Food/ Health

AstraZeneca dan Kementerian Kesehatan Perluas Kemitraan Dukung Transformasi Sistem Kesehatan

76
×

AstraZeneca dan Kementerian Kesehatan Perluas Kemitraan Dukung Transformasi Sistem Kesehatan

Share this article

LASAK.iD – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan PT. AstraZeneca Indonesia memperpanjang dan memperluas kemitraan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang diadakan di JS Luwansa Jakarta. Nota kesepahaman ini menandai upaya bersama kedua belah pihak dalam meningkatkan kondisi kesehatan masyarakat Indonesia melalui transformasi sistem kesehatan. Sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan PT. AstraZeneca Indonesia juga bertujuan untuk memperkuat agenda ketahanan kesehatan.

Nota kesepahaman yang ditandatangani hari ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan yang dimulai oleh Kementerian Kesehatan RI dan AstraZeneca Indonesia pada tahun 2017 untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. AstraZeneca Indonesia melanjutkan kerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, mandiri dan berkeadilan melalui lingkungan kesehatan yang baik.

Pada kesempatan ini, nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, dan Sewhan Chon, Presiden Direktur PT. AstraZeneca Indonesia, dengan disaksikan oleh Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia.

Sewhan Chon, Presiden Direktur PT. AstraZeneca Indonesia mengatakan, “Hari ini kami bangga dapat melanjutkan kemitraan yang kuat dengan Kementerian Kesehatan RI. Kami berkomitmen untuk menjadi mitra layanan kesehatan yang terpercaya dengan memperluas dan mengembangkan kolaborasi masa depan antara Kementerian Kesehatan RI dan AstraZeneca Indonesia, termasuk di bidang promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, pengelolaan penyakit tidak menular, serta teknologi dan digitalisasi.”

Menyambut baik nota kesepahaman ini, Kunta Wibawa Dasa Nugraha, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengatakan, “Pandemi mengajarkan kita akan pentingnya kesehatan sebagai agenda bersama. Nota Kesepahaman yang ditandatangani hari ini merupakan momentum bagi kita untuk bangkit mewujudkan sistem kesehatan masyarakat. Hal ini akan mampu kita wujudkan melalui pilar Transformasi Kesehatan. Oleh karena itu, kami menyambut baik dan mendorong kerjasama dengan semua pihak, baik industri, akademisi, serta masyarakat luas demi Indonesia yang lebih sehat.”

Kemitraan antara Kementerian Kesehatan RI dan PT. AstraZeneca Indonesia saat ini berfokus pada beberapa area seperti promosi kesehatan dan pencegahan penyakit, pengelolaan dan pengendalian penyakit tidak menular, teknologi dan digitalisasi.

AstraZeneca Indonesia terus meningkatkan kesadaran masyarakat melalui promosi kesehatan dan pencegahan penyakit dengan memperkuat upaya-upaya promotif dan preventif. Hal ini termasuk melanjutkan Young Health Programme di Indonesia, yang memberdayakan kaum muda untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular. Kampanye 10 Jari terhadap kanker ovarium untuk meningkatkan kesadaran akan enam faktor risiko dan empat tanda kanker ovarium, serta mendorong deteksi dini bagi masyarakat Indonesia. Kampanye stop ketergantungan SABA untuk meningkatkan kesadaran pasien asma dan masyarakat mengenai penggunaan inhaler jenis short-acting β-agonist (SABA) yang berlebihan.

Pengelolaan dan pengendalian PTM (Penyakit Tidak Menular) akan diwujudkan dalam Rencana Nasional Asma dan PPOK dengan mengadakan peningkatan kapasitas nasional untuk 4.000 tenaga kesehatan terhadap Asma dan PPOK serta bermitra dengan perhimpunan tenaga medis di Indonesia dan membentuk Center of Excellence atau Puskesmas Unggulan di tingkat Kota/Kabupaten. AstraZeneca Indonesia juga memiliki Patient Assistant Program (PAP) untuk membantu akses terhadap obat-obatan inovatif bagi pasien kanker di Indonesia.

Dalam hal teknologi dan digitalisasi, AstraZeneca Indonesia mendukung Kementerian Kesehatan Indonesia dalam memperkenalkan, memfasilitasi, dan melakukan transfer teknologi secara menyeluruh yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu, AstraZeneca Indonesia juga mendukung pemerintah dalam digitalisasi untuk Deteksi Dini Kanker Paru dan penyakit tidak menular lainnya menggunakan Artificial Intelligence (AI).

Sejak tahun 1971, AstraZeneca telah menghadirkan obat-obatan transformatif bagi pasien di Indonesia dan bermitra dengan organisasi publik dan swasta untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik dan masa depan yang berkelanjutan. Di tengah pandemi COVID-19, AstraZeneca Indonesia secara aktif mendukung Indonesia mencapai National Herd Immunity dan memastikan akses ke Vaksin COVID-19 AstraZeneca secara nirlaba. Di bawah kepemimpinan Kementerian Kesehatan RI, lebih dari seratus juta dosis vaksin AstraZeneca telah dikirim dan didistribusikan ke seluruh Indonesia.