Nge-Blend Di Film STUBER, Bautista Dan Kumail Nanjiani Hadirkan Komedi
_HS93793.ARW
Entertainment

Nge-Blend Di Film STUBER, Bautista Dan Kumail Nanjiani Hadirkan Komedi 

LASAK.iD – 20th Century Fox kembali lagi dengan film terbarunya berjudul STUBER. Ini bukanlah film hollywood tentang superhero ataupun horor yang saat ini banyak tayang di bioskop tanah air. STUBER merupakan film dengan genre action, comedy and crime yang dibintangi oleh Dave Bautista, Kumail Nanjiani serta aktor asal Indonesia, Iko Uwais.

Ide cerita dari film ini sebenarnya sangat sering digunakan untuk kebanyakan film hollywood. Apalagi yang melibatkan penjahat sebagai pengedar narkoba dengan polisi ataupun FBI. Dan yang tidak ketinggalan pengkhianatan polisi, bekerjasama dengan penjahat hingga menyisipkan cerita polisi korup.

Tripper Clancy sebagai penulis mencoba menawarkan rasa yang sama namun tidak pula ingin menyerupai. Seperti melihat anak kembar namun masing-masing individu memiliki kepribadiannya sendiri. Bersama Michael Dowse sebagai  sutradara, Tripper Clancy mencoba memberikan nafas berbeda untuk film STUBER.

Salah satunya dengan memadukan dua karakter berbeda dalam menyelesaikan sebuah kasus besar. Dimana Vick Manning (Dave Bautista) seorang polisi pemarah dan pedendam karena rekannya Morris (Karen Gillan) dibunuh oleh Tedjo (Iko Uwais), seorang pengedar narkoba terbesar di LA.

Harus bertemu dengan Stu (Kumail Nanjiani) seorang pria dengan dua profesi sekaligus, demi mendapatkan uang dan memulai bisnis spin gym dengan gadis yang dicintainya sejak lama, Becca (Betty Gilpin). Selain di toko olahraga, pekerjaan lainnya adalah supir dari jaringan transportasi UBER. Akhirnya membuat dirinya mendapat julukan sekaligus panggilan sebagai Stuber.

Suatu hari Vick mendapatkan informasi tentang Tedjo yang kembali melakukan transaksi besar. Karena penglihatan yang bermasalah setelah operasi lasik, Vick harus berurusan dengan teknologi yang tidak dimengertinya, yaitu aplikasi UBER. Yang dibantu anaknya Nicole (Natalie Morales) untuk mengunduh sekaligus cara penggunaan.

Demi memperbaiki rating dan mendapatkan 5 bintang, Stu menerima permintaan aplikasi dari Vick. Disinilah awal pertemuan tidak direncanakan yang akhirnya menjadikan Stu partner untuk memburu Tedjo. Dari sini juga segala aksi, kelucuan hingga kekonyolan dimulai di antara kedua orang yang berbeda profesi dan kepribadian.

Jika di amati secara seksama, film ini lebih banyak mempertontonkan comedy dari dua karakter utamanya, Stu dan Vick dibandingkan action yang juga menjadi bagian dari genre filmnya tersebut. Tidak salah memang, hanya membuatnya sedikit tidak seimbang saja.

_HS91675.ARW

Adegan fight maupun baku tembak hanya muncul beberapa kali saja. Terlebih yang menghadirkan Iko Uwais sebagai Tedjo, karakter utama antagonis dari film tersebut, pimpinan gembong narkoba terbesar di LA.

Memang bukan menjadi fokus utama, namun disayangkan tidak dijelaskan secara detail tentang Tedjo sebagai penjahat yang seperti apa dan narkoba yang dijualnya. Tedjo termasuk Captain McHenry (Mira Sovirno) seakan hanya selingan dalam film bukan part yang kuat untuk mendukung aksi dari Stu dan Vick.

Walau di awal film sempat menampilkan adegan fight yang cukup menegangkan antara Vick, Morris dengan Tedjo serta di bagian menjelang klimaks yang juga menyertakan sebelumnya adegan baku tembak, namun proporsinya masih terbilang sedikit.

Walaupun begitu, chemistry antara Dave Bautista dengan Kumail Nanjiani cukup berhasil dan nge-blend untuk menghadirkan kelucuan dan kekonyolan khas komedi hollywood bergaya 80’s sepanjang film. Meski karakter Drax masih sangat melekat padanya, namun Bautista juga cukup berhasil melakoni adegan komedi sebagai individu.

Lain halnya dengan Kumail Nanjiani, memerankan karakter Stu memiliki kekuatan tersendiri untuk menciptakan kelucuan juga kekonyolan karena rasa ketakutan dirinya yang belum pernah terlibat baku tembak, melihat darah ataupun membunuh orang. Selain dirinya memang seorang komedian, yang pandai bermain dengan mimik dan dialog.

_HS94251.ARW

Untuk Iko Uwais sendiri sebenarnya peran antagonis bukan yang pertama untuknya. Iko sempat menjadi cameo di beberapa film dengan memainkan karakter tersebut. Dalam film ini pula, entah dengan sengaja atau tidak, Iko Uwais lagi-lagi di buat mirip dengan sosok Tony Ja, aktor asal Thailand yang juga pandai bela diri.

STUBER membuat penonton sedikit dejavu untuk film lainnya produksi 20th Century Fox yang di rilis tahun 2004 berjudul TAXI. Dimana seorang detektif bernama Andrew Washburn dengan tidak sengaja berpartner dengan warga sipil dan supir taksi, Isabelle Precious William untuk menyelesaikan sebuah kasus besar dari perampokan bank.

Mungkin karena satu rumah produksi seolah memberikan kesan sama. Namun kedua film tersebut tetap berdiri sendiri dan memiliki taste masing-masing. Film ini akan tayang di bulan Juli 2019, tepatnya di tanggal 24. Masih terhitung 1 bulan lagi untuk penayangan, semoga tidak menjadi film yang hanya “dibaca” namun juga nantinya ditonton.

 

Production company: Twentieth Century Fox

Distributor: Twentieth Century Fox

Cast: Kumail Nanjiani, Dave Bautista, Iko Uwais, Natalie Morales, Betty Gilpin, Jimmy Tatro, Mira Sorvino, Karen Gillan

Director: Michael Dowse

Screenwriter: Tripper Clancy

Producers: John Frances Daley, Jonathan Goldstein

Executive producers: Jeremiah Samuels, Nicholas Thomas, Jake Wagner

Duration: 105 minutes

(Sarah)

Komentarlah yang bijak

Related posts