Review Bebas, Remark Film Sukses Korea Berjudul Sunny
Review

Review Bebas, Remark Film Sukses Korea Berjudul Sunny 

LASAK.iD – Vina (Maizura), seorang remaja SMA yang berasal dari sebuah kota kecil di Jawa Barat, baru saja pindah ke SMA di Jakarta. Pada hari pertama di sekolah, Vina ditertawakan karena logat bicaranya. Beruntung, Vina ditolong dan dibantu beradaptasi oleh empat cewek dan seorang cowok yang berpengaruh di sekolah. Ada Kris (Sheryl Sheinafia) sang pemimpin, Jessica (Agatha Pricilla) yang lucu dan terobsesi pada kecantikan, Gina (Zulfa Maharani) yang pemberani dan anak terkaya di grup, Suci (Lutesha) yang cantik dan misterius, serta Jojo (Baskara Mahendra) satu-satunya cowok dalam pertemanan mereka. Vina dengan cepat menjadi bagian dari geng mereka, yang lalu dikenal dengan nama GENG BEBAS. Kebersamaan mereka terusik saat terjadi peristiwa tragis yang menyebabkan keenam sahabat ini harus dipisahkan.

Semua kejadian masa remaja mereka terungkap setelah Vina dewasa (Marsha Timothy) bertemu Kris dewasa (Susan Bachtiar) di rumah sakit. Susan mengatakan bahwa hidupnya tidak akan lama lagi dan meminta Vina untuk mengumpulkan GENG BEBAS agar bisa bertemu mereka untuk yang terakhir kali. Perjalanan Vina mencari kembali teman-temannya Jessica (Indy Barends), Gina (Widi Mulia), Jojo (Baim Wong), serta Suci yang misterius membawa mereka menyadari betapa kehidupan mereka di masa dewasa telah membuat mereka lupa siapa diri mereka.

Cerita ini mengambil latar belakang tahun 2019 dan tahun 1995-1996, dengan teknik plot maju-mundur penonton di bawa untuk menikmati masa era’90-an dan sekarang. Dalam film ini, loncatan antar-plot sangat dinamis dan rapih sehingga perpindahan alur membuat penonton tidak bingung, justru memberikan warna lain dalam film Bebas. Karena mengambil dua latar belakang tahun membuat sang sutradara (Riri Riza) harus membuat tokoh utama pemeran film itu terbagi dua, versi remaja dan dewasa. Pemilihan pemain yang baik mampu membuat sosok yang diperankan oleh dua pemain rasanya seperti satu orang yang sama.

Sinematografi pengambilan gambarnya pun sangat baik dan apik sangat memperhatikan tiap detailnya. Pemilihan lagu sebagai lagu pengiring juga sangat tepat, yaitu lagu yang hits pada zamannya dari era ’90-an dan era ’80-an. “Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menentukan lagu-lagu tersebut, sampai akhirnya saya dan Riri sepakat menggunakan 10 lagu nostalgia dari era ’80-an dan ’90-an. Lagu-lagu tersebut harus dapat mewakili rasa dan mendukung alur cerita. Semua lagu tertulis dalam skenario sejak awal, jadi bukan dipilih saat paska produksi.” kata Mira Lesmana, sang Produser. Walaupun film Bebas ini merupakan film adaptasi dari film korea berjudul Sunny, produser dan sutradara berani ambil resiko yaitu mengubah peran salah satu anggota GENG BEBAS menjadi seorang laki-laki, sehingga menjadikan film Bebas berbeda dari film Sunny.

Film Bebas ini wajib ditonton karena film tersebut diyakini sang sutradara Bebas akan menjadi sarana nostalgia bagi penonton yang pada sekitar 1995 masih duduk di bangku sekolah. Film ini bisa jadi pemicu orang-orang mengingat kenangan masa lalu bersama para sahabat lantas melakukan reuni. Selain itu era ’90-an bukan hanya milik mereka yang tumbuh pada zaman itu, mereka yang lahir setelah era itupun dapat turut merasakan rasa nostalgia dan semangat yang sama bagi lintas generasi. Jadi tunggu apalagi ajak seluruh teman kalian untuk #ReuniDiBioskop sambil menyaksikan Film Bebas yang akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 3 Oktober 2019!

(Mutia)

Komentarlah yang bijak

Related posts