Kabir Singh: Hadir Sebagai Remake Dari Film Sukses Dengan Cerita Sama Namun Beda Rasa
Entertainment

Kabir Singh: Hadir Sebagai Remake Dari Film Sukses Dengan Cerita Sama Namun Beda Rasa 

 

LASAK.iD – Sejak zaman kemerdekaan, film India sudah merajai layar kaca tanah air dan terus berlanjut hingga kini. Meski selama se-dekade terakhir film bollywood harus menjalani pertempuran setelah masuknya demam Korea di tanah air. Tidak hanya dari sisi film, tetapi juga drama hingga musik dari negeri ginseng tersebut.

Film bollywood tetap memiliki penggemar setianya di dunia meskipun drama Korea menjadi saingan utamanya. Bahkan film bollywood masih terus dinantikan untuk karya-karya terbaru. Selain memang memiliki jalan cerita yang menarik, tetapi juga lagu yang di nyanyikan dalam film sekaligus menjadi original soundtrack sangat di nanti dan gemari.

Dengan julukannya sebagai bollywood, India termasuk negara yang cukup produktif dalam industri perfilmannya. Setiap tahun tidak kurang dari puluhan bahkan ratusan film di produksi. Sayangnya tidak banyak film yang bisa tayang, hanya beberapa film pilihan dan yang masuk sebagai box office yang bisa tayang di tanah air.

Semester pertama di 2019, ada beberapa film India berhasil tayang di Indonesia. Khusus bulan Juni ini, film bollywood berjudul KABIR SINGH akhirnya bisa tayang di layar bioskop tanah air. KABIR SINGH merupakan film remake dari film Telugu berjudul ARJUN REDDY yang rilis di tahun 2017.

ARJUN REDDY bahkan meraih sukses besar dengan menjadikannya film Telugu ke-4 yang meriah predikat box office di 2017 setelah berhasil meraup keuntungan global hingga 510 juta Rupee atau setara dengan 104 milyar Rupiah (kurs saat ini). Film ini juga tayang di Amerika selama lebih dari 2 pekan dan berhasil meraih pendapatan sebesar 1.7 juta dollar Amerika atau sekitar 23.8 milyar Rupiah (kurs saat ini).

Ingin mengulang sukses tersebut, Sandeep Vanga sebagai sutradara sekaligus penulis cerita memproduksinya kembali. Untuk versi bollywood, film ini berjudul KABIR SINGH, yang kali ini di produksi Cine1 Studios dan T-Series dan sudah resmi tayang sejak 21 Juni lalu di negara asalnya termasuk di Indonesia.

Versi bollywood dari Arjun Reddy, Sandeep Vanga mempercayakan peran Kabir Singh kepada aktor tampan Shahid Kapoor dan Preeti Sikka untuk karakter utama wanita oleh Kiara Advani. Untuk menggantikan peran Vijay Deverakonda (Arjun Reddy) dan Shalini Pandey (Preethi Shetty) dari versi Telugu.

Sandeep Vanga untuk film remakenya KABIR SINGH tidak mengubah secara signifikan dari film sebelumnya, lebih dari 90 persen masih mempertahankan ke-originalitasnya. Hanya beberapa bagian yang diubah maupun ditambahkan untuk sekedar menyesuaikan, seperti judul dan nama karakter untuk mengikuti gaya dari bollywood.

KABIR SINGH menjadi satu dari sekian banyak film India yang menggambarkan drama percintaan modern. Tapi tidak menghilangkan kekhasan India itu sendiri. Film ini bisa jadi alternatif untuk kalian yang tidak ingin menonton drama romantis yang lebay.

Di film ini kalian tidak akan menemukan puisi, rayuan gombal, apalagi kata-kata manis. Nyanyian dan tarian yang biasanya kita lihat di kebanyakan film India pun tidak terlihat. Sepanjang film lagu hanya sebagai musik pengiring atau latar untuk menggambarkan momen-momen tertentu.

Kalian justru menemukan pengungkapan cinta dari Kabir kepada Preeti dengan cara unik namun mengena banget untuk penonton. Yang bisa bikin senyum-senyum dan gemas sendiri melihat kedua karakter memainkan perannya.

Romantisme Kabir dan Preeti memang menjadi tajuk utama untuk film ini. Namun, banyak hal yang menjadi pendukung untuk menguatkan cerita utamanya. Salah satunya tentang problema anak dengan orang tua, loyalitas pekerjaan, kejujuran hingga persahabatan.

Di film ini karakter Kabir Singh digambarkan sebagai mahasiswa cerdas dan memiliki IQ di atas rata-rata. Dirinya menjadi lulusan kedokteran dengan predikat paling tinggi di kampusnya dan urutan teratas untuk seluruh negara India. Sayangnya dengan kemampuan dan kecerdasan yang tinggi, Kabir justru memiliki nilai nol besar untuk mengatur emosi dan sopan santunnya.

Namun naluri melindungi kehormatan kampus maupun wanita yang dicintainya Preeti jauh lebih tinggi dari siapa pun di kampus tersebut. Inilah salah satu yang akhirnya membuat Preeti jatuh cinta kepada Kabir.

Secara kenikmatan cerita dari sebuah film, tim Lasak.id bisa memberi 5 bintang untuk Kabir Singh. Banyak hal yang berubah dari penarapan cerita yang biasanya kita lihat di banyak film India selama ini. Kekuatan skenario dengan kata dan kalimat yang kompleks menggambarkan apa yang biasa kita tonton dalam sebuah film drama hollywood.

Sinematografi yang dihadirkan pun cukup nyaman untuk di tonton. Mulai dari detail setiap shot dan perpindahan dari adegan satu ke adegan lainnya cukup mewakili yang diinginkan penonton. Mungkin untuk sebagian orang sedikit membingungkan untuk di awal, karena Sandeep Vanga untuk KABIR SINGH membuat plotnya menjadi maju mundur.

Di awal kita bisa melihat masa depan dari Kabir Singh sebagai ahli bedah namun dengan keadaan yang mengkhawatirkan. Hanya beberapa scene penonton kemudian di bawa ke suasana masa lalunya. Dan kemudian kembali lagi ke masa kini. Walau pun plot maju mundur, rasa dari filmnya itu sendiri tidak hilang. Seperti dijelaskan sebelumnya, perpindahan cukup membuat nyaman dan di mengerti penonton.

Secara jalan cerita memang film ini menarik, namun jika melihat karakter dari seorang Kabir memang agak disayangkan. Jika melihat dari karakter arogannya, pemarah dan sangat berkuasa terhadap wanita, cukup mengusik dan membuat tidak nyaman.

Film ini tidak memberikan ruang lebih untuk karakter wanita. Penulis membuatnya begitu saja, dimana wanita seolah sebagai sosok yang mudah untuk memuaskan hasrat seks dari Kabir. Memojokan sisi wanita yang sebenarnya juga bisa tangguh dan terhormat.

Dibalik kelebihan dan kekurangannya, tim Lasak.id sangat merekomendasikan film KABIR SINGH sebagai alternatif lainnya jika kalian ingin merasakan sensasi berbeda dalam menonton sebuah film. Film KABIR SINGH sudah tayang sejak Jum’at (21/6/2019) pekan lalu.

(Sarah)

Komentarlah yang bijak

Related posts