NationalNews

Habitat Bangun Rumah Berbasis Komunitas Sebagai Penggerak Ekonomi

60
×

Habitat Bangun Rumah Berbasis Komunitas Sebagai Penggerak Ekonomi

Share this article

LASAK.iDPandemi Covid-19 telah memorak-porandakan pilar kehidupan masyarakat Indonesia. Setelah berdampak sangat besar pada kesehatan, aspek kedua yang juga ikut terdampak adalah aspek ekonomi. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 akan mengalami penurunan atau tumbuh negatif -1% hingga -3% (Sumber: Merdeka.com, Jumat 25 September 2020).

Salah satu sektor yang sangat terdampak hingga mengalami penurunan signifikan ialah sektor industri pembangunan perumahan dan properti, padahal rumah sangat dibutuhkan terlebih di masa pandemi karena berperan sebagai benteng pertahanan utama untuk berlindung dan terhindar dari paparan virus Covid-19. Selain tempat berlindung, untuk saat ini rumah berpotensi sebagai tempat mencari nafkah setelah banyaknya lapangan usaha yang terganggu dan banyak orang yang kehilangan pekerjaan khususnya keluarga yang berpenghasilan rendah.

Upaya Pemerintah untuk mewujudkan hunian yang layak bagi masyarakat Indonesia terus digalakkan. Salah satunya adalah dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencetuskan program Bantuan Stimulus Perumahan Berbasis Masyarakat atau BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya).

Mitha Hasti Suryani, Kasubdit Keterpaduan Penyelenggaraan Perumahan, Direktorat Jendral Kementrian PUPR menuturkan, “Pemerintah berkontribusi membantu masyarakat memperoleh akses terhadap hunian yang layak. Tahun 2024 diharapkan akses hunian layak di Indonesia dapat terpenuhi sebesar 70% atau sekitar 17 juta. Selama 6 tahun menjalankan program sejak tahun 2015, sudah adasekitar 965.537 unit rumah layak yang telah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan yang tersebar di seluruh Indonesia, angka ini meningkat sebesar 241 ribu unit dari sebelumnya. BSPS diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki rumah layak dan belum pernah menerima bantuan dari pemerintah. Tiga puluh persen (30%) dana yang dialokasikan pemerintah untuk membangun rumah ditujukan pada belanja tenaga kerja, hal ini akan menciptakan efek ganda yang memberikan kesempatan untuk memberdayakan tenaga lokal, membeli dan menggunakan materi lokal sehingga mendorong konsumsi dan aktivitas ekonomi”.

Usaha Pemerintah tentu perlu didukung oleh berbagai pihak lainnya agar mencapai target jumlah akses hunian layak. Habitat for Humanity Indonesia mengambil sebagian peran tersebut dengan membangun hunian layak di Indonesia selama 23 tahun terakhir.  Kali ini bersama Kemitraan Habitat dan Filantropi Indonesia, Habitat  ingin mengingatkan dan membuka kembali wawasan masyarakat bahwa membangun rumah merupakan satu cara memicu pemulihan ekonomi dan mendorong setiap orang dapat terlibat untuk membantu mereka yang membutuhkan melalui webinar “Pembangunan Rumah Berbasis Komunitas Sebagai Pemicu Ekonomi di Saat Pandemi Covid-19”.

Jim Kendall, Appropriate Construction Technology Senior Specialist, Habitat for Humanity International Asia Pasific mengungkapkan, “Penyediaan dan pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah adalah pemicu utama dalam penggerakan ekonomi di masa pandemi Covid-19. Dalam proses pembangunan setiap rumah akan muncul dampak berantai yang menumbuhkan ekonomi masyarakat. Aktivitas kontruksi menyerap potensi lapangan kerja serta menghidupkan industri penyediaan material lokal. Dampak berantai inilah yang harus didorong dan ditingkatkan oleh pemerintah dengan melibatkan lembaga non pemerintah dan sektor swasta sehingga ekonomi terus bergerak dan masyarakat bisa tinggal di rumah layak huni yang nyaman dan aman dari penyebaran virus Covid 19“.

Dhony Raharjoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land menuturkan bahwa ekonomi domestik dan UMKM dapat ditingkatkan melalui industri perumahan dan property. “Stimulus hunian dapat memberi efek ganda, terlebih jika aspeknya MBR. Hal ini akan membantu perekonomian masyarakat. Tentunya, jika modal dapat ditanamkan ke industri properti, pemasukan terhadap negara dapat ditambahkan guna mendukung penyediaan rumah layak bagi masyarakat yang akhirnya berdampak pada membantu perekonomian masyarakat“.

Webinar yang terlaksana atas kerjasama antara Habitat for Humanity Indonesia, Kemitraan Habitat dan Filantropi Indonesia ini bertujuan mendorong semua pihak baik pemerintah, swasta, dan lembaga donor untuk melihat potensi dan peluang dalam menggerakkan perekonomian Indonesia melalui pembangunan perumahan. Besar harapannya program yang kini dijalankan bersama dapat menjadi titik balik peningkatan ekonomi.