#KamisNusantara Budayakan Tenun Nusantara Lebih Luas Ke Masyarakat
Kolom

#KamisNusantara Budayakan Tenun Nusantara Lebih Luas Ke Masyarakat 

LASAK.iD – Komunitas Perempuan Pelestari Kebudayaan Indonesia yang menamakan diri sebagai Kridha Dhari, sebelumnya diketahui sebagai pencetus dari Selasa Berkebaya. Program yang mengkhususkan satu hari dalam sepekan menggunakan pakaian khas Indonesia, yaitu Kebaya. Selasa Berkebaya ini pun mendapat sambutan positif dari masyarakat Indonesia khususnya untuk mereka kaum hawa.

Tak berhenti, Khrida Dhari pun melanjutkan program lainnya yang masih berhubungan dengan budaya Nasional, yang sejak awal menjadi visi misi dari komunitas perempuan tersebut. Ajak komunitas lainnya yang memang memiliki visi dan misi yang sama. Kali ini Kridha Dhari menggandeng Forum Alumni Nusantara (FAN) untuk jalan bersama dengan mencetuskan sebuah gerakan yang dinamakan sebagai Kamis Nusantara.

Program Kamis Nusantara sebenarnya memiliki kemiripan konsep dengan Selasa Berkebaya. Pembedanya pada cangkupan yang lebih luas dari Kamis Nusantara. Tak sebatas pada satu jenis budaya namun mencoba lebih beragam dan merangkul semua budaya Nusantara dari Sabang hingga Papua.

Diungkapkan langsung oleh Prescilla Estevina Tuerah mewakili Khrida Dhari dan Forum Alumni Nasional, program kali ini yang menjadi fokus utama memang pada kekhasan kain Tenunnya. Selama ini masyarakat hanya mengenal Tenun dari beberapa daerah, seperti Sumatera Barat, NTT maupun Kalimantan yang memang sudah terkenal hingga mancanegara.

Pada kenyataannya hampir setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi dan budaya terkait kain Tenun. Hal ini yang menginisiasi Kamis Nusantara untuk mengenalkan Tenun Indonesia dari Sabang hingga Papua. Tak hanya dalam bentuk Tenun yang siap pakai namun pada teknik pembuatannya.

Dhanny Dahlan yang menjadi salah satu pembicara dalam acara bertajuk #KamisNusantara – Kita Indonesia Keren pada Kamis (15/11) lalu, mengatakan untuk Indonesia sebenarnya ada sekitar 13 teknik dalam menenun kain. Yang sayangnya belum banyak orang mengetahuinya. Upaya pengenalan seperti dalam program Kamis Nusantara menjadi jalan lain untuk memperkenalkan kain Tenun.

Saat ini diketahui para penggiat dan pemerhati budaya khususunya untuk kain Tenun sedang berjuang mendaftarkan kain khas Indonesia tersebut ke organisasi dunia, UNESCO untuk menjadi bagian dari warisan dunia.

Meski menitikberatkan pada kain Tenun namun Kamis Nusantara tetap program yang memperkenalkan budaya dan tradisi lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Acara #KamisNusantara – Kita Indonesia Keren digelar di kawasan Pondok Indah, Jakarta sekaligus memperingati Hari Pahlawan yang di peringati setiap tahunnya pada tanggal 10 November.

Prescilla Estevina Tuerah atau yang akrab disapa Cilla menambahkan program budaya yang mereka buat kedepannya ingin menyasar pada sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia dengan mengajak pihak pemerintah dan pihak swasta. Dengan harapan nantinya akan menjadi keharusan bahkan masuk dalam program pendidikan di Indonesia.

Komentarlah yang bijak

Related posts