Lekker Hadir Berbeda Dengan Menggabungkan 3 Budaya
Food

Lekker Hadir Berbeda Dengan Menggabungkan 3 Budaya 

LASAK.iDMilenial ini banyak kaum muda sudah yang melek akan bisnis. Sektor bisnis banyak di tekuni pun beragam. Fashion dan FnB yang paling banyak di usung saat ini. Hingga penggabungan keduanya yang akhirnya mengarah pada konsep entertainment. 

Coffee shop hingga kafe menjadi contoh nyata. Selain dari desain interior yang kekinian. Banyak dari pemilik tempat menggabungkan fashion dengan makanan maupun sebaliknya. Hal untuk menarik pengunjung dengan target market mereka kepada kaum milenials.

Coffee shop khususnya di kawasan Jabodetabek hingga akhir tahun 2019 menurut salah satu situs pencarian kafe dan restoran mencatat angka hingga 5 ribu. Angka yang cukup besar dan sepertinya akan terus bertambah pada 2020 ini melihat minat dan potensi konsumen yang tidak melesu.

Melihat peluang itu, Muhammad Ahmad Balbaid dan Hamza Jamal Bahanan membuka coffee shop bernama Lekker. Mengambil nama menggunakan bahasa Belanda, arti Lekker jika di bahasa Indonesia berarti ‘enak‘.

Lekker yang berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, diungkapkan langsung oleh Hamza Jamal Bahanan mengusung konsep industrial.

Kopi menjadi bintang utama di Lekker yang sejak awal memang di rilis sebagai coffee shop. Pilihan minuman lainnya adalah teh, untuk menjadi minuman yang mendampingi. Minuman yang terdapat di Lekker tampil lebih ramah bagi konsumen. Tidak lagi menggunakan gula tebu maupun gula aren, Lekker lebih memilih madu sebagai pemanis.

Hamza Jamal yang ditemui seusai grand opening dari Lekker, kembali menekankan coffee shop miliknya memang berbeda. Selain kopi yang menjadi primadona, coffee shop satu ini juga menyajikan makanan yang lebih kepada sajian main course dengan gambaran 3 budaya berbeda.

Tetap mempertahankan khas Indonesia dengan nasi gorengnya, western dengan pasta dan Timur Tengah dengan khas daging kambingnya. Lekker menjadikan menu signature untuk makanan dengan bahan utamanya adalah kambing.

Harga yang di tawarkan juga beragam. Lekker mematok harga mulai 25 ribu (hot coffee) hingga 30 ribu (ice coffee). Pada makanan lebih beragam, mulai dari pasta di harga 33 ribu hingga 35 ribu dan 105 ribu hingga 115 ribu untuk steak.

Konsep Lekker yang beda membuat Muhammad Ahmad Balbaid dan Hamza Jamal Bahanan optimis dengan target yang ingin dicapai. Baik dari pengunjung setiap hari dengan target 100-250 orang, dengan omset per harinya yaitu 10 juta. Terlebih Lekker berada di tengah kota Jakarta, yang dekat dengan perkantoran, kampus hingga sekolah. Target lainnya Lekker akan buka di kawasan wisata kota Bogor di tahun ini.

Pada Sabtu (29/2) kemarin, dilakukan peresmian atas dibukanya Lekker. Hal menarik dalam peresmian dari Lekker yang ternyata dilakukan oleh Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo yang didampingi oleh Robert Kardinal (Komisi IV – Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kelautan), Rob Clinton Kardinal (Ketua AMPG) serta Dimaz Nazar Raditya Soesatyo (Anggota DPRD Fraksi Golkar) bersama kedua owner.

Komentarlah yang bijak

Related posts