Menjelajah Hong Kong, Hutan Beton Berpagar Laut dan Gunung Yang Mudah Dijangkau
Sewaktu Piknik

Menjelajah Hong Kong, Hutan Beton Berpagar Laut dan Gunung Yang Mudah Dijangkau 

LASAK.ID – Awal April ini, Sewaktu Piknik berkesempatan melakukan trip ke Hong Kong. Perjalanan yang telah lama direncanakan ini akhirnya kesampaian juga, dan malah terealisasi lebih awal. Semula kami merencanakan trip ke Hong Kong pada bulan September, karena di bulan ini ada banyak festival budaya diselenggarakan.

Namun akhirnya, dengan berbagai pertimbangan – salah satunya adalah faktor cuaca, kami memutuskan mempercepat keberangkatan ke awal April. Sebab, periode Maret – April, Hong Kong mulai memasuki musim gugur. Cuaca tidak akan terlalu panas serta juga tidak hujan. Rata-rata suhu udara adalah 20 – 22 pada siang hari dan bisa mencapai 18 – 16 pada malam hari.

Rabu, 3 April 2019, kami tiba di Hong Kong International Airport (HKIA) sekitar pukul 11.00 waktu Hong Kong. Dari HKIA menuju penginapan di Tshim Tsa Sui, kami menggunakan bis. Pilihan lainnya adalah taxi atau Expres Train. Tapi karena ingin menikmati perjalanan, kami memilih menggunakan bis. Apalagi bis rute HKIA – Tshim Tsa Sui jenis double decker atau bis tingkat, sehingga kita bisa menikmati landmark kota Hong Kong dari titik pertama kedatangan.

Peta Hong Kong dengan empat kawassannya (dok. istimewa)
Peta Hong Kong dengan empat kawassannya (dok. istimewa)

Sebelum memulai penjelajahan di negeri Andy Lau ini, kami lebih dahulu memperhatikan peta Hong Kong, lokasi tujuan dan transportasi yang tersedia. Mengelompokkan tujuan wisata berdasarkan lokasi dan jalur MTR adalah tips agar perjalanan singkat ini menyisakan banyak cerita.

Jika memperhatikan peta, maka akan terlihat bahwa Hong Kong adalah Negara kepulauan yang terdiri dari Pulau Hong Kong, Kowloon, New Territories, Lantau Island dan lebih dari 200 pulau lepas pantai. Menariknya, Hong Kong memiliki sistem transportasi yang baik sehingga kita dapat menjangkau setiap pulau dengan banyak pilihan transportasi umum seperti bis, kereta bawah tanah atau yang dikenal dengan sebutan MTR. Kemudahan akses transportasi inilah yang membuat Hong Kong berkembang pesat.

Jika tujuan datang ke Hong Kong adalah untuk berburu barang-barang branded, maka kawasan wajib adalah Pulang Hong Kong dengan Causeway Bay nya yang terkenal sebagai jantung perbelanjaan. Mulai dari Times Square, pusat perbelanjaan raksasa yang dihuni oleh  butik-butik kelas atas dan outlet desainer internasional, SOGO dan Hysan Place.

Untuk yang ingin berbelanja dengan harga miring pun dapat mengunjungi berbagai street market seperti Jardine/s Crescent atau Stanley Market yang menyediakan berbagai souvenir khas Hong Hong dengan harga yang variatif. Tentu saja, untuk mendapatkan harga yang cantik diperlukan kemampuan tawar menawar.

Selain pusat perbelanjaan, Causeway Bay juga dikenai dengan kawasan Indonesia. Sebab, tak jauh dari stasiun MTR Causeway Bay, kita akan menemukan gedung bertuliskan Indonesia Building, disitulah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) berada. Tak jauh dari KBRI, sekitar 5 menit berjalan kaki kita akan menemukan Victoria Park, taman yang terkenal sebagai tempat berkumpulnya warga Negara Indonesia. Untuk yang rindu dengan masakan khas Indonesia, restoran dan toko-toko yang menyediakan bahan makanan khas Indonesia mudah ditemukan. Juga Islamic Centre, masjid sekaligus pusat kajian Islam yang lagi-lagi didominasi oleh warga Negara Indonesia berada di sini.

Di utara Pulau Hong Kong adalah semenanjung Kowloon yang merupakan distrik perkotaan. Kowloon adalah tempat terbaik untuk menyelami sejarah Hong Kong, mulai dari era perang opium, masa pendudukan Inggris hingga menjadi daerah administrative khusus Hong Kong dengan perkembangannya yang pesat. Rekam jejak sejarah tersebut dapat ditemukan bila kita mengunjungi kawasan Victoria Harbour dimana terdapat Hong Kong Cultural Centre, Clock Tower yang mulai dibangun pada 1915 dan menjadi saksi pembangunan infrastruktur kawasan ini.

Di seberang Hong Kong Cultural Center, terdapat bangunan megah yang terlihat seperti kastil kuno di Inggris. Ya, itulah 1881 Heritage dimana kita akan dibawa mundur ke Hong Kong era Victoria. Dari 1880 hingga 1996, tempat ini merupakan markas besar Polisi Marina Hong Kong. Kini, 1881 Heritage merupakan bangunan dan artefak sejarah yang masih terjaga.

Herritage 1881, artefak sejarah yang maish terjaga (dok. Sewaktu PIknik)
Herritage 1881, artefak sejarah yang maish terjaga (dok. Sewaktu Piknik)

Pada malam hari, Victoria Harbour menyajikan atraksi City of Light. Kita akan menyaksikan harmoni antara musik dan permainan sinar laser pada gedung-gedung pencakar langit sambil sesekali ditimpali kerlap kerlip cahaya dari kapal ferry yang melintas. Disini juga terdapat Stars of Avenue, tempat kita dapat menemukan jejak para bintang film Mandarin.

Jangan khawatir soal belanja, Kowloon juga memiliki kawasan yang terkenal dengan pusat perbelanjaan yang tak pernah sepi seperti Tsim Sha Tsui dengan Harbour City, tempat beradanya brand internasional seperti Louis Vuitton, Gucci, dan sejenisnya. Bila ingin berbelanja oleh-oleh seperti gantungan kunci, magnet kulkas, piring pajangan dan souvenir-souvenir khas Hong Kong dengan harga miring dapat ditemukan di Ladies Market serta Temple Street Market.

Sebagai area urban, Kowloon menjadi pusat kediaman lebih banyak suku bangsa dari kawasan Asia, baik yang telah menjadi warga Negara Hong Kong, maupun imigran yang datang dengan visa bekerja. Keturunan Pakistan dan  India banyak disini sehingga berburu kuliner dengan cita rasa timur adalah yang wajib dilakukan di kawasan ini.

Kearah utara Kowloon, mulai dari Jalan Boundary di Semenanjung Kowloon hingga selatan Sungai Sham Chun merupakan kawasan New Territories. New Territories merupakan kawasan terluas, yaitu mencakup 86,2% dari seluruh wilayah Hong Kong. Lebih dari setengah penduduk Hong Kong juga bermukim di kawasan ini.

Meski bukan menjadi tujuan wisata utama, bukan berarti New Territories tak menarik untuk dikunjungi. New Territories adalah satu-satunya wolayah Hong Kong yang berbatasan dengan kota Shenzen, Republik Rakyat Tiongkok. New Territories menjadi pintu masuk pilihan banyak wisatawan menuju China.

Mengunjungi New Territories bagaikan menikmati sisi lain Hong Kong yang jauh dari hiruk pikuk manusia. Wilayah ini cenderung tenang. Kombinasi “hutan beton” dengan sungai dan hutan kota yang asri adalah pemandangan yang tak akan terlupakan. Ditambah, kita akan banyak melihat rutinitas masyarakat Hong Kong di kala senggang, seperti jongging, bersepeda, berjalan-jalan atau sekedar duduk santai di taman yang teduh.

Hong Kong Herritage Museum adalah tempat wajib untuk dikunjungi. Museum ini bercerita tentang awal mula terbentuknya pulau Hong Kong dan sekitarnya akibat aktivitas lempeng dimasa lampau, awal masuknya agama Budha hingga perjalanan Hong Kong hingga menjadi seperti saat ini. Tak hanya itu, Hongkkong Herritage Museum juga menyimpan semua hal tentang Bruce Lee, sang legendaris kung fu. Orang tua, kelahiran hingga perjalanan karirnya yang gemilang.

Destinasi menarik lainnya adalah The Hong Kong Wet Land Park yang merupakan wahana eco tourism kelas dunia dengan 10 ribu m2 area visitor center dan 60 hektar kawasan bakau. Ada juga Klenteng Tai Wong Yeh yang dibangun pada dinasti Qing (1644-1911). Klenteng ini dibangun oleh para nelayan untuk menyimpan batu keramat yang diyakini memiliki kekuatan pelindung.

Pulau Lantau adalah pulah yang terbesar dan terletak di sisi sebelah Barat pulau Hong Kong. Pulau Lantau juga merupakan pintu masuk wisatawan ke Hong Kong karena bandara internasional HKIA terletak di kawasan reklamasi ini.

Tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah Tai O, desa nelayan yang menjadi rumah bagi orang-orang Tanka. Di desa  yang masih menjaga tradisi sejak 3 abad yang lalu, masyarakatnya membangun rumah panggung di atas air. Tentu saja, keaslian Tai O adalah surga bagi fototgrafer.

Last but not least, Hong Kong Disneyland Resort. Siapa yang tidak kenal taman bermain impian semua orang ini. Daya tarik dunia Disney memang tak lekang oleh waktu. Menikmati Jungle River Cruise yang santai hingga memacu adrenalin dengan banyak wahana menegangkan.  Sebagai penutup, nyanyian Disney yang diputar disepanjang wahana membuat kita dibawa masuk ke dalam dongeng-dongeng Disney akan mengingatkan kita pada hari-hari bahagia.

Mau tau tempat-tempat menarik di Hong Kong rekomendasi Sewaktu Piknik? Simak terus tulisan perjalanan seri Menjelajah Hongkong di Lasak.id.

(Tim Sewaktu Piknik)

Komentarlah yang bijak

Related posts