International

Indonesia Bergabung dengan Konsorsium BESS untuk Mempercepat Transisi Energi

77
×

Indonesia Bergabung dengan Konsorsium BESS untuk Mempercepat Transisi Energi

Share this article

Pada penyelenggaraan United Nations Climate Change Conference (COP28) tahun ini, Global Leadership Council (GLC) dari Global Energy Alliance for People and Planet (GEAPP) mengumumkan beberapa negara telah menyampaikan komitmen mereka pada Konsorsium Battery Energy Storage System (BESS) diikuti dengan respon positif dari Indonesia

ndonesia Bergabung dengan Konsorsium BESS

Jakarta, Lasak.id – Pada penyelenggaraan United Nations Climate Change Conference (COP28) tahun ini, Indonesia mengumumkan komitmennya untuk bergabung dengan Konsorsium Battery Energy Storage System (BESS). Konsorsium ini merupakan inisiatif global yang bertujuan untuk mempercepat transisi energi di negara-negara berkembang.

BESS adalah teknologi penyimpanan energi yang penting untuk meningkatkan kemampuan jaringan listrik dan mengakomodasi variabel sumber energi terbarukan. Dalam banyak kasus, kombinasi BESS dan energi terbarukan sudah lebih murah dibandingkan alternatif berbahan bakar fosil.

Melalui Konsorsium BESS, Indonesia akan bermitra dengan beberapa negara dan organisasi lain untuk merealisasikan komitmen 5 gigawatt (GW) BESS pada akhir 2024 dan menyalurkannya pada akhir 2027. Selain itu, Konsorsium juga akan bekerja untuk mempercepat pengimplementasian proyek, meningkatkan regulasi lingkungan, membangun pasar yang menguntungkan untuk BESS, dan membuka peluang pembiayaan komersial dan publik.

Keikutsertaan Indonesia dalam Konsorsium BESS merupakan langkah penting untuk mempercepat transisi energi di Tanah Air. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai target net zero emissions pada tahun 2060.

1. Pioneer Nations Join Forces in Ambitious Battery Energy Storage System (BESS) Consortium

Dalam langkah berani untuk menghadapi perubahan iklim, beberapa negara pionir telah bersatu dalam Konsorsium BESS di COP28. Barbados, Belize, Mesir, dan beberapa negara lainnya memimpin upaya kolaboratif ini, menetapkan komitmen 5 GW BESS untuk mendukung tujuan pengurangan emisi dan penciptaan peluang ekonomi.

Baca Juga : Mulai 2024, MRT Jakarta Pensiunkan Kartu Multi Trip

2. Transforming Energy Landscapes: 5 GW BESS Commitment Set to Redefine 2027 Goals

Komitmen besar dari Konsorsium BESS tidak hanya menjadi terobosan dalam energi bersih, tetapi juga menjadi pendorong untuk merealisasikan visi bersama menuju 5 GW BESS pada akhir 2027. Inisiatif ini menempatkan negara-negara tersebut sebagai pionir dalam percepatan transisi energi yang adil.

3. A Collaborative Vision: GEAPP, World Bank, and Other Key Partners Support BESS Consortium

Untuk mendukung pencapaian target ambisius Konsorsium BESS, mitra kunci seperti GEAPP, World Bank, Asian Development Bank (ADB), dan lembaga keuangan internasional lainnya telah memberikan dukungan. Kolaborasi ini memastikan pembiayaan, regulasi lingkungan, dan infrastruktur mendukung transformasi energi yang berkelanjutan.

4. Jonas Gahr Støre, PM of Norway, Enthusiastic about Global Leader Council’s Impact

Perdana Menteri Norwegia dan Co-chair dari Global Leader Council, Jonas Gahr Støre, menekankan pentingnya inisiatif global dalam menghadapi perubahan iklim. Melalui Konsorsium BESS, ia melihat potensi besar untuk menciptakan lapangan kerja, memperluas akses terhadap energi bersih, dan mengurangi emisi secara signifikan. “Global Leader Council dibentuk untuk mempercepat perubahan dan memajukan inisiatif-transformasional yang akan mengurangi emisi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas akses terhadap energi bersih dan terjangkau di negara-negara berkembang. Tiga bulan lalu, kami berkomitmen untuk mendirikan Konsorsium BESS, dan saat ini kami telah melibatkan beberapa negara, para mitra, dan pihak-pihak pendukung. Ini baru awal, kedepannya kami akan terus bergerak cepat dan dengan skala kolektif,” ungkapnya.

5. Rockefeller Foundation’s Findings Reinforce the Crucial Role of BESS in Combating Climate Change

Penelitian terbaru dari Rockefeller Foundation menunjukkan bahwa BESS adalah kunci untuk mencegah pemanasan global melewati ambang batas 2° Celsius. Dr. Rajiv J. Shah, Presiden Rockefeller Foundation dan Co-chair dari Global Leader Council, menyatakan bahwa tanpa kapasitas penyimpanan yang memadai, negara-negara akan kesulitan menambahkan energi terbarukan dalam skala yang diperlukan untuk mengurangi emisi dan menciptakan peluang ekonomi.

 

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x