Perempuan, Jika Itulah Namamu : Puisi Cinta Yang Mendewasakan
Entertainment

Perempuan, Jika Itulah Namamu : Puisi Cinta Yang Mendewasakan 

LASAK.ID – Ribuan puisi cinta telah dibukukan dan siap disajikan di rak-rak toko buku. Beda penyair, beda rima. Beda penyair, beda makna. Masing-masing penyair memiliki gaya bahasanya sendiri untuk menyampaikan pesan.

Salah satunya Maman Suherman, penyair yang lebih akrab disapa Kang Maman. Karya-karya puisinya telah dibukukan dan yang belum lama ini terbit berjudul Perempuan, Jika Itulah Namamu..

Buku Puisi Karya Maman Suherman berjudul Perempuan, Jika Itulah Namamu.. (dok. Lasak.id/ Andini H)
Buku Puisi Karya Maman Suherman berjudul Perempuan, Jika Itulah Namamu.. (dok. Lasak.id/ Andini H)

Buku bercover tebal warna putih dan goresan tinta hitam sketsa perempuan ini benar-benar diluar dugaan. Alih-alih membaca puisi cinta yang bikin hati meleleh, buku ini justru membuat pembaca meraba kembali perasaan yang kemudian mengundang otak berpikir tentang rasa.

Penyair asal Sulawesi Selatan ini menyajikan puisi ringan yang dibagi menjadi lima  bagian dengan satu penutup. Kelimanya dirangkai menjadi cerita berurutan. Cerita yang sering kita alami sehari-hari. Seakan ia  ingin mengatakan bahwa itulah cinta dalam senyatanya hidup kita. Cinta bukan sebatas rasa. Rasa tak sebatas cinta.

Buku ini menjadi dramatis dengan adanya karikatur menggambarkan puisi yang tertulis lembar demi lembarnya. Puisi-puisi ditulis ada panjang dan pendek dengan gaya sederhana tanpa mengurangi keindahan rimanya. Bait tiap baitnya jelas mengarah pada pesan secara keseluruhan. Pilihan katanya pun ditulis mengalir begitu saja. Tanpa diksi yang berlebihan selayaknya puisi cinta pada umumnya.

Ketika membaca habis buku setebal 185 halaman ini,  saya bergumam, “Iya itulah kenyataannya dalam bercinta. Suka duka, pahit getir, manis bahagia, itulah cinta.” Semakin dalam membacanya, seperti menghadirkan Kang Maman berpuisi langsung.

Buku puisi ini lahir seakan menjadi air ditengah padang pasir seseorang usia matang yang tak tahu bagaimana mengungkapkan perasaannya. Ya, buku puisi ini bukan hanya sekedar puisi cinta-cintaan antara perempuan dan laki-laki, “Oh aku cinta padamu, oh aku tidak bisa hidup tanpamu.. dan seterusnya. ” tapi mengingatkan bahwa sejatinya manusia dilahirkan adalah untuk merasakan cinta dan menciptakan cinta dengan menjadi makhluk sosial.

Maman Suherman penyair yang akrab disapa Kang Maman (dok. istimewa)
Maman Suherman penyair yang akrab disapa Kang Maman (dok. istimewa)

Pada penutup, Kang Maman kembali memotivasi kaum dewasa untuk berani memutuskan pilihan, seperti kujadikan kau tanda titik di halaman terakhir sampul biru, yang bermakna, jangan ragu untuk memilih dan beranikan diri untuk memilih.

Tak hanya itu, buku puisi ini pun didedikasikan Maman Suherman untuk perempuan. Ia sendiri sangat mengagumi perempuan, sebagai mahkluk yang paling sakti di muka bumi. Begitulah kerenyahan Kang Maman mengakhiri perjalanan puisinya pada Perempuan, Jika Itulah Namamu.. (Andini Harsono)

Judul Buku : Perempuan, Jika Itulah Namamu..

Penulis : Maman Suherman/ Kang Maman

Penerbit : PT Grasindo

 

 

Komentarlah yang bijak

Related posts