

Review: Jurassic World: Dominion, Saat Dunia Dikuasai Hewan Purba 

LASAK.iDJurassic World: Dominion menjadi film seri ketiga atau trilogi dari Universe Jurassic World. Jika dibandingkan jarak film sebelumnya yang hanya 3 tahun. Trilogi-nya kali ini membutuhkan waktu lebih lama hingga 5 tahun untuk tayang dari film sebelumnya.

Jurassic World: Dominion masih melanjutkan kisah Owen Grady (Chris Pratt), Claire Dearing (Bryce Dallas Howard) dan Maisie Lockwood (Isabella Sermon). Tentang pelarian ketiganya dari penjahat berkedok ilmuwan. Hal ini karena rahasia terkait Blue dan Maisie yang mulai terkuak.

Seperti mengulang masa lalu, dengan kemunculan kembali sosok Dr. Lewis Dodgson (Campbell Scott) dan perusahaan tempatnya bekerja Biosyn Genetics. Antagonis dibalik pelarian dan bersembunyinya ketiga karakter utama.

Lewis Dodgson dan Biosyn adalah pesaing dari InGen milik John Hammond (Richard Attenborough) dalam industri genetika yang dimulai dari cerita Jurassic di tahun 1993. Pada film pertama, Lewis Dodgson yang masih diperankan aktor Cameron Thor, di sebuah scene terlihat bekerja sama dengan Dennis Nedry (Wayne Knight) untuk mencuri DNA dinosaurus ciptaan InGen.

Petunjuk cukup jelasnya pada kaleng semprot yang sempat terlihat dan dipegang oleh Lewis Dodgson di beberapa bagian scene dari film Jurassic World: Dominion.

Biosyn sejak keberadaannya memang memiliki misi yang berbeda dengan InGen dalam hal industri genetika. Bukan hanya berfokus pada ilmu pengetahuan tetapi membuat penemunnya sebagai senjata biologis dunia.

Ditambah dengan bergabungnya Dr. Hendry Wu (BD Wong), ilmuwan penting dibalik program genetika untuk meng-kloning dinosaurus sejak era Jurassic Park sampai era Jurassic World.

Keberadaannya sejak awal tentu mengetahui rahasia dibalik keberhasilan program khususnya pada Blue, seekor Velociraptor pintar yang memiliki kemampuan parthenogenesis atau bertelur tanpa adanya pejantan disekitarnya.

Dan juga pada Maisie Lockwood yang diketahui sejak awal memang diciptakan oleh Charlotte Lockwood (Elva Trill), yang dilakukan pada tubuhnya sendiri dengan membuat dirinya hamil dan melahirkan.

Keberhasilan ini tentu menjadi incaran banyak perusahaan seperti Biosyn. Bukan hanya sebagai objek penelitian tetapi memanfaatkan dengan tujuan yang tidak baik demi keuntungan semata. Tanpa memikirkan akibatnya untuk dunia dan umat manusia.

Jika menilik gambaran tersebut dan ditambah keberadaan Hendry Wu, formula yang sama seperti pada Jurassic Park terdahulu tetap digunakan oleh Colin Trevorrow sejak awal untuk seri Jurassic World, sebagai sutradara dan penulis. Selalu identik dengan ilmuwan juga perusahaan yang membuat tempat sama seperti Jurassic, walau pada akhirnya hancur dan membuat kekacauan baru di dunia lewat dinosaurus yang mereka ciptakan.

Dan selalu berkaitan dengan karnivora yang lebih besar dan kejam, seperti Giganotosaurus yang muncul pada Jurassic World: Dominion. Walau dinosaurus ikonik dari keenam seri film Jurassic, yaitu T-rex yang akan muncul sebagai terkuat dalam pertarungan dengan para karnivora besar.

Kehadiran Lewis Dodgson dan Biosyn sekaligus trigger akan kehadiran karakter ikonik dari trilogi Jurassic terdahulu, Dr. Alan Grant (Sam Neill), Dr. Ellie Sattler (Laura Dern) dan Dr. Ian Malcolm (Jeff Goldblum).

Universe Jurassic sama dengan film seri lainnya, jika diibaratkan adalah sebuah puzzle. Di setiap filmnya memiliki potongan puzzle masing-masing namun kemudian beberapa potong sengaja disembunyikan di film berikutnya sebagai teka-teki, juga sebagai plot twist filmnya.

Itulah yang mungkin menjadikan Jurassic World: Dominion menjadi potongan puzzle terakhir dari Universe Jurassic karena plot twist pada film membuka fakta dari film era Jurassic Park juga Jurassic World.

Yang mungkin juga disadari penonton, kalimat-kalimat ikonik seperti “life finds a ways“, “man-made cataclysmic change is like death“, “God create dinosaurs” atau “we’re entered new era” dan “welcome to Jurassic World” dari karakter Ian Malcolm sebelumnya menjadi trigger untuk Universe Jurassic.

Hal yang mengisyaratkan seri terakhir dari Universe Jurassic ketika hal yang tidak pernah terbayangkan. Ketika manusia benar-benar beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan dinosaurus.

Scene yang wajib ada di setiap seri film Jurassic adalah aksi menegangkan ketika para protagonis menyelamatkan diri dari beberapa jenis dinosaurus karnivora. Namun di film kini, hal tersebut lebih minim dirasakan.

Ketika Jurassic World: Dominion hanya menitikberatkan pada sisi bercerita. Menyelesaikan puzzle yang tertinggal tidak hanya dari masa kini tetapi juga masa lalu, yang dibangkitkan melalui karakter.

Seri film dari Jurassic World memang sudah  terancang sejak 2014, dari film pertama di tahun 2015 hingga filmnya yang sekarang, Jurassic World: Dominion di tahun 2022, akan alur, latar maupun karakter. Namun, melihat akhir filmnya saat ini tidak mengindikasikan sebuah titik akhir. Sebuah premis yang memiliki kemungkinan berkembang luas untuk hadir kisah lain, seperti spin off.

Production company: Amblin Entertainment, Perfect World Pictures
Distributor: Universal Pictures
Cast: Chris Pratt (Owen Grady), Bryce Dallas Howard (Claire Dearing), Laura Dern (Dr. Ellie Sattler), Jeff Goldblum (Dr. Ian Malcolm), Sam Neill (Dr. Alan Grant), DeWanda Wise (Kayla Watts), Mamoudou Athie (Ramsay Cole), BD Wong (Dr. Henry Wu), Omar Sy (Barry Sembenè), Isabella Sermon (Maisie Lockwood), Campbell Scott (Lewis Dodgson), Dichen Lachman (Soyona Santos), etc
Director: Colin Trevorrow
Screenplay: Emily Carmichael, Colin Trevorrow
Producers: Frank Marshall, Patrick Crowley
Duration: 2 hours 26 minutes

Komentarlah yang bijak

Related posts