LASAK.iD – Dalam rangka pencegahan diabetes, PT. Astra Zeneca, perusahaan multinasional yang bergerak dibidang kesehatan menggandeng Kementerian Kesehatan RI melalui program management penyakit dibetes itu sendiri. Management penyakit tersebut diluncurkan bersama dengan sejumlah stakeholder, seperti Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) dan Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) dalam bentuk Early Action in Diabetes (EAiD).
Terkait penelitiannya, PT. Astra Zeneca mempercayakan kepada Center for Health Economicsand Policy Studies (CHEPS) FKM UI. Hal itu dikarenakan CHEPS Universitas Indonesia memiliki expertise,keahlian dan reputasi yang sangat baik untuk bisa menjalankan program Early Action in Diabetes (EAiD). Sehingga perusahaan yang berpusat di Inggris tersebut memutuskan untuk bermitra dengan CHEPS Universitas Indonesia, seperti yang ditegaskan Rizman Abudaeri selaku Direktur PT Astra Zeneca Indonesia dalam peluncuran Early Action in Diabetes (EAiD) di Jakarta.
Program Early Action in Diabetes (EAiD) ini didasarkan kepada 4 pilar, antara lain prevention (pencegahan), early detection (deteksi dini), early control (kontrol dini) dan early access (akses dini) yang akan dilakukan dalam beberapa langkah. Salah satunya dalam melakukan studi formatif yang diberi nama “Scoping Diabetes in Indonesia: A Baseline Study for Designing Innovative Intervention for managing Patient with T2DM”.
Studi ini menurut Rizman Abudaeri untuk mengidentifikasi titik masalah dalam hal tata laksana dan management diabetes di Indonesia untuk memperbaiki sistem kesehatan dalam penanganan pasien diabetes. Sedangkan yang kedua, PT. Astra Zeneca dalam bermitra dengan Kemenkes dan CHEPS UI ingin membentuk sebuah Komite Diabetes Nasional, yang nanti melalui komite ini untuk mengawal hasil studi yang dilakukan oleh CHEPS UI terkait pasien diabetes. Ia berharap studi ini akan mendapatkan hasil yang maksimal sehingga di tahun 2019 komite yang terbentuk bisa menentukan langkah selanjutnya untuk menangani masalah diabetes di Indonesia.
Selain fokus pada program yang dibuat bersama Kementerian Kesehatan melalui studi formatif, bentuk dukungan lain yang dilakukan oleh PT. Astra Zeneca terhadap penderita diabetes maupun penyakit lainnya melalui program pemerintah yang sudah ada, yaitu JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang masuk dalam bagian program BPJS Kesehatan. Dengan menggandeng stakeholder lainnya yang memang peduli akan kesehatan masyarakat melalui innovative treatment dan innovative medicine.
(Sarah)
Related posts
Gunung Bromo, Kenali Lebih Dalam Daya Tarik Wisata Ini
Gunung Bromo – Rutinitas tak jarang membuat kita lupa bahwa Indonesia itu indah, termasuk Bromo dengan kemegahan panoramanya. Keindahan Bromo mempunyai…
Taman Sungai Mudal, Ekowisata di Barat Kota Yogyakarta
LASAK.ID – Di tengah pandemi yang kita semua alami saat ini, sedikit ulasan menarik yang memberi kesegaran menemani waktu taat…
Pesona Kendari, dari Kuliner Hingga Situs Sejarah
SEWAKTU PIKNIK – Berkunjung ke Kendari beberapa waktu lalu, Wayan Sukanta, seorang sahabat berbaik hati menjadi tour guide. Meski berdarah Bali,…
Menjelajah Sejarah Di Pecinan Jakarta
SEWAKTU PIKNIK – Jakarta selalu menjadi tempat yang manarik untuk di jelajahi. Meski telah menjelma kota metropolitan, Jakarta tetap menyisakan sejarah…