Food/ HealthLifestyle

Otsuka Perkenalkan Ecovillage Lewat Peresmian Bank Sampah Sehati

29
×

Otsuka Perkenalkan Ecovillage Lewat Peresmian Bank Sampah Sehati

Share this article
photo by analogicus dari Pixabay

LASAK.iD – Sampah menjadi masalah lingkungan hidup di Indonesia yang hingga kini belum terselesaikan. Penanganan yang tidak tepat pun bisa berujung pada bencana serius. Penumpukan sampah tentu akan menjadi sumber penyakit. Apalagi dalam volume yang besar, yang juga berakibat pada masalah lainnya, seperti banjir, yang hampir setiap tahun dirasakan masyarakat di banyak wilayah di Indonesia.

Solusi terus dilakukan dengan menghadirkan berbagai program dan inovasi terbaik. Salah satunya yang terus digalangkan pemerintah adalah dengan adanya bank sampah. Pemerintah tak berjalan sendiri dan terus berupaya menggandeng pihak swasta hingga organisasi yang fokus terhadap masalah lingkungan hidup.

Wujud nyata dari pihak swasta dengan bank sampah ini dilakukan juga oleh Amerta Indah Otsuka. Produsen makanan dan minuman kesehatan tersebut ikut serta dalam program bank sampah yang berada di Desa Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Otsuka sebagai entitas bagian dari masyarakat Sukabumi berkomitmen untuk sepenuhnya membantu lingkungan dan program pemerintah lokal dalam menanggulangi sampah, yang juga menjadi fokus dari Otsuka yang dilakukan sejak 2019 lalu melalui Ecovillage.

Seperti disampaikan dalam peresmian Bank Sampah Sehati di Desa Cicurug, Roy Sparringa selaku Presiden Komisaris PT Amerta Indah Otsuka. “Otsuka menyadari bahwa masih banyak yang bisa dilakukan untuk keberlangsungan lingkungan hidup. Otsuka ingin menjadi bagian dari solusi dengan meluncurkan Otsuka Ecovillage yang bukan hanya menfasilitasi pengelolaan sampah. Tapi dapat menjadi pusat edukasi untuk masyarakat sekitar bagaimana membina dan membentuk kebiasaan baik dalam memilah dan mengelola sampah dengan mandiri. Otsuka bekerjasama dengan pemerintah lokal berharap bahwa Otsuka Ecovillage akan berkesinambungan untuk memberi kontribusi signifikan kepada lingkungan sekitar seiring waktu.

Di kesempatan yang sama, hadir juga Nadine Alexander, pemerhati lingkungan yang sekaligus merupakan Puteri Indonesia 2010. Nadine yang juga seorang public figure, tentu harus memberikan contoh baik dalam menjaga lingkungan, terlebih berkaitan dengan sampah. Nadine melakukannya dari lingkungan rumah dengan pembatasan penggunaan plastik kresek dan memanfaatkan kantong yang bisa digunakan berkali-kali.

Sedangkan untuk masyarakat di Desa Cicurug, Nadine berharap orang tua mulai aware dengan sampah. Untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka sedini mungkin dengan tidak membuang sampah sembarangan. Utamanya dengan mengajak masyarakat Desa Cicurug menjadi nasabah Bank Sampah Sehati. Selain menjaga lingkungan, mereka pun mendapatkan hasil dengan menabung sampah, seperti sembako dan juga uang.

Keberadaan Bank Sampah Sehati diharapkan bisa mengurangi jumlah sampah Desa Cicurug yang sebenarnya cukup mengkhawatirkan. Jika melihat jumlah penduduk yang mencapai 128.961 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017. Jumlah besar hingga membuat peningkatan jumlah sampah 1.4 ton per hari sejak pandemi dan pemberlakuan PPKM level 4. Jadi bisa dibayangkan berapa ton jumlah sampah per tahunnya dari Desa Cicurug.