EconomyNews

Menteri Sandiaga Uno Sebut Film Sebagai Lokomotif Ekonomi Nasional

33
×

Menteri Sandiaga Uno Sebut Film Sebagai Lokomotif Ekonomi Nasional

Share this article

LASAK.iD – Pada Selasa (29/3) kemarin, Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif hadir untuk resmikan pembukaan Pitching Forum Akatara 2022. Salah satu program di bawah Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membantu promosikan pariwisata di Indonesia.

Ini dilakukan setelah beberapa film dietahui mengambil latar syutingnya di lokasi wisata. Di antaranya film Ada Apa Dengan Cinta di Kota Yogyakarta, Laskar Pelangi di Belitung dan banyak film lain. Lokasi wisata ini bukan yang sepi pengunjung namun film-film tersebut membuat viral yang akhirnya dikunjungi para wisatawan khususnya dari wisatawan domestik.

Luar biasa sekali, kalau kita lihat film Laskar Pelangi itu mengubah pulau Belitung di provinsi Bangka Belitung menjadi destinasi pariwisata utama, berangkat dari sebuah film, novel dan lagu“, ungkap Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dampak positif lain film bahkan menjadi kebijakan pemerintah yang ingin subsektor film sebagai lokomotif ekonomi nasional untuk pembangunan tempat wisata. Tak hanya sebatas di Bangka Belitung tetapi juga di daerah lain di Indonesia.

Jadi 17 subsektor ini sangat memiliki dampak positif terhadap peningkatan destinasi wisata. Dampaknya dari sebuah film sampai akhirnya jadi kebijakan pemerintah yang ditanda tangani oleh presiden Joko Widodo yang akan menata pariwisata sebagai lokomotif pembangunan tempat wisata yaitu Bangka Belitung. Menurut saya luar biasa sekali“, tambah Sandiaga Uno.

Film yang menjadi salah satu pemicu yang akhirnya membuat Subsektor Film, Animasi dan Video membentuk sebuah wadah bernama Akatara. Tak sebatas sebagai inkubator untuk para pelaku dan filmnya. Akatara mencoba menjembatani proyek film dengan para investor.

Saat ini Akatara edisi keempat telah memasuki tahap Pitching Forum. Di mana sekitar 50 proyek film terpilih tengah mempresentasikan proposal untuk menarik minat dari sekitar 60 investor yang tercatat.