Review: Fall, Antara Trauma, Persahabatan dan Bertahan Hidup
Review

Review: Fall, Antara Trauma, Persahabatan dan Bertahan Hidup 

LASAK.iD – Istilah universe sejak beberapa tahun belakangan menjadi tren digunakan untuk film yang memiliki kelanjutan cerita, baik itu sekuel, trilogi hingga spin off. Istilah yang cukup sering dilihat dan didengar dari film ber-genre superhero, horror dan genre lainnya yang juga menciptakan universe-nya tersendiri.

Universe juga bisa mengarah pada mereka yang berada di balik layar sebuah film. Pada duo produser, James Harris dan Mark Lane misalnya, keduanya menciptakan universe-nya tersendiri dari deretan film yang keduanya produseri.

Misalnya pada film 47 Meters Down (2017), 47 Meters Down: Uncaged (2019) sampai yang terbaru Shark Bait yang bertemakan shark attack. Jika diperhatikan lebih jauh bukan hanya tentang hiu dan laut, tetapi bagaimana keduanya membangun latar filmnya yang selalu mirip. Tentang sekelompok anak muda terjebak pada situasi tidak terduga, mengharuskan menyelamatkan diri dan bertahan hidup.

Bahkan untuk film terbarunya berjudul Fall, James Harris dan Mark Lane membawa memori yang sama seperti film 47 Meters Down (2017). Yang kali ini di bawah arahan Scott Mann sebagai sutradara sekaligus menulis ceritanya bersama Jonathan Frank.

Dikatakan Fall dan 47 Meters Down (2017) membawa memori yang sama, dilihat dengan alur cerita yang dibangun sejak awal. Pada 47 Meters Down, kita melihat dua saudari melakukan liburan ke Meksiko. Saat itu salah satu saudari, Kate baru saja putus dengan kekasihnya.

Keduanya kemudian melakukan liburan dan melakukan kegiatan melihat hiu dari dalam kotak khusus. Kejadian tak terduga saat kabel yang digunakan tak mampu menopang kotak dan keduanya harus terjebak di kedalaman 47 meter di perairan dengan banyak hiu.

Hal tak terduga lain ketika masker oksigen Lisa mengalami retak yang membuat tekanan oksigen semakin menipis. Dibandingkan Kate, saudarinya Lisa tidak memiliki sertifikat menyelam yang membuatnya panik. Segala upaya dilakukan keduanya untuk kembali ke permukaan.

Ada momen seperti penonton melihat keduanya masih bersama untuk menyelamatkan diri. Ternyata plot twist tersaji ketika untuk waktu lama Lisa melakukannya sendiri. Sang kakak hanya halusinasi dari Lisa untuk membuatnya tetap kuat untuk bertahan dan kembali ke permukaan.

Konsep sama serasa ingin coba diulang duo produser tersebut. Scott Mann sebagai sutradara dan penulis tentu tidak ingin terjebak dengan itu, dengan melakukan pembaharuan latar untuk lokasi, cerita dan karakter. Fall membawa pada petualangan baru tentang dua sahabat, Becky (Grace Caroline Currey) dan Hunter (Virginia Gardner) untuk kembali taklukkan ketinggian.

Ide yang dilakukan Hunter untuk membuat sahabatnya, Becky menghilangkan trauma atas kehilangan sang suami, Dan (Mason Gooding), yang diawal film digambarkan jatuh saat ketiganya melakukan panjat tebing. Kali ini keduanya mencoba menaklukan tower radio yang sudah tua dan berkarat setinggi 600 meter.

Pembeda yang juga dilakukan pada sinematografi untuk pendetailan shot dan angle sebagai clue ke penonton. Salah satu contohnya memperlihatkan kaitan baut yang renggang. Begitu juga alasan Hunter yang seorang youtuber dan selalu membawa drone di tasnya.

Scoring atau efek suara juga membantu dalam menciptakan kengerian dan deg-degan di penonton. Seperti suara mengerat dari gesekan besi yang tua dan berkarat. Atau saking kencangnya angin menimbulkan suara dari tower itu sendiri.

Sebagai film thriller, Scott Mann membuat hal itu juga sebagai pertanda yang dirasakan karakter Becky, tapi bukan juga kekuatan supranatural. Hanya insting manusiawi akan suatu kejadian yang tidak menyenangkan.

Cukup menarik ketika Scott Mann secara gamblang sejak awal memberikan gambaran yang akan terjadi pada kedua karakternya. Seolah secara sengaja agar penonton bisa menebak cerita filmnya. Hal yang mungkin penonton temui di banyak penulis akan dijadikan poin untuk plot twist pada filmnya, misalkan pada film Final Destination.

Meski begitu, rasa penasaran penonton untuk tahu bagaimana keduanya terjebak, bertahan hidup hingga upaya menyelamatkan diri tetap menjadi momen yang ditunggu. Sebagai catatan, film ini mengambil sudut kamera seperti ketinggian 600 meter sesungguhnya, jadi untuk yang memiliki phobia akan ketinggian harap menyiapkan diri.

Plot twist sendiri tetap ada jelang akhir filmnya, sama seperti pada film 47 Meters Down. Pada film Fall membuat seolah karakter Hunter tetap ada bersama dengan Becky hingga akhir. Ternyata itu hanya halusinasi dan trauma yang terulang dari Becky yang merasa ketakutan sendirian di atas ketinggian 2.000 kaki.

Film Fall seperti sebuah kata yang memiliki pengucapan yang sama namun berbeda maknanya. Untuk yang suka film dengan melibatkan kegiatan ekstrim seperti walk climbing dan ketinggian, film Fall keluaran Lionsgate ini bisa menjadi pilihan.

Production company: Tea Shop Production, Capstones Studios
Distributor: Lionsgate
Cast: Grace Caroline Currey (Becky), Virginia Gardner (Hunter), Jeffrey Dean Morgan (James/ Becky’s Father), Mason Gooding (Dan), Jasper Cole (Dog Walker Dan), etc
Director: Scott Mann
Screenplay: Scott Mann, Jonathan Frank
Producers: James Harris, Mark Lane, David Haring, Scott Mann, Christian Mercuri
Duration: 1 hours 47 minutes

Komentarlah yang bijak

Related posts