NationalNews

Juwangi, Dulu dan Kini

121
×

Juwangi, Dulu dan Kini

Share this article

LASAK.ID – Juwangi adalah desa yang berjarak sekitar 33 km dari ibukota Kabupaten Boyolali atau sekitar 1,5 jam perjalanan  menggunakan mobil.  Bicara tentang desa Juwangi, tak lepas dari keberadaan Sumur Jolotundo, sebuah sumber air paling masyur di Juwangi, Boyolali. Konon kabarnya, Sumur Jolotundo merupakan salah satu sumber air andalan masyarakat Juwangi.

Seiring perkembangan zaman, penduduk semakin bertambah, sumur Jalatunda tak lagi dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Juwangi. Belum lagi masalah sanitasi yang membuat kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih meningkat. Maka sejak beberapa dekade yang lalu, Juwangi akhirnya dikenal sebagai wilayah yang kesulitan air bersih.

Walaupun dikelilingi hutan, namun masyarakat tetap kesulitan mengangkses air bersih. Penyebabnya adalah jarak sumber air ke pemukiman penduduk cukup jauh. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, masyarakat harus antri mulai dari jam dua dini hari di sumber mata air yang jumlahnya pun tak banyak.

Dulu, masyarakat antri sejak dini hari untuk antri mengambil air di mata air, desa Juwangi (dok. Sarah/ Lasak.id)
Dulu, masyarakat antri sejak dini hari untuk antri mengambil air di mata air, desa Juwangi (dok. Sarah/ Lasak.id)

Dalam kunjungan Lasak.id yang difasilitasi Water.org dan Danone – AQUA  awal Maret kemarin, kami sempat berbincang dengan Kepala Desa Yagus Juhadi. “Desa Juwangi ini jauh dari mana-mana, termasuk dari sumber mata air. Dulunya masyarakat harus antri sejak tengah malam untuk mengambil air. BAB juga sembarang tempat,”tutur  Yagus.

Kredit Air Harapan Masyarakat Juwangi

Persoalan air bersih masyarakat Juwangi mulai teratasi sejak adanya Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) Jolotundo, yang mendapatkan dana dari pemerintah untuk mengelola sistem penyediaan air minum untuk desa Juangi. Keberadaan kelompok pengelola SPAM perdesaan ini memungkinkan masyarakat mengelola sumber mata air secara swadaya untuk memenuhi kebutuhan akses air bersih masyarakat. Meski demikian, masih banyak masyarakat yang belum terlayani.

Sekarang masyarakat Desa Juwangi bisa mendapatkan air bersihdari keran air di depan rumah masing-masing (dok. Sarah/ Lasak.id)
Sekarang masyarakat Desa Juwangi bisa mendapatkan air bersihdari keran air di depan rumah masing-masing (dok. Sarah/ Lasak.id)

Harapan akan kemudahan akses air bagi masyarakat mulai terlihat saat KPSPAMS Jolotundo mengenal program Water Credit pada Desember 2017. Melalui skema ini, KPSPAMS Jolotundo mendapat pembiayaan sebesar 50 juta rupiah, yang diberikan oleh Bank Boyolali. Dana tersebut digunakan untuk melakukan pengeboran sumur air tanah dalam tambahan serta membangun jaringan pipa distribusi baru.  Hingga Oktober 2018, program ini berhasil meningkatkan pelayanan kepada 45 sambungan rumah (SR) baru.

Water Credit atau peningkatan akses air dan sanitasi melalui kredit mikro dari lembaga keuangan merupakan inisiatif Danone-AQUA berkolaborasi dengan Water.org untuk mendukung tercapainya target pemerintah Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 dalam mencapai akses universal 100-0-100.

Inisiatif ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait air dan sanitasi pada 2030. Skema ini mendorong lembaga keuangan mikro untuk mengembangkan dan meluncurkan produk keuangan dalam pembangunan air dan sanitasi.

Produk keuangan berupa pinjaman ini ditujukan bagi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) agar dapat mengembangkan cakupan layanan air bersih dan sanitasi di daerah mereka.

Sejak dimulainya program pada 2014, sebanyak 22 lembaga keuangan mikro dengan dukungan dari Water.org telah memberikan manfaat kepada 476.000 jiwa dalam mengakses air dan sanitasi. Inovasi ini menargetkan dampak yang lebih besar melalui solusi keuangan yang berkelanjutan dengan memberdayakan Kelompok SPAMS Pedesaan.

“Saat ini akses air masyarakat sudah tercukupi 75%. Dengan adanya pendampingan dari Water.org, kami yakin target 100% akses air masyarakat dapat segera tercapai. Yang penting sekarang ini BAB sudah tidak disembarang tempat lagi,” ungkap Yagus. (Sarah)

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x