NewsSewaktu Piknik

Jejak Suku Dayak Bertelinga Panjang di Desa Pampang

216
×

Jejak Suku Dayak Bertelinga Panjang di Desa Pampang

Share this article

LASAK.iD – Sebagai salah satu pulau eksotis di Indonesia, Kalimantan memiliki kerakteristik yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Suku Dayak misalnya. Suku asli yang mendiami pedalaman Kalimantan ini menjalani hidup dengan mempertahankan tradisi dan budaya. Meskipun sudah banyak yang hidup membaur dengan masyarakat perkotaan, namun masyarakat Dayak masih berpegang teguh pada nilai-nilai warisan leluhurnya.

Salah satunya dapat ditemui di Desa Pampang, Kalimantan Timur. Kawasan yang dikukuhkan sebagai desa wisata sejak 1991 ini didiami oleh suku Dayak Kenyah. Di sini bisa ditemukan telingaan aruu, atau tradisi memanjangkan telinga yang telah dilakukan turun temurun. Bagi pria di suku Dayak, memanjangkan telinga adalah identitas kebangsawanan, sementara bagi wanita, memanjangkan telinga adalah simbol kecantikan.

Desa Pampang terletak sekitar 25 km dari pusat kota Samarinda, Kalimantan Timur. Di sini, terdapat Lamin Pemung Tawai atau rumah adat suku Dayak yang biasanya digunakan untuk upacara adat. Kini, Lamin Pemung Tawai menjadi salah satu destinasi wisayata budaya di Samarinda yang banyak di kunjungi. Setiap akhir pekan, Lamin Pemung Tawai menggelar berbagai kesenian tradisionil seperti tari-tarian ataupun upacara.

Uwek Periaq, seorang wanita Dayak yang usianya mungkin sudah lebih dari 80 tahun, adalah salah satu wanita dengan teliga panjang yang  dapat ditemui di sekitar Lamin Pemung Tawai, mengatur pernak pernik kriya khas suku Dayak. Selain cuping telinganya yang panjang digantungi belasan anting tembaga, sosoknya jelas menyiratkan kecantikan dengan seulas garis senyum di wajahnya.

Selain Uwek Periaq, tokoh Dayak dengan telinga panjang lainnya yang kerap di temui di Desa Pampang adalah Pui Pajang. Ia mudah dikenali, sebab sering mengenakan pakaian tradisional suku Dayak dengan aksesoris yang lengkap. Menariknya, di telinga panjang Pui Pajang tidak hanya  anting logam dan tembaga yang tergantung, namun juga sebuah taring binatang menancap di tulang telinga bagian atas. Adanya taring binatang atau yang disebut dengan Ngek menandakan Pui adalah kalangan bangsawan.

Bila sedang berkunjung ke Desa Pampang, dan dapat bertemu dengan Uwek Periaq ataupun Pui Pajang, kesempatan tersebut jangan di sia-siakan. Kedua tokoh ini, dan juga masyarakat Dayak Desa Pampang pada umumnya sangat ramah terhadap wisatawan. Mereka akan dengan senang hati bila pengunjung ingin berfoto bersama. Bahkan, bila ingin mendengarkan kisah-kisah menarik tentang suku Dayak dan segala keunikannya, bertanyalah pada Pui Pajang. Ia akan bersemangat menceritakan tentang leluhurnya, nilai-nilai dan juga tentang burung Enggang yang dikeramatkan oleh suku Dayak. Oh ya, jangan lupa membeli hasil kriya suku Dayak ya, selain sebagai oleh-oleh  untuk teman dan kerabat, hal ini juga akan mendukung pelestarian kerajinan lokal. [Sewaktu Piknik]

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x