EconomyNews

Nusantara Menyangrai Dukung Percepatan Ekspor Kopi

32
×

Nusantara Menyangrai Dukung Percepatan Ekspor Kopi

Share this article

LASAK.iD – Bertepatan dengan moment 17 Agustus 2020, event tahunan Nusantara Menyangrai diselenggarakan secara serentak dan virtual. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan  secara Live dari setiap rumah sangrai yang tergabung dalam komunitas Indonesian Roaster Guild (IRG). Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pelaku industri kopi dari seluruh nusantara, baik dari hulu (petani) hingga hilir (kedai & kafe) serta komunitas kopi lainnya.

Nusantara Menyangrai diharapkan akan menjadi ajang yang berkesinambungan dan terus menerus diadakan tiap tahun. Melalui ajang ini, sekaligus sebagai media edukasi bagi publik mengenai ragam kopi Indonesia. Selain ragam dalam hal jenis, juga kaya nilai dan sejarah serta memiliki potensi dan pasar di dunia internasional.

Karena itu, penerapan teknologi tepat guna diperlukan agar pembeli dari luar negeri dengan mudah menemukan rumah sangrai tiap daerah di Indonesia. Salah satu inovasi adalah melalui peta digital dan layanan pembelian secara online dan dengan standar keamanan transaksi yang sudah diterapkan sesuai standar internasional.

Melalui kegiatan ini pula diharapkan komunitas masih tetap bisa mengadakan event nasional, tanpa mengumpulkan semua pelaku industri kopi nasional berkumpul di satu kota. Namun event bisa dilakukan di kota masing-masing dan memantau keberlangsungan event lewat audio visual dan system iOT yang terintegrasi dalam satu halaman web di http://roasterhub.com.

Tepat pukul 09.00 WIB, seluruh peserta serempak menyangrai. Menariknya, aktivitas semua peserta terpantau melalui zoom dan publik juga bisa memantau status mesin berubah menjadi titik merah di peta digital secara online di web www.roasterhub.com.

Tak selesai sampai disitu, setiap rumah sangrai selanjutnya mendirikan meja “Kopi Ikhlas-Nikmati kopi mu bayar seikhlas mu” dan membagikan seduhan kopi sebanyak 2 kilogram bagi masyarakat disekitar rumah sangrai di kota masing-masing.

Dengan begitu diharapkan masyarakat menyadari kehadiran rumah sangrai yang produktif dan menghasilkan produk kopi yang berkualitas serta mencintai produk kopi dalam negeri. Secara tidak langsung gerakan ini akan menumbuhkan percepatan ekspor kopi dalam bentuk matang dan diharapkan kedepannya mampu mengimbangi ekspor kopi dalam bentuk mentah.

Jika ini terwujud maka pertambahan nilai dari ekspor kopi bisa dinikmati masyarakat Indonesia secara langsung dan memberikan dampak positif bagi petani untuk memperbaiki kualitasnya dan juga kuantitasnya, karena dunia mulai akan menghadapi krisis kopi akibat efek rumah kaca sedangkan Indonesia bisa terus produktif karena jumlah lahan yang luas dan keanekaragaman jenis kopi robusta atau Arabica.