News

Mulai 2024, MRT Jakarta Pensiunkan Kartu Multi Trip

123
×

Mulai 2024, MRT Jakarta Pensiunkan Kartu Multi Trip

Share this article

Transformasi Digital dan Metode Pembayaran Non-Tunai Jadi Pilihan

Kartu Multi Trip
PT MRT Jakarta Pensiunkan Kartu Multi Trip

Jakarta, Lasak.id – Sebuah era baru menanti pengguna MRT Jakarta seiring pengumuman terbaru dari PT MRT Jakarta yang akan menghentikan penjualan Kartu Jelajah Berganda atau Multi Trip Ticket (MTT) mulai 1 Januari 2024.

Kabar ini disampaikan melalui akun resmi media sosial MRT Jakarta pada 5 Desember 2023. Bagi para pengguna setia MRT Jakarta yang masih memiliki kartu MTT, kini saatnya untuk mempersiapkan diri, karena kartu tersebut akan tetap berlaku hingga 31 Oktober 2024. Keputusan ini tergolong sebagai langkah strategis dalam mendukung transformasi digital MRT Jakarta, dengan fokus mendorong penggunaan metode pembayaran non-tunai.

Hingga saat ini, terdapat sekitar 1,5 juta pengguna kartu MTT. Kartu ini dapat digunakan untuk perjalanan MRT Jakarta dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan tiket sekali jalan.

Bagi pengguna kartu MTT yang masih memiliki saldo, saldo tersebut masih dapat digunakan hingga 31 Oktober 2024. Setelah tanggal tersebut, kartu MTT tidak lagi dapat digunakan.

Pengguna dapat memanfaatkan tiket QR di aplikasi MyMRTJ, menjadikan proses pembelian tiket lebih praktis dan cepat melalui teknologi mutakhir. Selain itu, keberadaan Kartu Jelajah MRT masih menjadi pilihan klasik yang tetap handal.

Baca Juga : MRT Jakarta Gunakan Teknologi Blockchain WeCare.id Untuk Dana CSR

Untuk yang lebih canggih, uang elektronik seperti BRIZZI, Mandiri e-Money, BNI Tapcash, BCA Flazz, Kartu Multi Trip Commuter Line, JakCard, dan JakLingko siap memberikan kemudahan tanpa repot dengan transaksi non-tunai. Dengan ragam opsi yang disajikan, perjalanan dengan MRT Jakarta menjadi lebih fleksibel, modern, dan sesuai dengan kebutuhan era digital saat ini.

Pengguna MRT Jakarta terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2022, jumlah pengguna harian rata-rata mencapai 54 ribu orang. Angka ini meningkat dari tahun 2021 yang hanya mencapai 37 ribu orang.

Pada tahun 2023, jumlah pengguna harian rata-rata terus meningkat hingga mencapai 85 ribu orang pada bulan Februari. Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan MRT Jakarta semakin tinggi.

Tak lagi hanya sebagai moda transportasi, MRT Jakarta kini menjadi katalis perubahan gaya hidup urban yang mengutamakan kemudahan. Melalui inovasi pembayaran non-tunai, seperti tiket QR di aplikasi MyMRTJ dan berbagai uang elektronik, MRT Jakarta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efisien dan modern.

Dengan fungsi-fungsi baru ini, MRT Jakarta bukan hanya menyediakan akses cepat dari satu titik ke titik lain di ibu kota, tetapi juga merangkul perubahan gaya hidup yang ramah teknologi, menghubungkan pengguna dengan era digital, dan memastikan perjalanan mereka tidak hanya efektif, tetapi juga mengikuti pola perkembangan kota yang dinamis.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

1 Comment
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Health Stay
2 months ago

This was beautiful Admin. Thank you for your reflections.

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x